Di Tengah Duka Warga Bone, Menteri Andi Amran Turun Langsung ke Panyula dan Langsung Soroti Kondisi Sungai
Bone, DNID.co.id — Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, turun langsung meninjau lokasi banjir di Kelurahan Panyula dan Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Senin, (10/5/2026).
Dalam kunjungan itu, pemerintah pusat memastikan percepatan penanganan dampak banjir, mulai dari normalisasi sungai hingga penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak.
Di hadapan masyarakat yang masih bertahan di tengah kondisi pascabanjir, Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah menemukan adanya pendangkalan sungai cukup parah yang diduga menjadi salah satu penyebab utama meluapnya air saat hujan deras mengguyur Kabupaten Bone.
“Kami datang langsung mewakili pemerintah melihat kenapa terjadi banjir. Ternyata terjadi pendangkalan sungai yang cukup panjang. Insyaallah satu minggu kita selesaikan,” tegas Amran saat meninjau lokasi banjir.
Menurut Mentan, penanganan sungai di kawasan Panyula menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan akan dikerjakan melalui kolaborasi lintas sektor agar banjir serupa tidak kembali terjadi.
Dia juga mengaku menerima laporan adanya korban meninggal dunia dan warga sakit akibat bencana yang melanda kawasan tersebut.
“Kami terima laporan kemarin bahwa di Panyula, Bone, Sulawesi Selatan, ada bencana. Ada korban meninggal dunia, ada yang sakit dan seterusnya,” ujarnya.
Selain memastikan percepatan normalisasi sungai, pemerintah pusat turut membawa bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar untuk masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Bone.
Sebanyak 33 truk bantuan logistik berisi beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya langsung disalurkan ke sejumlah titik terdampak.
“Ada bantuan sembako, ada beras, ada minyak goreng dan lain-lain kita serahkan hari ini sebanyak 33 truk,” ungkap Amran.
Dalam agenda tersebut, Menteri Pertanian juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia akibat banjir. Dua korban diketahui bernama Naima (80) dan Muhammad Arsyah (5). Masing-masing keluarga korban menerima bantuan santunan sebesar Rp50 juta.
Suasana haru pecah saat penyerahan bantuan dilakukan. Sejumlah keluarga korban dan warga tidak mampu menahan tangis ketika Menteri Pertanian menyampaikan belasungkawa secara langsung.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi musibah ini,” katanya.
Kedatangan Menteri Pertanian di lokasi banjir disambut langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Bupati Bone Andi Asman Sulaiman serta masyarakat terdampak yang sejak beberapa hari terakhir menghadapi genangan dan lumpur sisa banjir.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap masyarakat Bone yang terdampak banjir besar.
Menurutnya, kehadiran langsung Menteri Pertanian menjadi bentuk kepedulian nyata pemerintah kepada warga yang sedang menghadapi musibah.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Bone, kami menyampaikan terima kasih atas perhatian besar pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kehadiran langsung Bapak Menteri menjadi semangat dan harapan baru bagi masyarakat kami yang sedang terdampak bencana,” ujar Andi Asman Sulaiman.
Bupati Bone menegaskan pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait terus bergerak melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak banjir, termasuk distribusi bantuan, pembersihan wilayah permukiman warga, hingga percepatan pemulihan pasca banjir.
“Kami bersama TNI, Polri, BPBD, relawan, dan seluruh pihak terkait terus bekerja di lapangan. Fokus kami saat ini memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi sekaligus mempercepat pemulihan wilayah terdampak,” katanya.
Ia juga berharap normalisasi sungai yang dijanjikan pemerintah pusat dapat segera direalisasikan karena selama ini masyarakat kerap mengeluhkan sedimentasi dan pendangkalan sungai di kawasan Panyula.
“Permasalahan sungai ini memang sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Kami berharap langkah cepat pemerintah pusat bisa menjadi solusi agar banjir seperti ini tidak kembali terjadi,” tambahnya.
Banjir besar yang melanda Kabupaten Bone terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih delapan jam tanpa henti. Debit air meningkat drastis hingga merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter hingga dua meter.
Kelurahan Panyula dan Kelurahan Bajoe menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah. Aktivitas masyarakat sempat lumpuh total dan banyak warga terpaksa mengungsi demi menyelamatkan diri.
Di tengah kondisi tersebut, kehadiran pemerintah pusat dinilai memberi harapan baru bagi masyarakat yang sedang berjuang bangkit dari bencana.
Warga berharap percepatan normalisasi sungai dan pemulihan infrastruktur dapat segera terealisasi agar ancaman banjir tidak terus menghantui kawasan permukiman mereka setiap musim hujan.
























