Breaking News

Radio Player

Loading...

Gelar Rakor TPPS 2025 , Pemerintah Padang Pariaman Serius Tekan Stunting

Selasa, 15 Juli 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis

Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis

Parit Malintang, DNID SUMBAR – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tahun 2025 di Parit Malintang, Senin (14/7), dengan mengusung tema “Penerapan Strategi Quick Wins dalam Rangka Percepatan Penurunan Prevalensi Keluarga Berisiko Stunting di Padang Pariaman.”

Rakor ini turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, Mardalena Wati, yang juga bertindak sebagai narasumber utama.

Dalam sambutannya, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis menegaskan bahwa rakor ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam upaya menurunkan angka stunting, meskipun data terakhir menunjukkan angka prevalensi stunting masih tergolong tinggi, yaitu 26,6 persen, dengan 957 keluarga berisiko stunting (KRS).

ads

“Pencegahan stunting tak cukup hanya lewat seremoni. Harus nyata di lapangan, sampai ke tingkat terendah—korong dan nagari. Semua pengetahuan dan strategi harus diteruskan hingga ke masyarakat. Ini pekerjaan bersama,” tegas Bupati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati JKA juga mengingatkan bahwa tingginya angka stunting bukan menjadi alasan untuk menyerah, tetapi justru menjadi dasar dalam mencari solusi dan langkah mitigasi yang lebih tepat sasaran.

Stunting Bukan Hanya Soal Gizi

Disampaikan pula bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masalah sosial dan ekonomi. Dampaknya bersifat jangka panjang—menghambat tumbuh kembang anak, menurunkan produktivitas, bahkan memengaruhi kesejahteraan bangsa.

“Stunting itu mempengaruhi masa depan anak-anak kita. Kalau tidak ditangani secara serius, kita akan kehilangan generasi yang seharusnya menjadi kekuatan Indonesia Emas 2045,” ujar JKA.

Lima Quick Wins BKKBN

Rakor ini juga menjadi ajang menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Pemerintah pusat melalui BKKBN RI telah menetapkan lima program prioritas (Quick Wins) sebagai strategi nasional percepatan penurunan stunting, yakni:

Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) melibatkan OPD dan pihak terkait menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.

Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) – penyediaan daycare unggulan untuk keluarga, khususnya ibu bekerja.

Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) – mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan anak sejak dini.

Lansia Berdaya (Sidaya) – memastikan lansia tetap aktif, sehat, dan berkontribusi dalam keluarga.

Super Apps tentang Keluarga (Layanan Keluarga Indonesia) – penguatan layanan informasi berbasis teknologi.

“Kelima quick wins ini mustahil tercapai tanpa kolaborasi semua pihak” ujar Bupati.

Dukungan TP-PKK, GOW, dan DWP

Bupati juga mengapresiasi peran aktif Ibu Ketua TP-PKK, Ketua GOW, dan Ketua DWP Padang Pariaman yang telah terlibat dalam berbagai kegiatan pengasuhan, edukasi remaja, dan kampanye hidup sehat, termasuk melalui pendekatan Duta GenRe (Generasi Berencana).

“Langkah kecil ini adalah bagian dari upaya besar membangun keluarga berkualitas menuju Indonesia Maju. Semua pihak harus bergerak—termasuk tokoh masyarakat, wali nagari, dan kader-kader lapangan,” ucapnya.

Quick Wins Harus Terlihat dan Terasa

Menutup arahannya, Bupati JKA menegaskan bahwa outcome dari strategi Quick Wins harus nyata dan dirasakan masyarakat.

Pemerintah pusat menargetkan angka stunting nasional turun menjadi 14 persen pada tahun 2024. Padang Pariaman, melalui berbagai inovasi dan pendekatan lokal, berkomitmen kuat untuk turut mewujudkan target nasional tersebut

Simpan Gambar:

Penulis : Al Nahyan

Editor : Red Sumbar

Sumber Berita : Dinas Kominfo Padang Pariaman

Berita Terkait

Pasien Diduga Terlantar Saat Asyik Rayakan HUT-36 RS Lanto Dg. Pasewang Jeneponto
Tingkatkan Perekonomian Warga, Dapur SPPG 02 Gedong Jaktim Bekerjasama dengan Petani Lokal
Miris Klinik di Bantaeng Diduga Malpraktek, Dua Pasien Asal Jeneponto Keracunan Obat
RSUD Camba Resmi Beroperasi, Warga Dataran Tinggi Maros Tak Perlu Lagi ke Pusat Kota
LKC Dompet Dhuafa Sulsel Laksanakan Sharing Session dan Learning Program Pos Gizi Humia
LKC Dompet Dhuafa Sulsel laksanakan Pemeriksaan IVA Test dan SADARI
Dari Penanaman Bawang hingga Peluncuran GENTING, Wagub Sulsel Kunjungi Enrekang
Terlambat 1 Menit, Pasien BPJS Ditolak Berobat dan Diintimidasi Oknum Nakes PKM Bontomarannu Gowa
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:54 WITA

Pasien Diduga Terlantar Saat Asyik Rayakan HUT-36 RS Lanto Dg. Pasewang Jeneponto

Minggu, 11 Januari 2026 - 07:41 WITA

Tingkatkan Perekonomian Warga, Dapur SPPG 02 Gedong Jaktim Bekerjasama dengan Petani Lokal

Kamis, 1 Januari 2026 - 19:39 WITA

Miris Klinik di Bantaeng Diduga Malpraktek, Dua Pasien Asal Jeneponto Keracunan Obat

Rabu, 31 Desember 2025 - 17:30 WITA

RSUD Camba Resmi Beroperasi, Warga Dataran Tinggi Maros Tak Perlu Lagi ke Pusat Kota

Jumat, 26 Desember 2025 - 17:26 WITA

LKC Dompet Dhuafa Sulsel Laksanakan Sharing Session dan Learning Program Pos Gizi Humia

Senin, 22 Desember 2025 - 14:22 WITA

LKC Dompet Dhuafa Sulsel laksanakan Pemeriksaan IVA Test dan SADARI

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:37 WITA

Dari Penanaman Bawang hingga Peluncuran GENTING, Wagub Sulsel Kunjungi Enrekang

Sabtu, 13 Desember 2025 - 16:29 WITA

Terlambat 1 Menit, Pasien BPJS Ditolak Berobat dan Diintimidasi Oknum Nakes PKM Bontomarannu Gowa

Berita Terbaru

Keagamaan

Kepala KUA Sekarang Boleh Diisi Penyuluh Agama Islam, Ini Alasannya

Selasa, 27 Jan 2026 - 12:01 WITA