Kapolda Babel Serahkan Rumah Baru Korban Kebakaran Mentok
BANGKA BARAT ,DNID.co.id –Harapan baru akhirnya menyelimuti keluarga Akuan Lege setelah rumah yang hangus dilalap kebakaran kembali berdiri dan resmi diserahkan oleh Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol. Viktor T. Sihombing, Senin (13/7/2026). Rumah tersebut dibangun melalui program bedah rumah dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap warga yang tertimpa musibah.
Peresmian berlangsung di Kampung Senang Hati, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Penyerahan kunci dilakukan secara simbolis kepada Akuan Lege dan istrinya, Nia Ramayani, disaksikan jajaran Pejabat Utama Polda Babel, Forkopimda Bangka Barat, Kapolres, serta masyarakat setempat.
Rumah milik Akuan Lege sebelumnya ludes terbakar dan memaksa keluarganya kehilangan tempat tinggal. Pembangunan kembali dimulai pada 20 Juni 2026 dan kini telah rampung sehingga keluarga korban dapat kembali menempati rumah yang dinilai jauh lebih layak dibandingkan sebelumnya.
Kapolda Babel Irjen Pol. Viktor T. Sihombing menegaskan program bedah rumah bukan sekadar kegiatan seremonial peringatan HUT Bhayangkara, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial yang menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Program bedah rumah merupakan program yang sudah beberapa kali kita laksanakan, termasuk di Bangka Barat. Ini bagian dari bentuk kepedulian sosial Kepolisian bersama pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Viktor usai peresmian.
Menurut Viktor, rumah merupakan simbol rasa aman, kenyamanan, sekaligus kesejahteraan. Karena itu, perbaikan rumah tidak layak huni diyakini memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban.
“Kami memilih bedah rumah karena rumah adalah perlambang keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan. Mudah-mudahan masyarakat merasa lebih aman, nyaman, dan sejahtera sehingga ikut mendukung terjaganya kamtibmas,” katanya.
Ia mengungkapkan, hingga pertengahan 2026, Polda Babel telah membangun maupun sedang menyelesaikan sedikitnya 13 unit rumah di wilayah Bangka dan Belitung. Program tersebut berasal dari kontribusi anggota Polri serta dukungan donasi masyarakat.
“Ada 13 rumah yang sudah dan sedang berjalan. Ini merupakan wujud kepedulian seluruh anggota Polri dan donasi masyarakat. Kami berharap program ini terus berlanjut bersama pemerintah daerah agar semakin banyak warga yang terbantu,” ungkapnya.
Bagi Akuan Lege, bantuan tersebut menjadi titik balik setelah keluarganya kehilangan tempat tinggal akibat musibah kebakaran. Ia mengaku tidak menyangka rumahnya dapat dibangun kembali dengan kondisi yang lebih baik.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda dan seluruh anggota Polri atas bedah rumah yang sangat layak ini. Semoga semuanya diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas,” ujar Akuan Lege dengan haru.
Program bedah rumah yang digagas Polda Bangka Belitung menjadi bukti bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada bantuan darurat. Melalui pembangunan hunian layak, keluarga korban memperoleh kembali rasa aman, sementara kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat memperlihatkan kepedulian sosial yang diwujudkan dalam aksi nyata.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Kapolda Babel Serahkan Rumah Baru Korban Kebakaran Mentok
SENIN, 13 JULI 2026
BANGKA BARAT ,DNID.co.id –Harapan baru akhirnya menyelimuti keluarga Akuan Lege setelah rumah yang hangus dilalap kebakaran kembali berdiri dan resmi diserahkan oleh Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol. Viktor T. Sihombing, Senin (13/7/2026). Rumah tersebut dibangun melalui program bedah rumah dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap warga yang tertimpa musibah.
Peresmian berlangsung di Kampung Senang Hati, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Penyerahan kunci dilakukan secara simbolis kepada Akuan Lege dan istrinya, Nia Ramayani, disaksikan jajaran Pejabat Utama Polda Babel, Forkopimda Bangka Barat, Kapolres, serta masyarakat setempat.
Rumah milik Akuan Lege sebelumnya ludes terbakar dan memaksa keluarganya kehilangan tempat tinggal. Pembangunan kembali dimulai pada 20 Juni 2026 dan kini telah rampung sehingga keluarga korban dapat kembali menempati rumah yang dinilai jauh lebih layak dibandingkan sebelumnya.
Kapolda Babel Irjen Pol. Viktor T. Sihombing menegaskan program bedah rumah bukan sekadar kegiatan seremonial peringatan HUT Bhayangkara, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial yang menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
"Program bedah rumah merupakan program yang sudah beberapa kali kita laksanakan, termasuk di Bangka Barat. Ini bagian dari bentuk kepedulian sosial Kepolisian bersama pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan," ujar Viktor usai peresmian.
Menurut Viktor, rumah merupakan simbol rasa aman, kenyamanan, sekaligus kesejahteraan. Karena itu, perbaikan rumah tidak layak huni diyakini memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban.
"Kami memilih bedah rumah karena rumah adalah perlambang keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan. Mudah-mudahan masyarakat merasa lebih aman, nyaman, dan sejahtera sehingga ikut mendukung terjaganya kamtibmas," katanya.
Ia mengungkapkan, hingga pertengahan 2026, Polda Babel telah membangun maupun sedang menyelesaikan sedikitnya 13 unit rumah di wilayah Bangka dan Belitung. Program tersebut berasal dari kontribusi anggota Polri serta dukungan donasi masyarakat.
"Ada 13 rumah yang sudah dan sedang berjalan. Ini merupakan wujud kepedulian seluruh anggota Polri dan donasi masyarakat. Kami berharap program ini terus berlanjut bersama pemerintah daerah agar semakin banyak warga yang terbantu," ungkapnya.
Bagi Akuan Lege, bantuan tersebut menjadi titik balik setelah keluarganya kehilangan tempat tinggal akibat musibah kebakaran. Ia mengaku tidak menyangka rumahnya dapat dibangun kembali dengan kondisi yang lebih baik.
"Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda dan seluruh anggota Polri atas bedah rumah yang sangat layak ini. Semoga semuanya diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas," ujar Akuan Lege dengan haru.
Program bedah rumah yang digagas Polda Bangka Belitung menjadi bukti bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada bantuan darurat. Melalui pembangunan hunian layak, keluarga korban memperoleh kembali rasa aman, sementara kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat memperlihatkan kepedulian sosial yang diwujudkan dalam aksi nyata.