Breaking News

Penerapan PPKM Berskala Mikro, Forkopimda Jatim Tinjau KTS di Desa Ngale Kabupaten Madiun

Minggu, 7 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forkopimda Jatim tinjau KTS jelang penerapan PPKM berskala mikro di Kab. Madiun

Forkopimda Jatim tinjau KTS jelang penerapan PPKM berskala mikro di Kab. Madiun

Bikin Website Murah

BeritaQ.com, MADIUN – Forkopimda Jawa Timur, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, yang didampingi pejabat utama (PJU) Polda Jatim mengunjungi KTS (Kampung Tangguh Semeru) di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Minggu (07/02/21)

Kabupaten Madiun sendiri saat ini masuk Zona Merah penyebaran Covid-19. Sementara itu pembentukan KTS (Kampung Tangguh Semeru) di Kabupaten Madiun sebanyak 135 KTS. Setelah menjadi zona merah, KTS ditambah 36, yang saat ini total sudah ada 171 KTS yang berdiri.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyebutkan, bahwa pembentukan KTS ini sangat penting. Ini sebagai langkah dan upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Jatim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemendagri Nomor 3 Tahun 2021 terkait dengan PPKM berskala mikro, bagi Jatim sudah memulai Kampung Tangguh sebanyak 3.100 lebih se-Jatim. Yang dibangun dengan format melibatkan partisipasi masyarakat yang dipimpin Kapolda Jatim.

Baca Juga
Jaringan Narkoba Jatim Dibekuk Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, Jelang Tahun Baru 2022

PPKM berskala mikro sebenarnya protap nya mirip dengan Kampung Tangguh Semeru, ada karantina, sosialisasi kesehatan ada (3T) Tracing, Testing dan Treatment.

“PPKM berskala mikro ini sebenarnya mirip dengan Kampung Tangguh Semeru. Dimana saat ini di Jatim sudah terbentuk sebanyak 3.100 KTS,” jelas Gubernur Jatim.

Kabupaten Madiun sendiri saat ini masuk sebagai wilayah zona merah penyebaran Covid-19. Sehingga diharapkan, masyarakat taat dan tertib menerapkan (5M). Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Hindari Kerumunan dan Kurangi Mobilitas.

Dari data Satgas Covid-19 Provinsi Jawa Timur per/tanggal 6 Februari 2021, jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Madiun mencapai 1.199 (+21), sembuh 988 (+19) dan meninggal 96 orang.

Sementara itu untuk evaluasi PPKM yang sudah diterapkan sejak 11 Januari 2021 lalu. Bahwa ada penurunan yang signifikan, baik pasien Positif Covid-19 maupun yang di rawat di Rumah Sakit.

Baca Juga
Forkopimda Jatim Hadiri Silaturahmi dan Halal Bihalal PWNU Jatim

Sedangkan pada tanggal 9 Februari 2021, akan dimulai PPKM berskala mikro dan tidak lagi berbasis Kabupaten/Kota dan sudah berbasis Desa bahkan ditingkat RT/RW.

Sementara itu Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, usai mengunjungi Kampung Tangguh Semeru (KTS) di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun menyebutkan, bahwa Polri (Polda Jatim) sangat mendukung Surat Edaran Mendagri terkait dengan PPKM berskala mikro.

“Saya dan Pangdam sangat mendukung surat edaran dari Kemendagri terkait PPKM berskala mikro. Yang akan dilaksanakan mulai tanggal 9 Februari 2021 mendatang,” terang Kapolda Jatim.

Penerapan Kampung Tangguh Semeru di Desa Ngale ini sangat baik, dimana ada tempat karantina untuk pria dan wanita, serta adanya lumbung pangan dan juga benih ikan.

Baca Juga
Babinsa Koramil 0826/07 Pegantenan Dampingi Pelaksanaan Vaksin di Wilayah Binaan

Selain itu, disini juga sudah terbentuk satu sistem yang baik, dimana akses masuk desa menggunakan satu pintu atau “one gate system”. Dimana setiap ada pendatang luar daerah dilakukan pendataan, serta dilakukan pemeriksaan kesehatan. Serta sudah membentuk (WA) grup, grup ini yang nantinya dipergunakan untuk dilakukan komunikasi serta koordinasi. Target kedepan di Jatim akan dibentuk 3.500 Kampung Tangguh Semeru (KTS).

“Kampung Tangguh Semeru di Desa Ngale ini cukup baik, yang menggunakan “one gate system” untuk masuk ke desa. Selain itu juga sudah ada tempat karantina dan lumbung pangan,” tutupnya. (NHC)

Berita Terkait

Kemenag Siapkan Survei Kajian Dampak Program Zakat dan Wakaf
Presiden Jokowi Undang Danny Pomanto Jamu Makan Malam Peserta World Water Forum 2024 di Bali
Polres Bantaeng Gelar Baksos Assiama Presisi Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Sejumlah proyek mangkrak di Desa Rinjani, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sul-Sel
Tertunggak Beberapa Bulan, Disdik Sulsel Akan Bayarkan TPP Guru Pekan Ketiga Bulan ini
7 Titik Wisata Pantai Pasir Putih di Bulukumba Sulsel Yang Mempesona
Viral Medsos Pegawai Kristen Jadi Petugas Haji Kemenag Parepare Sampaikan Ini
Mendagri Tito Resmi Lantik Penjabat Gubernur di Lima Provinsi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Mei 2024 - 21:47

Kemenag Siapkan Survei Kajian Dampak Program Zakat dan Wakaf

Senin, 20 Mei 2024 - 09:30

Presiden Jokowi Undang Danny Pomanto Jamu Makan Malam Peserta World Water Forum 2024 di Bali

Senin, 20 Mei 2024 - 09:28

Polres Bantaeng Gelar Baksos Assiama Presisi Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Senin, 20 Mei 2024 - 09:22

Sejumlah proyek mangkrak di Desa Rinjani, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sul-Sel

Senin, 20 Mei 2024 - 09:18

Tertunggak Beberapa Bulan, Disdik Sulsel Akan Bayarkan TPP Guru Pekan Ketiga Bulan ini

Minggu, 19 Mei 2024 - 11:30

7 Titik Wisata Pantai Pasir Putih di Bulukumba Sulsel Yang Mempesona

Minggu, 19 Mei 2024 - 05:27

Viral Medsos Pegawai Kristen Jadi Petugas Haji Kemenag Parepare Sampaikan Ini

Sabtu, 18 Mei 2024 - 14:48

Mendagri Tito Resmi Lantik Penjabat Gubernur di Lima Provinsi

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Kemenag Siapkan Survei Kajian Dampak Program Zakat dan Wakaf

Senin, 20 Mei 2024 - 21:47