Mahasiswa KKN UIN Walisongo Turun Tangan, Layani Tiga Generasi di Posyandu Randusari
Dokumentasi kegiatan pengukuran antropometri balita oleh anggota KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang Kabinet Ananta Abhipraya Posko 165 di Desa Randusari
KENDAL – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Ke-22 Posko 165 Ananta Abhipraya UIN Walisongo Semarang turun langsung menyukseskan pelayanan Posyandu di Desa Randusari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal. Kegiatan layanan kesehatan ini menyasar tiga kelompok rentan sekaligus, yakni balita, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia).
Pelayanan Posyandu ini digelar secara bergilir di tiga titik selama tiga hari berturut-turut, mulai 4 hingga 6 Agustus 2026. Rangkaian pelayanan dimulai dari Pos Melati 1 di Dusun Banjar Kidul, dilanjutkan ke Pos Melati 2 di Balong, dan ditutup di Pos Melati 3 di Banjar Lor.
Di lapangan, para mahasiswa KKN yang mengenakan rompi merah tampak sigap membantu kader Posyandu. Mereka terlibat aktif dalam berbagai tahapan pemeriksaan dasar, seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga pencatatan medis warga.
Suasana hangat dan kekeluargaan mewarnai pelayanan di setiap pos. Anak-anak balita tampak antusias saat diukur tinggi dan berat badannya oleh mahasiswa. Sementara itu, pelayanan bagi lansia dan ibu hamil dilakukan dengan santai, di mana para kader dan mahasiswa duduk lesehan berbaur bersama warga sambil berbincang dan mencatat hasil kesehatan.
Bidan Desa Randusari, Ibu Ani, mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan rutin. “Kesehatan itu investasi seumur hidup; mulai dari dalam kandungan, masa pertumbuhan balita, hingga masa tua yang bahagia,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi Kesehatan Lingkungan KKN Posko 165, Azki, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pelajaran berharga bagi mahasiswa. “Dari Posyandu ini, kami belajar tata cara menjaga kesehatan lintas generasi. Mulai dari pentingnya memantau tekanan darah, tumbuh kembang anak, hingga pemberian vitamin untuk menjaga vitalitas di masa tua,” tuturnya.
Kolaborasi intensif selama tiga hari ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat. Pendampingan Posyandu ini merupakan salah satu program kerja unggulan bidang kesehatan KKN 165 Ananta Abhipraya, sekaligus menegaskan komitmen mahasiswa dalam mendukung pelayanan kesehatan dasar di Desa Randusari.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Turun Tangan, Layani Tiga Generasi di Posyandu Randusari
SABTU, 8 AGUSTUS 2026
KENDAL – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Ke-22 Posko 165 Ananta Abhipraya UIN Walisongo Semarang turun langsung menyukseskan pelayanan Posyandu di Desa Randusari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal. Kegiatan layanan kesehatan ini menyasar tiga kelompok rentan sekaligus, yakni balita, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia).
Pelayanan Posyandu ini digelar secara bergilir di tiga titik selama tiga hari berturut-turut, mulai 4 hingga 6 Agustus 2026. Rangkaian pelayanan dimulai dari Pos Melati 1 di Dusun Banjar Kidul, dilanjutkan ke Pos Melati 2 di Balong, dan ditutup di Pos Melati 3 di Banjar Lor.
Di lapangan, para mahasiswa KKN yang mengenakan rompi merah tampak sigap membantu kader Posyandu. Mereka terlibat aktif dalam berbagai tahapan pemeriksaan dasar, seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga pencatatan medis warga.
Suasana hangat dan kekeluargaan mewarnai pelayanan di setiap pos. Anak-anak balita tampak antusias saat diukur tinggi dan berat badannya oleh mahasiswa. Sementara itu, pelayanan bagi lansia dan ibu hamil dilakukan dengan santai, di mana para kader dan mahasiswa duduk lesehan berbaur bersama warga sambil berbincang dan mencatat hasil kesehatan.
Bidan Desa Randusari, Ibu Ani, mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan rutin. "Kesehatan itu investasi seumur hidup; mulai dari dalam kandungan, masa pertumbuhan balita, hingga masa tua yang bahagia," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi Kesehatan Lingkungan KKN Posko 165, Azki, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pelajaran berharga bagi mahasiswa. "Dari Posyandu ini, kami belajar tata cara menjaga kesehatan lintas generasi. Mulai dari pentingnya memantau tekanan darah, tumbuh kembang anak, hingga pemberian vitamin untuk menjaga vitalitas di masa tua," tuturnya.
Kolaborasi intensif selama tiga hari ini menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat. Pendampingan Posyandu ini merupakan salah satu program kerja unggulan bidang kesehatan KKN 165 Ananta Abhipraya, sekaligus menegaskan komitmen mahasiswa dalam mendukung pelayanan kesehatan dasar di Desa Randusari.