Breaking News

Radio Player

Loading...

Waspada Serangan Deman Berdarah Dengue “DBD” Dimusim Hujan

Selasa, 24 Desember 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

DNID Jakarta. Tak banyak orang punya risiko tinggi digigit nyamuk. Beberapa orang justru punya potensi digigit nyamuk yang lebih besar dibanding yang lain.

Musim penghujan merupakan waktunya bersiap untuk menghalau gigitan nyamuk, termasuk di antaranya nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD).

Dalam beberapa waktu terakhir, kabar mengenai tingginya kasus DBD telah mewarnai berbagai pemberitaan. Sejumlah daerah tengah bejibaku mengatasi wabah DBD yang bisa muncul saban musim hujan.

ads

Angka penyebaran penyakit DBD di tanah air terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilansir dari berbagai sumber, Minggu (22/12/24), berikut sederet tanda orang yang lebih berisiko terkena gigitan nyamuk, antara lain:

1. Punya golongan darah O dan AB

Nyatanya, nyamuk pilih-pilih mangsa. Hewan ini lebih suka pemilik golongan darah tertentu.

Penelitian menemukan bahwa nyamuk Macan Asia atau Aedes albopictus lebih menyukai orang dengan golongan darah tipe O. Sedangkan nyamuk rawa atau Anopheles gambiae suka dengan orang golongan darah tipe AB.

2. Sering mengembuskan napas

Nyamuk dapat merasakan karbon dioksida dari jarak jauh. Semakin banyak embusan napas, semakin menarik perhatian si nyamuk. Nyamuk dapat melihat manusia dari jarak 5 hingga 15 meter, sehingga mudah bagi mereka menemukan keberadaan manusia.

Jika Anda termasuk orang yang punya badan besar dan embusan napas yang lebih banyak, besar kemungkinan untuk lebih sering terkena gigitan nyamuk.

3. Tubuh yang panas

Nyamuk betina juga tertarik pada orang yang punya suhu tubuh panas. Mereka akan gesit mencari sumber panas dan menghinggapinya.

Hal ini sering terjadi jika Anda berolahraga di luar ruangan dan keluar pada hari yang panas.

4. Tubuh berkeringat

Nyamuk punya banyak keahlian. Salah satunya bisa mengendus keringat manusia. Mereka tertarik pada asam laktat, amonia, dan senyawa lainnya yang ada pada keringat manusia.

5. Tubuh dengan bakteri tertentu

Sejumlah bakteri secara alami hidup di kulit manusia. Bakteri ini menciptakan aroma yang khas saat bercampur dengan keringat.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis dan jumlah bakteri pada kulit seseorang jadi penentu seberapa banyak gigitan nyamuk yang mereka dapatkan.

Nyamuk lebih suka hinggap pada pergelangan kaki dan telapak kaki. Area tersebut adalah area yang cocok untuk pertumbuhan bakteri.

6. Ibu hamil

Ternyata kehamilan menarik beberapa spesies nyamuk. Sebuah penelitian di Afrika pada tahun 2000 menemukan bahwa nyamuk dua kali lebih banyak tertarik pada ibu hamil dibandingkan dengan orang yang tidak hamil.

Peneliti percaya, hal ini terjadi karena ibu hamil biasanya mengembuskan napas 21 persen lebih banyak daripada orang yang tidak hamil.

Kondisi tubuh ibu hamil, khususnya bagian perut, juga satu derajat lebih hangat daripada orang yang tidak hamil.

7. Memakai pakaian gelap

Jika Anda memenuhi semua tanda di atas, jangan gunakan pakaian gelap. Faktanya, nyamuk lebih mudah melihat warna-warna gelap.

Pilih warna yang lebih lembut seperti pastel, krem, atau bahkan putih untuk menurunkan risiko gigitan nyamuk.

Demikian beberapa tanda orang yang lebih berisiko digigit nyamuk. Singkirkan barang-barang tidak terpakai dan selalu bersihkan permukaan dari genangan air. Cara ini bisa membantu mencegah nyamuk berkembang biak

Simpan Gambar:

Editor : Alfiano

Sumber Berita : Redaksi

Berita Terkait

Pasien Diduga Terlantar Saat Asyik Rayakan HUT-36 RS Lanto Dg. Pasewang Jeneponto
Tingkatkan Perekonomian Warga, Dapur SPPG 02 Gedong Jaktim Bekerjasama dengan Petani Lokal
Miris Klinik di Bantaeng Diduga Malpraktek, Dua Pasien Asal Jeneponto Keracunan Obat
RSUD Camba Resmi Beroperasi, Warga Dataran Tinggi Maros Tak Perlu Lagi ke Pusat Kota
LKC Dompet Dhuafa Sulsel Laksanakan Sharing Session dan Learning Program Pos Gizi Humia
LKC Dompet Dhuafa Sulsel laksanakan Pemeriksaan IVA Test dan SADARI
Dari Penanaman Bawang hingga Peluncuran GENTING, Wagub Sulsel Kunjungi Enrekang
Terlambat 1 Menit, Pasien BPJS Ditolak Berobat dan Diintimidasi Oknum Nakes PKM Bontomarannu Gowa
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:54 WITA

Pasien Diduga Terlantar Saat Asyik Rayakan HUT-36 RS Lanto Dg. Pasewang Jeneponto

Minggu, 11 Januari 2026 - 07:41 WITA

Tingkatkan Perekonomian Warga, Dapur SPPG 02 Gedong Jaktim Bekerjasama dengan Petani Lokal

Kamis, 1 Januari 2026 - 19:39 WITA

Miris Klinik di Bantaeng Diduga Malpraktek, Dua Pasien Asal Jeneponto Keracunan Obat

Rabu, 31 Desember 2025 - 17:30 WITA

RSUD Camba Resmi Beroperasi, Warga Dataran Tinggi Maros Tak Perlu Lagi ke Pusat Kota

Jumat, 26 Desember 2025 - 17:26 WITA

LKC Dompet Dhuafa Sulsel Laksanakan Sharing Session dan Learning Program Pos Gizi Humia

Senin, 22 Desember 2025 - 14:22 WITA

LKC Dompet Dhuafa Sulsel laksanakan Pemeriksaan IVA Test dan SADARI

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:37 WITA

Dari Penanaman Bawang hingga Peluncuran GENTING, Wagub Sulsel Kunjungi Enrekang

Sabtu, 13 Desember 2025 - 16:29 WITA

Terlambat 1 Menit, Pasien BPJS Ditolak Berobat dan Diintimidasi Oknum Nakes PKM Bontomarannu Gowa

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Bupati Takalar Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Publik

Senin, 26 Jan 2026 - 20:41 WITA