Tiga Oknum Polda-Polres Barru Diduga Peras Pemuda Puluhan Juta Usai Dituduh Terlibat Narkoba

Ilustrasi Polisi. (dok:istimewa)

Ilustrasi Polisi. (dok:istimewa)

Makassar, DNID.co.id – Dugaan praktik pemerasan kembali mencoreng institusi kepolisian di Sulawesi Selatan (Sulsel). Kali ini, seorang pemuda di Kota Makassar diduga menjadi korban pemerasan oleh oknum polisi yang disebut bertugas di Polda Sulsel dan Polres Barru.

Pemuda bernama Dandi (26) mengaku diamankan oleh sejumlah pria yang mengaku berasal dari Polda Sulsel dan Polres Barru pada Kamis (7/5/2026) sore di Jalan Pannampu Lorong 2, Kota Makassar.

“Saya duduk sama teman-temanku di Jalan Pannampu Lorong 2, tiba-tiba datang 5 orang. Setahuku 3 ji polisi yang mengaku dari Polres Barru dan Polda, na suruh ka ikut ke motornya. Katanya ada penunjukan saya waktu hari Senin di Barru,” ujar Dandi kepada DNID, Jumat (9/5/2026).

Setelah diamankan, Dandi mengaku dibawa ke salah satu rumah di kawasan Asrama Polisi (Aspol) Jalan Toddopuli dan ditahan selama satu malam.

“Saya diamankan satu malam di Jalan Toddopuli Asrama Aspol, nabilang ‘ada penunjukanmu dari Barru waktu hari Senin’. Saya bilang tidak menjual ka saya Pak,” katanya.

Dandi membantah terlibat dalam peredaran narkoba sebagaimana tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia juga mengaku tidak mengetahui barang bukti maupun sopir asal Maccini yang disebut-sebut telah diamankan di Barru.

“Saya tidak tahu soal foto barang bukti itu dan sopir yang ditangkap di Barru. Saya juga sudah tidak menjual sabu,” tambahnya.

Sementara itu, istri Dandi, Aliah (20), mengaku diminta menyiapkan sejumlah uang agar suaminya bisa dibebaskan. Uang tersebut kemudian diserahkan kepada seorang pria yang disebut bernama “Pak Gala”, yang diduga merupakan cepu atau informan lapangan dekat dengan aparat.

“Saya kasih uang tunai di dalam amplop, ada dua amplop, yang satu Rp10 juta dan yang satu Rp300 ribu,” ungkap Aliah.

Aliah mengaku diarahkan untuk bertemu di sekitar belokan samping Lapangan Hertasning pada Jumat sore. Di lokasi tersebut, ia menyerahkan uang kepada pria yang dimaksud.

“Saya disuruh menunggu pas di belokan samping lapangan Hertasning. Tidak lama itu ada Pak Gala yang datang, nabuka jok motornya baru na suruh simpan itu uang di jok motornya. Tapi tanteku yang temanika na serahkan langsung ke tangannya Pak Gala itu uang lalu Pak Gala simpan di jok motornya,” jelasnya.

Tak lama setelah uang diserahkan, Aliah menyebut pria tersebut langsung melakukan panggilan telepon kepada pihak yang menahan suaminya. Beberapa saat kemudian, Dandi dibebaskan.

“Setelah saya serahkan uang, Pak Gala menelpon untuk konfirmasi bahwa uang sudah diterima dan tak lama kemudian dibawa keluar suamiku oleh Banpol lainnya,” katanya.

Aliah mengaku sangat keberatan atas dugaan praktik tersebut. Ia menilai suaminya tidak memiliki kaitan dengan barang bukti maupun kasus yang disebutkan oleh oknum aparat.

“Seandainya saya tidak menyerahkan uang senilai Rp10.300.000, dia tidak bawa keluar suamiku,” tegas Aliah.

“Dia tuduh ada barang bukti dan sopir yang ditangkap, padahal suami saya tidak tahu apa-apa,” pungkas Aliah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polda Sulsel maupun Polres Barru belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan praktik pemerasan tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 9 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Arief Daeng Sunu

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta
Berita ini 704 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WITA

Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 November 2026 - 11:12 WITA

Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA