Pemuda Rumbia Soroti Kualitas Proyek Talud dan Drainase, DPRD Sulsel Diminta Turun Mengawasi
Jeneponto,DNID.co.id – Pemuda Rumbia yang tergabung dalam PARMASI angkat bicara terkait pelaksanaan pembangunan talud dan drainase yang bersumber dari anggaran Pemerintah Provinsi Tahun Anggaran 2026 di jalan poros Tolo–Boro, Desa Rumbia, khususnya Dusun Bontoloe, (belong) Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Pemuda Rumbia menyambut baik pembangunan infrastruktur tersebut karena dinilai memiliki manfaat penting bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran akses jalan, pengendalian aliran air, serta peningkatan kualitas infrastruktur di wilayah setempat.
Namun, setelah melakukan investigasi lapangan, PARMASI menemukan sejumlah pekerjaan yang dinilai belum maksimal jauh dari harapan. Kondisi tersebut menjadi atensi serius pemuda setempat, mengingat pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah harus dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
“Atas temuan tersebut, kami Pemuda Rumbia meminta anggota DPRD Provinsi yang memiliki kewenangan terkait agar tidak hanya mendukung pembangunan, tetapi juga menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap pelaksanaan proyek,” kata mereka.
Mereka berharap pengawasan dilakukan secara langsung di lapangan, sehingga kualitas pekerjaan dapat dipastikan sesuai dengan perencanaan, standar teknis, serta harapan pemerintah dan masyarakat.
“Pemuda Rumbia menyambut baik pembangunan talud dan drainase ini. Namun, hasil investigasi lapangan menunjukkan adanya pekerjaan yang kami nilai belum maksimal. Karena itu, kami berharap anggota DPRD Provinsi dapat melakukan pengawasan secara serius agar kualitas pembangunan benar-benar sesuai dengan yang diharapkan,” demikian sikap Pemuda Rumbia.
PARMASI menegaskan, pembangunan infrastruktur yang bersumber dari anggaran publik harus menjadi perhatian bersama. Pengawasan yang baik diperlukan untuk memastikan setiap rupiah anggaran pemerintah menghasilkan pembangunan berkualitas dan tidak merugikan kepentingan masyarakat.
Pemuda Rumbia juga berharap pihak terkait, termasuk pelaksana proyek dan instansi teknis, dapat memperhatikan hasil evaluasi lapangan serta melakukan perbaikan apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Bagi masyarakat, pembangunan talud dan drainase bukan sekadar proyek fisik, melainkan kebutuhan penting yang berkaitan dengan kenyamanan, keselamatan, dan keberlanjutan infrastruktur di wilayah mereka.
Karena itu, PARMASI berharap pembangunan di jalan poros Tolo–Boro, khususnya Dusun Bonto Ponno, dapat diselesaikan dengan kualitas yang baik, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Rumbia.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
Jeneponto,DNID.co.id – Pemuda Rumbia yang tergabung dalam PARMASI angkat bicara terkait pelaksanaan pembangunan talud dan drainase yang bersumber dari anggaran Pemerintah Provinsi Tahun Anggaran 2026 di jalan poros Tolo–Boro, Desa Rumbia, khususnya Dusun Bontoloe, (belong) Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Pemuda Rumbia menyambut baik pembangunan infrastruktur tersebut karena dinilai memiliki manfaat penting bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kelancaran akses jalan, pengendalian aliran air, serta peningkatan kualitas infrastruktur di wilayah setempat.
Namun, setelah melakukan investigasi lapangan, PARMASI menemukan sejumlah pekerjaan yang dinilai belum maksimal jauh dari harapan. Kondisi tersebut menjadi atensi serius pemuda setempat, mengingat pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah harus dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
"Atas temuan tersebut, kami Pemuda Rumbia meminta anggota DPRD Provinsi yang memiliki kewenangan terkait agar tidak hanya mendukung pembangunan, tetapi juga menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap pelaksanaan proyek," kata mereka.
Mereka berharap pengawasan dilakukan secara langsung di lapangan, sehingga kualitas pekerjaan dapat dipastikan sesuai dengan perencanaan, standar teknis, serta harapan pemerintah dan masyarakat.
“Pemuda Rumbia menyambut baik pembangunan talud dan drainase ini. Namun, hasil investigasi lapangan menunjukkan adanya pekerjaan yang kami nilai belum maksimal. Karena itu, kami berharap anggota DPRD Provinsi dapat melakukan pengawasan secara serius agar kualitas pembangunan benar-benar sesuai dengan yang diharapkan,” demikian sikap Pemuda Rumbia.
PARMASI menegaskan, pembangunan infrastruktur yang bersumber dari anggaran publik harus menjadi perhatian bersama. Pengawasan yang baik diperlukan untuk memastikan setiap rupiah anggaran pemerintah menghasilkan pembangunan berkualitas dan tidak merugikan kepentingan masyarakat.
Pemuda Rumbia juga berharap pihak terkait, termasuk pelaksana proyek dan instansi teknis, dapat memperhatikan hasil evaluasi lapangan serta melakukan perbaikan apabila ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Bagi masyarakat, pembangunan talud dan drainase bukan sekadar proyek fisik, melainkan kebutuhan penting yang berkaitan dengan kenyamanan, keselamatan, dan keberlanjutan infrastruktur di wilayah mereka.
Karena itu, PARMASI berharap pembangunan di jalan poros Tolo–Boro, khususnya Dusun Bonto Ponno, dapat diselesaikan dengan kualitas yang baik, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Rumbia.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.