Breaking News

Radio Player

Loading...

Braza, Siswa 11 Tahun, Tampilkan Silat Daerah di Pesta Pernikahan 

Minggu, 19 Oktober 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Tanggamus DNID MEDIALAMPUNG — Suasana pernikahan pasangan Sugara dan Titin di Pekon Air Bakoman, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, berlangsung meriah dan sarat kebersamaan. Salah satu momen paling menarik perhatian tamu undangan adalah penampilan Braza, siswa kelas 4 Sekolah Dasar, yang dengan penuh percaya diri mempersembahkan silat daerah “Kuntau Pagaruyung Laskar Kincir Angin” di bawah bimbingan Guru Besar Kuntau, Hadi Asni W., pada Minggu (19 Oktober 2025).

 

Gerakan Braza yang lincah, tegas, dan berirama membuat para tamu berdecak kagum. Meskipun masih duduk di bangku SD, penampilannya mencerminkan hasil latihan yang disiplin serta semangat tinggi dalam melestarikan seni bela diri tradisional.

ads

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya Braza, penampilan juga dimeriahkan oleh Aswan, Afan, dan Ican, yang merupakan murid-murid binaan Hadi Asni W. Mereka turut menampilkan atraksi silat daerah dengan gaya khas dan kekompakan yang memukau penonton. Puncak penampilan semakin menarik saat Guru Besar Hadi Asni W. sendiri ikut menunjukkan jurus-jurus khas Kuntau Pagaruyung Laskar Kincir Angin dengan penuh kharisma dan ketenangan seorang pendekar sejati.

 

Suasana pun menjadi semakin hidup — tepuk tangan dan sorakan kagum dari para tamu undangan mengiringi setiap gerakan silat yang ditampilkan di tengah halaman pesta pernikahan.

 

Guru Besar Kuntau, Hadi Asni W., menyampaikan rasa bangganya atas semangat dan keberanian para muridnya, terutama karena mereka mampu tampil di hadapan masyarakat dengan membawa nilai-nilai luhur bela diri daerah.

 

“Saya sangat bangga dengan anak-anak didik saya seperti Braza, Aswan, Afan, dan Ican. Mereka menunjukkan mental kuat, disiplin, serta rasa tanggung jawab sebagai penerus seni bela diri daerah. Kuntau bukan hanya tentang bela diri, tetapi juga tentang membentuk karakter, sopan santun, dan kedisiplinan,” ujar Hadi Asni W.

 

Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata pelestarian budaya lokal agar tetap hidup di tengah arus modernisasi. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang mau belajar dan mengenal seni bela diri tradisional sebagai bagian dari identitas bangsa.

 

Penampilan para murid dan Guru Besar Hadi Asni W. mendapat sambutan meriah dari tamu undangan. Banyak yang terkesan dengan keindahan gerakan silat, kekompakan para peserta, serta keberanian mereka tampil tanpa rasa gugup.

 

Pihak keluarga pengantin, Sugara dan Titin, juga memberikan apresiasi tinggi kepada Guru Besar Hadi Asni W. beserta para muridnya.

 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Guru Besar Hadi Asni W. dan anak-anak didiknya. Penampilan mereka membuat suasana pernikahan kami semakin semarak dan berkesan,” ujar perwakilan keluarga.

 

Penampilan Braza, Aswan, Afan, Ican, serta Guru Besar Hadi Asni W. menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap budaya dapat tumbuh sejak dini. Dengan bimbingan seorang guru besar yang berdedikasi, seni bela diri Kuntau Pagaruyung Laskar Kincir Angin akan terus hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Tanggamus. (MT)

Simpan Gambar:

Penulis : MT

Editor : RA

Berita Terkait

Energi Stabil untuk Ekonomi Rendah Karbon
Transformasi Strategis Sektor Energi Nuklir dalam Era Artificial Intelligence
Sinergi Nuklir dan EBT: Menambal Celah Intermitensi demi Kedaulatan Energi
PLTN Untuk Generasi Muda: Peluang Karier Baru yang Jarang Dibahas
Asia Tenggara Masuki Era Nuklir Jangan Sampai Indonesia Hanya Jadi Penonton
Apa yang Akan Kita Wariskan? Asap, atau Cahaya?
Pemekaran Provinsi Luwu Raya: Antara Janji Sejarah dan Legitimasi Elit Politik Sulawesi Selatan
Relevansi Energi Nuklir bagi Konservasi Alam
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:29 WITA

Energi Stabil untuk Ekonomi Rendah Karbon

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:25 WITA

Transformasi Strategis Sektor Energi Nuklir dalam Era Artificial Intelligence

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:22 WITA

Sinergi Nuklir dan EBT: Menambal Celah Intermitensi demi Kedaulatan Energi

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:15 WITA

PLTN Untuk Generasi Muda: Peluang Karier Baru yang Jarang Dibahas

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:00 WITA

Asia Tenggara Masuki Era Nuklir Jangan Sampai Indonesia Hanya Jadi Penonton

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:31 WITA

Apa yang Akan Kita Wariskan? Asap, atau Cahaya?

Senin, 5 Januari 2026 - 22:18 WITA

Pemekaran Provinsi Luwu Raya: Antara Janji Sejarah dan Legitimasi Elit Politik Sulawesi Selatan

Senin, 5 Januari 2026 - 16:36 WITA

Relevansi Energi Nuklir bagi Konservasi Alam

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Gerak Cepat Resmob Polres Luwu,Tiga Pelaku Curat Akhirnya Diringkus

Selasa, 27 Jan 2026 - 19:20 WITA