Miris Klinik di Bantaeng Diduga Malpraktek, Dua Pasien Asal Jeneponto Keracunan Obat
Dnid.co.id, Jeneponto – Dua orang warga asal Kabupaten Jeneponto diduga menjadi korban malpraktek yang dilakukan seorang dokter yang bertugas di sebuah klinik di Bantaeng.
Kedua warga tersebut, yakni perempuan bernama Ana dan pria bernama Kaning.
Dugaan malpraktek itu muncul setelah pihak keluarga bersuara. Salah satu paman Ana, Abu (31) yang dikonfirmasi menerangkan bahwa ponakannya bersama tiga orang lain berangkat dari Jeneponto ke Bantaeng untuk periksa di sebuah klinik.
“Mereka kesana 3 hari yang lalu atau sekitar (Minggu 28 Desember 2025) bersama keluarga dan ada empat orang yang diperiksa,” kata Abu pada Kamis (01/01/2026).
Dia menambahkan, saat itu dua orang bersamaan masuk ke dalam ruangan dokter Agus. Setibanya di dalam ponakannya tidak diperiksa melainkan hanya ditanya berapa gula saat dicek terakhir kalinya.
“Tanpa dicek atau dipriksa, langsung dikasih obat, entah obat apalah. Terus dua hari kemudian (subuh) ponakannya dilihat oleh suaminya dalam keadaan tidak sadar, berbusa mulut nya besar asumsi kami faktor dari obat karena tidak ada pemeriksaan oleh dokter Agus itu,” bebernya.
Abu menyayangkan sikap dokter yang tidak melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum memberikan obat. “Tidak tahu apakah gulanya sudah turun, baru langsung dikasih obat penurun gula oleh dokter,” ungkapnya.
Akibat tidak sadarkan diri dan keluar busa di mulutnya membuat keluarga panik dan membawa Ana ke rumah sakit Bantaeng untuk dilakukan pemeriksaan mendalam.
“Saat ini tengah dirawat di rumah sakit Bantaeng dari kemarin pagi setelah diberikan obat oleh klinik tersebut,” terangnya.
Bukan hanya itu, Kaning yang bersamaan Ana masuk ke ruangan dokter tersebut mengaku ada yang berbeda pasca dari klinik.
“Kaning juga mengalami kelainan setelah pulang dari klinik itu,” tambahnya.
Pihak keluarga rencana akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian terkait kasus tersebut.
“Kami akan melaporkan kejadian ini ke polisi karena ada dua Korban Ana dan Kaning (80),” tegasnya.
Hingga Saat ini Kami Sementara Mengupayakan Konfirmasi Pihak Kepala Klinik Tersebut.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Miris Klinik di Bantaeng Diduga Malpraktek, Dua Pasien Asal Jeneponto Keracunan Obat
KAMIS, 1 JANUARI 2026
Dnid.co.id, Jeneponto - Dua orang warga asal Kabupaten Jeneponto diduga menjadi korban malpraktek yang dilakukan seorang dokter yang bertugas di sebuah klinik di Bantaeng.
Kedua warga tersebut, yakni perempuan bernama Ana dan pria bernama Kaning.
Dugaan malpraktek itu muncul setelah pihak keluarga bersuara. Salah satu paman Ana, Abu (31) yang dikonfirmasi menerangkan bahwa ponakannya bersama tiga orang lain berangkat dari Jeneponto ke Bantaeng untuk periksa di sebuah klinik.
"Mereka kesana 3 hari yang lalu atau sekitar (Minggu 28 Desember 2025) bersama keluarga dan ada empat orang yang diperiksa," kata Abu pada Kamis (01/01/2026).
Dia menambahkan, saat itu dua orang bersamaan masuk ke dalam ruangan dokter Agus. Setibanya di dalam ponakannya tidak diperiksa melainkan hanya ditanya berapa gula saat dicek terakhir kalinya.
"Tanpa dicek atau dipriksa, langsung dikasih obat, entah obat apalah. Terus dua hari kemudian (subuh) ponakannya dilihat oleh suaminya dalam keadaan tidak sadar, berbusa mulut nya besar asumsi kami faktor dari obat karena tidak ada pemeriksaan oleh dokter Agus itu," bebernya.
Abu menyayangkan sikap dokter yang tidak melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum memberikan obat. "Tidak tahu apakah gulanya sudah turun, baru langsung dikasih obat penurun gula oleh dokter," ungkapnya.
Akibat tidak sadarkan diri dan keluar busa di mulutnya membuat keluarga panik dan membawa Ana ke rumah sakit Bantaeng untuk dilakukan pemeriksaan mendalam.
"Saat ini tengah dirawat di rumah sakit Bantaeng dari kemarin pagi setelah diberikan obat oleh klinik tersebut," terangnya.
Bukan hanya itu, Kaning yang bersamaan Ana masuk ke ruangan dokter tersebut mengaku ada yang berbeda pasca dari klinik.
"Kaning juga mengalami kelainan setelah pulang dari klinik itu," tambahnya.
Pihak keluarga rencana akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian terkait kasus tersebut.
"Kami akan melaporkan kejadian ini ke polisi karena ada dua Korban Ana dan Kaning (80)," tegasnya.
Hingga Saat ini Kami Sementara Mengupayakan Konfirmasi Pihak Kepala Klinik Tersebut.