Breaking News

Radio Player

Loading...

Patut di Tiru Guru Perempuan Kelas VI SDN Rante Pasang, Datangi Muridnya Untuk Belajar 5-8 Orang di Rumah

Senin, 9 November 2020

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Sulsel,BeritaQ.com
Ibu Guru Kelas VI (enam), dengan nama lengkapnya Fujiastuti (48). Ia adalah guru di SDN 011 Rante Pasang Desa Buangin Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dalam menjalani kesehariannya sebagai guru selama masa pandemi virus corona, ia relah jalan kaki di tiga Desa yakni Desa Kampung Baru Dusun To’Bau, Dusun Karawak, Desa Buangin di Dusun Rantepasang dan Pangkaruk, di Desa Dandang Dusun Pangalli (yang ada murid kelas VI (6).

Aktivitas belajar dilakukan dari rumah dengan satu titik kumpul 5 sampai 8 murid selama lebih dari sebulan ini yang kelas VI (6).

ads

Guru dan siswa diminta memanfaatkan teknologi. Materi pembelajaran diberikan secara online, tapi tak semudah dengan murid di pelosok pelosok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Praktiknya tak semudah itu bagi Fujiastuti dan para siswanya. Fasilitas belajar online tak dimiliki semua siswa. Jangankan laptop, ponsel saja ada yang tak punya,” tuturnya pada media ini, Senin 9 November 2020 di Dusun Pangalli Desa Dandang tepatnya di rumah anggota Komite SDN 011 Rante Pasang bapak Y.Bunga.

Fujiastuti tak ingin menambah beban para orangtua siswa. Ia memilih menyambangi rumah siswanya di satu titik kumpul yang telah disepakati dengan siswanya. Jarak tempuhnya tak dekat dengan berjalan kaki.

“Sudah beberapa minggu saya berada dalam posisi yang dilematis. Ini tentang imbauan pak Menteri Pendidikan agar bekerja dari rumah. Ini jelas tidak bisa saya lakukan, karena murid saya tidak punya sarana untuk belajar dari rumah. Mereka tidak punya smartphone, juga tidak punya laptop. Jikapun misalnya punya, dana untuk beli kuota internet akan membebani orangtua/wali murid,” demikian terang Fujiastuti.

Bahkan, kata Fujiastuti, ada orang tua/wali murid yang ingin mencari pinjaman uang untuk membeli ponsel.

“Karena mendengar kabar bahwa rata-rata, anak-anak harus belajar dari HP cerdas. Saya terkejut mendengar penuturan itu. Lalu pelan-pelan saya bicara dalam hati. Belajar di rumah, tidak harus lewat HP. Siswa bisa belajar dari buku-buku paket yang sudah dipinjami dari sekolah. Saya bilang, bahwa sayalah yang akan berkeliling ke rumah-rumah siswa untuk mengajari,” lanjutnya.

Selain berkewajiban memastikan proses belajar tetap berlangsung meski di tengah pandemi virus corona, Fujiastuti harus melaporkan kegiatan belajar dari rumah yang dilakukan bersama siswa-siswanya.

Oleh karena itu, ia harus turun langsung untuk memastikan semua siswanya tetap bisa belajar, meskipun dari rumah.

Fujiastuti bertutur pada media ini, menyadari bahwa tak semua orangtua siswa memiliki kemampuan ekonomi yang baik untuk menyediakan fasilitas belajar online dari rumah.

Awalnya, ia berpikir, situasi ini tak akan berlangsung lama.

“Ternyata diperpanjang, diperpanjang. Terus gimana dengan tugas itu? Gimana dengan mereka? Karena teman-teman (guru) yang lain, rata-rata yang mengajar di kota itu bisa berkomunikasi melalui gadget, bisa melalui video conference, dan lain-lain,” ujar Fuji panggilan akrabnya guru kelas VI.

“Untuk siswa saya, ini tidak mungkin dilakukan, saya bisanya telepon. Bahkan telepon anak-anak itu kan orangtuanya yang punya (handphone). Kadang pernah telepon dan tidak diangkat, karena orangtuanya sedang kerja di luar,” lanjut dia.

Kondisi ini akhirnya membuat Fujiastuti harus melakukan kegiatan mengajar di satu titik dimana siswa berdekatan di dusun tersebut.(yus/klis).

Simpan Gambar:

Berita Terkait

Urai Kemacetan dan Kembalikan Fungsi Depan GOR, PK5 di Jalan Pajjaiang Ditertibkan
Peringatan Curah Hujan Tinggi, Pemkab Gowa Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana
Libatkan Komunitas Otomotif, Kapolda Sulteng Lepas 500 Paket Bansos untuk Korban Banjir Labuan Toposo
Polsek Tamalate Serahkan Sepeda Motor Hasil Temuan kepada Pemiliknya
Cegah Pohon Tumbang di Cuaca Ekstrem, Pammat Samapta Polda Sulsel Pangkas Ranting Pohon
Rokok Helium Cukai SKT Menggempur Pangkalpinang, Negara Rugi Triliunan
Kapolres Bulukumba Bersama 4 Kasat, Jadi Narasumber Dialog Awal Tahun 2026 Yang Digelar Bulukumba Institute
Kunjungi IPA dan Kantor Perumda AM Tirta Jeneberang, Bupati Gowa Minta Peningkatan Layanan dan Kualitas Air Bersih
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 01:19 WITA

Urai Kemacetan dan Kembalikan Fungsi Depan GOR, PK5 di Jalan Pajjaiang Ditertibkan

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:05 WITA

Peringatan Curah Hujan Tinggi, Pemkab Gowa Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:00 WITA

Libatkan Komunitas Otomotif, Kapolda Sulteng Lepas 500 Paket Bansos untuk Korban Banjir Labuan Toposo

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:00 WITA

Polsek Tamalate Serahkan Sepeda Motor Hasil Temuan kepada Pemiliknya

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:46 WITA

Rokok Helium Cukai SKT Menggempur Pangkalpinang, Negara Rugi Triliunan

Rabu, 14 Januari 2026 - 08:47 WITA

Kapolres Bulukumba Bersama 4 Kasat, Jadi Narasumber Dialog Awal Tahun 2026 Yang Digelar Bulukumba Institute

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:57 WITA

Kunjungi IPA dan Kantor Perumda AM Tirta Jeneberang, Bupati Gowa Minta Peningkatan Layanan dan Kualitas Air Bersih

Selasa, 13 Januari 2026 - 18:54 WITA

Sidak di MGC Wali Kota Makassar Geram, Pegawai Kedapatan Santai dan Merokok Saat Jam Kerja

Berita Terbaru