Breaking News

Radio Player

Loading...

Penggeledahan Pidsus Kejati Sulsel Kasus Bibit Nanas 60 M, Jadi Momentum Bongkar Permainan dari Akar hingga Elite Oleh Asrul – Mantan Ketua Gappembar Pujananting Kab.Barru

Rabu, 3 Desember 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Makassar, DNID.co.id– Kasus dugaan korupsi pengadaan Bibit nanas yang menelan anggaran sekitar Rp 60 miliar terus diselidiki Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, Program tersebut sebelumnya diresmikan oleh Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin di Desa Jangan-jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru pada 2024.

Saat itu Bahtiar mendorong pengembangan Nanas hingga 1.000 hektare sebagai komoditas unggulan daerah.

“Kami mendesak Kejaksaan Tinggi Sulsel untuk mempercepat penanganan perkara setelah Tim Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) melakukan penggeledahan pada Kamis, 20 November 2025, menyusul naiknya perkara tersebut ke tahap penyidikan,” kata Asrul – Mantan Ketua Gappembar Pujananting Kab.Barru, seperti dikutip dari spionase-news.com.

ads

Langkah penggeledahan ini dinilai sebagai titik penting untuk membongkar dugaan praktik penyimpangan yang diduga melibatkan jejaring dari akar rumput hingga level elite, sebagaimana pola umum korupsi yang sering terjadi dalam perkara serupa di daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penggeledahan Wajib Jadi Pintu Masuk, Bukan Sekadar Syiar Hukum, kami menilai, naiknya status ke penyidikan menunjukkan bahwa penyidik telah memperoleh minimal dua alat bukti permulaan seperti diatur dalam KUHAP.

Namun, kami mengingatkan bahwa Pidsus Kejati Sulsel tidak boleh menjadikan penggeledahan hanya sebatas formalitas.
“Ini momentum. Kalau hasil penggeledahan tidak diikuti penyidikan agresif, publik patut curiga ada yang ditutupi”

Menurut kami, berkas, dokumen, dan perangkat digital yang disita harus benar-benar ditelaah secara mendalam untuk membongkar pola permainan yang kerap dimulai dari tingkat operasional bawah hingga berujung pada aktor-aktor berpengaruh.

Dugaan Ada Jaringan dari Bawah ke Atas, Pola Lama yang Tak Boleh Terulang, kami  menyoroti bahwa banyak dugaan korupsi di Sulsel sebelumnya tersendat karena adanya pola “Jaringan Berlapis” yang melibatkan, oknum pelaksana teknis atau staf lapangan, perantara atau makelar anggaran, pihak swasta yang mengatur alur kerja, hingga aktor struktural tingkat atas yang diduga mengambil keuntungan.

Meski tidak menyebut nama atau pihak tertentu, kami menekankan bahwa pola ini bukan rahasia publik dan kerap menjadi alasan mengapa sejumlah perkara besar berjalan lambat, bahkan terhenti tanpa kejelasan.

“Kalau penyidikan hanya berani menyentuh level bawah, itu bukan pemberantasan korupsi. Itu hanya pencitraan penegakan hukum,” Seruan keras untuk  Kejati Sulsel Harus Tembus Hingga Akar Masalah kami meminta penyidik untuk tidak berhenti pada pihak-pihak teknis atau pelaksana, tetapi menelusuri, alur keputusan, mekanisme persetujuan, proses penganggaran, dan kemungkinan mark-up restu struktural di level lebih tinggi.

“Jangan ada yang diberi karpet merah. Siapa pun yang terhubung melalui bukti harus dipanggil. Termasuk kalau jejaknya menyentuh elite.” Kewajiban Transparansi Publik Tidak Boleh Ditutup-tutupi. Kini publik mendesak Pidsus Kejati Sulsel untuk memberikan laporan perkembangan penyidikan secara periodik, mengingat tingginya perhatian publik dan potensi meluasnya dampak dugaan penyimpangan tersebut.

“Kami tidak menuduh siapa pun. Tapi kami tahu bahwa dalam banyak kasus, permainan justru rapi di level elit. Karena itu transparansi wajib, bukan opsi,” kami menilai bahwa tanpa transparansi, publik mudah menduga adanya upaya pengaburan atau perlindungan terhadap aktor tertentu

Akar permasalahan harus diputus, Elite tidak boleh kebal hukum, kami menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus dilakukan secara sistemik, bukan sporadis. Akar masalah biasanya ada pada sistem penganggaran yang tidak transparan, pengawasan internal yang lemah, kultur patronase, dan dominasi elite yang dapat menekan proses hukum.

“Kami tidak ingin melihat lagi penyidikan yang berhenti di kelas kecil, sementara pemain besar lolos. Sudah terlalu sering itu terjadi,”Gerakan sipil akan terus mengawasi, publik tentunya berkomitmen untuk mengawal kasus ini dari awal hingga akhir, memastikan tidak ada upaya pelemahan, pengaruh elite, atau perlambatan proses hukum.

Simpan Gambar:

Penulis : ST

Editor : Mursalim Thahir

Berita Terkait

Polrestabes Makassar Amankan 7 Pemuda Diduga Geng Motor, Serta Dua Ketapel dan Tujuh Anak Panah
Tim Gabungan Bongkar Pesta Sabu di Bangka Selatan
Kementan: Indah Megahwati Korupsi Rp27 Miliar,Terbukti dari Pengakuan dan Audit Inspektorat
Nekat Bawa Senjata Tajam Dini Hari, Dua Pengendara Motor Diciduk Polisi
Parah, Diduga Oknum Polisi di Makassar Jadi Penadah Mobil Bodong
Viral Oknum ASN Bergaya Mewah di Makassar, Ternyata Ayahnya Terpidana Korupsi di Kemenag Sulsel
Di Vonis Bebas ! Kasus Pupuk Di adukan Ke komisi III DPR RI,Amrina Minta Keadilan
Razia Balap Liar dan Knalpot Brong di Kawasan CPI, Polsek Tamalate Amankan Puluhan Kendaraan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 19:34 WITA

Polrestabes Makassar Amankan 7 Pemuda Diduga Geng Motor, Serta Dua Ketapel dan Tujuh Anak Panah

Senin, 26 Januari 2026 - 18:38 WITA

Kementan: Indah Megahwati Korupsi Rp27 Miliar,Terbukti dari Pengakuan dan Audit Inspektorat

Senin, 26 Januari 2026 - 14:35 WITA

Nekat Bawa Senjata Tajam Dini Hari, Dua Pengendara Motor Diciduk Polisi

Senin, 26 Januari 2026 - 13:48 WITA

Parah, Diduga Oknum Polisi di Makassar Jadi Penadah Mobil Bodong

Senin, 26 Januari 2026 - 11:10 WITA

Viral Oknum ASN Bergaya Mewah di Makassar, Ternyata Ayahnya Terpidana Korupsi di Kemenag Sulsel

Senin, 26 Januari 2026 - 10:29 WITA

Di Vonis Bebas ! Kasus Pupuk Di adukan Ke komisi III DPR RI,Amrina Minta Keadilan

Senin, 26 Januari 2026 - 10:13 WITA

Razia Balap Liar dan Knalpot Brong di Kawasan CPI, Polsek Tamalate Amankan Puluhan Kendaraan

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:32 WITA

Operasi Sabung Ayam, Polsek Bulukumpa Bakar Arena Sabung Ayam di Bontomangiring

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Bupati Takalar Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Publik

Senin, 26 Jan 2026 - 20:41 WITA