Inilah Daftar 10 Provinsi dengan Kualitas Udara Terburuk di Indonesia

Makassar,DNID.co.id – Kualitas Udara di Kalimantan Tengah hari ini terburuk di Indonesia. Berdasarkan halaman Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Rabu (14/10/26) pukul 08.00 WIB terungkap bahwa indeks kualitas udara di Kalimantan Tengah sebesar 1300.

Menurut Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara KLHK, ISPU merupakan angka tanpa satuan yang digunakan untuk menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu dan didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika, dan makhluk hidup lainnya.

Perhitungan ISPU berdasarkan hasil pengukuran tujuh parameter pencemar udara yakni PM10, PM2.5, NO2, SO2, CO, O3, dan HC. Pengukuran parameter pencemar udara tersebar di 72 stasiun di berbagai daerah.

Berdasarkan Permen LHK No. 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara, ISPU pada rentang 0-50 memiliki kualitas udara baik, rentang 51-100 berarti kualitas udara sedang, dan rentang 101-200 kualitas udara tidak sehat yang bersifat merugikan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Berikutnya, kualitas udara sangat tidak sehat pada rentang 201-300 dapat meningkatkan risiko kesehatan pada kelompok sensitif. Sementara, kualitas udara berbahaya pada rentang lebih dari 300 dapat merugikan kesehatan secara serius dan perlu penanganan cepat.

Di bawah Kalimantan Tengah, ada Kalimantan Selatan yang menempati posisi kedua terburuk di Indonesia dengan indeks kualitas udara 622. Kemudian, di posisi ketiga ada Sumatera Selatan dengan indeks kualitas udara 477.

Ini artinya, ketiga provinsi teratas memiliki kualitas udara berbahaya.

Berikut daftar 10 Provinsi dengan indeks Kualitas Udara Terburuk di Indonesia hari ini Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB, dilansir dari databoks.katadata.

1. Kalimantan Tengah: 1300
2. Kalimantan Selatan: 622
3. Sumatera Selatan: 477
4. Jambi: 411
5. Kalimantan Barat: 375
6. Sulawesi Tengah: 305
7. Riau: 273
8. Sulawesi Utara: 198
9. Kalimantan Timur: 185
10. Sumatera Barat: 182​

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 14 Oktober 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Rilis

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Pemprov Sulsel Percantik Jalan Burung – Burung dan Bili – Bili Gowa
Peremajaan Sawit Dimulai di Wawondula, Petani Morut Menaruh Harapan pada PSR
Pemkot Makassar Turun ke Sekolah, Lindungi Siswa dari Ancaman Kabut Asap
6,7 Ton Pasir Timah Diamankan di Belitung, Polisi Buru Sopir dan Pemilik Gudang
Bupati Bantaeng Bagikan Masker di SD Negeri 7 Letta
Nama Hari Saputra Muncul dalam Dua Perkara, Begini Status Hukumnya
Dipergoki Suami NR, Kedatangan Yanto pada Malam Hari Jadi Pertanyaan
Expo UMKM Haji 2026 Digelar di Gowa,  Peluang Tingkatkan Perputaran Ekonomi Masyarakat
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Pemprov Sulsel Percantik Jalan Burung – Burung dan Bili – Bili Gowa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:16 WITA

Peremajaan Sawit Dimulai di Wawondula, Petani Morut Menaruh Harapan pada PSR

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:51 WITA

Pemkot Makassar Turun ke Sekolah, Lindungi Siswa dari Ancaman Kabut Asap

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:50 WITA

6,7 Ton Pasir Timah Diamankan di Belitung, Polisi Buru Sopir dan Pemilik Gudang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:00 WITA

Bupati Bantaeng Bagikan Masker di SD Negeri 7 Letta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:32 WITA

Nama Hari Saputra Muncul dalam Dua Perkara, Begini Status Hukumnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Dipergoki Suami NR, Kedatangan Yanto pada Malam Hari Jadi Pertanyaan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:00 WITA

Expo UMKM Haji 2026 Digelar di Gowa,  Peluang Tingkatkan Perputaran Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru