Situs Bersejarah Koba Memprihatinkan, Warga Mendesak Pemerintah Segera Bertindak Nyata
KOBA, BANGKA TENGAH, DNID.co.id — Kondisi Makam Keluarga Demang Bahamin di Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, menuai sorotan. Situs bersejarah yang menjadi salah satu jejak penting perjalanan pemerintahan Koba itu dinilai kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Pantauan langsung di lokasi menunjukkan area makam dipenuhi rerumputan dan semak belukar, sementara sejumlah bagian lingkungan makam tampak membutuhkan penataan serta pemeliharaan lebih lanjut.
Makam tersebut merupakan tempat peristirahatan keluarga Demang Bahamin, tokoh yang tercatat sebagai Demang atau administrator wilayah Koba sejak 10 Maret 1877. Informasi itu tertuang pada papan keterangan yang masih berdiri di kawasan makam. Namun, kondisi fisik lingkungan yang terlihat kurang terawat memunculkan pertanyaan mengenai komitmen pelestarian situs sejarah daerah.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, semak dan rumput liar tumbuh di sejumlah titik kawasan makam. Beberapa bagian area juga terlihat tidak tertata optimal sehingga mengurangi kesan sebagai situs sejarah yang seharusnya dijaga dan dilestarikan. Kondisi tersebut memicu keprihatinan masyarakat yang menilai keberadaan makam memiliki nilai historis penting bagi Bangka Tengah.
“Ini bukan sekadar makam keluarga biasa. Di sini tersimpan jejak sejarah Koba yang seharusnya dijaga bersama. Jika tidak dirawat, generasi muda bisa kehilangan salah satu bukti penting perjalanan daerahnya,” ujar salah seorang warga Koba yang ditemui di sekitar lokasi.
Pada papan informasi di kawasan makam juga tercantum nama Cp. Prof. Dr. Bustami Rahman sebagai narahubung terkait situs tersebut. Keberadaan informasi itu menunjukkan bahwa makam keluarga Demang Bahamin telah lama dikenal sebagai salah satu titik sejarah yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan pemerintahan lokal pada masa lalu.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan peninjauan langsung guna memastikan kondisi situs tetap terjaga. Selain pembersihan rutin, warga juga meminta adanya program pelestarian yang lebih terarah agar kawasan makam tidak terus mengalami penurunan kualitas lingkungan.
“Kami berharap pemerintah tidak hanya melihat situs sejarah sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai aset budaya dan pendidikan yang harus dijaga. Perawatan berkala sangat diperlukan,” kata warga lainnya.
Pelestarian situs sejarah dinilai bukan hanya menyangkut perbaikan fisik kawasan, melainkan juga bagian dari upaya menjaga identitas daerah. Keberadaan makam Demang Bahamin menjadi salah satu pengingat perjalanan sejarah Koba yang patut diwariskan kepada generasi mendatang. Tanpa perhatian dan langkah konkret dari pihak terkait, dikhawatirkan nilai sejarah yang melekat pada situs tersebut perlahan akan memudar seiring waktu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana penataan maupun program pelestarian khusus terhadap kawasan Makam Keluarga Demang Bahamin di Koba.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Situs Bersejarah Koba Memprihatinkan, Warga Mendesak Pemerintah Segera Bertindak Nyata
KAMIS, 13 AGUSTUS 2026
KOBA, BANGKA TENGAH, DNID.co.id — Kondisi Makam Keluarga Demang Bahamin di Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, menuai sorotan. Situs bersejarah yang menjadi salah satu jejak penting perjalanan pemerintahan Koba itu dinilai kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Pantauan langsung di lokasi menunjukkan area makam dipenuhi rerumputan dan semak belukar, sementara sejumlah bagian lingkungan makam tampak membutuhkan penataan serta pemeliharaan lebih lanjut.
Makam tersebut merupakan tempat peristirahatan keluarga Demang Bahamin, tokoh yang tercatat sebagai Demang atau administrator wilayah Koba sejak 10 Maret 1877. Informasi itu tertuang pada papan keterangan yang masih berdiri di kawasan makam. Namun, kondisi fisik lingkungan yang terlihat kurang terawat memunculkan pertanyaan mengenai komitmen pelestarian situs sejarah daerah.
Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, semak dan rumput liar tumbuh di sejumlah titik kawasan makam. Beberapa bagian area juga terlihat tidak tertata optimal sehingga mengurangi kesan sebagai situs sejarah yang seharusnya dijaga dan dilestarikan. Kondisi tersebut memicu keprihatinan masyarakat yang menilai keberadaan makam memiliki nilai historis penting bagi Bangka Tengah.
"Ini bukan sekadar makam keluarga biasa. Di sini tersimpan jejak sejarah Koba yang seharusnya dijaga bersama. Jika tidak dirawat, generasi muda bisa kehilangan salah satu bukti penting perjalanan daerahnya," ujar salah seorang warga Koba yang ditemui di sekitar lokasi.
Pada papan informasi di kawasan makam juga tercantum nama Cp. Prof. Dr. Bustami Rahman sebagai narahubung terkait situs tersebut. Keberadaan informasi itu menunjukkan bahwa makam keluarga Demang Bahamin telah lama dikenal sebagai salah satu titik sejarah yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan pemerintahan lokal pada masa lalu.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan peninjauan langsung guna memastikan kondisi situs tetap terjaga. Selain pembersihan rutin, warga juga meminta adanya program pelestarian yang lebih terarah agar kawasan makam tidak terus mengalami penurunan kualitas lingkungan.
"Kami berharap pemerintah tidak hanya melihat situs sejarah sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai aset budaya dan pendidikan yang harus dijaga. Perawatan berkala sangat diperlukan," kata warga lainnya.
Pelestarian situs sejarah dinilai bukan hanya menyangkut perbaikan fisik kawasan, melainkan juga bagian dari upaya menjaga identitas daerah. Keberadaan makam Demang Bahamin menjadi salah satu pengingat perjalanan sejarah Koba yang patut diwariskan kepada generasi mendatang. Tanpa perhatian dan langkah konkret dari pihak terkait, dikhawatirkan nilai sejarah yang melekat pada situs tersebut perlahan akan memudar seiring waktu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait rencana penataan maupun program pelestarian khusus terhadap kawasan Makam Keluarga Demang Bahamin di Koba.
Penulis: HERWANDI
Editor: REDAKSI BABEL
Penanggung Jawab: KA BIRO DNID.co.id BANGKA TENGAH