KKN UIN Walisongo Edukasi Siswa SDN 01 Lemahireng Cegah Bullying Sejak Dini

Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 25 mengajak siswa kelas 3 SDN 01 Lemahireng belajar mengenali dan mencegah bullying.

Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 25 mengajak siswa kelas 3 SDN 01 Lemahireng belajar mengenali dan mencegah bullying.

BAWEN — Mahasiswa KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 25 mengedukasi siswa kelas 3 SDN 01 Lemahireng, Desa Lemahireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, tentang bahaya bullying dan pentingnya membangun pergaulan yang saling menghargai. Kegiatan sosialisasi anti-perundungan tersebut digelar Kamis (20/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengenalkan berbagai bentuk bullying yang dapat terjadi di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan meliputi tindakan mengejek, mengucilkan, mengganggu teman, hingga kekerasan fisik.

Mahasiswa juga menjelaskan bahwa perundungan tidak selalu berupa kekerasan fisik. Ejekan, perkataan, maupun candaan yang dilakukan berulang kali hingga membuat orang lain merasa terluka atau tidak nyaman juga perlu diwaspadai.

Koordinator Kesling KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 25, Ahmad Habibi, mengatakan pemahaman mengenai perundungan penting diberikan sejak usia sekolah dasar.

“Kami ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak bahwa bullying bukan hanya tentang kekerasan fisik. Perkataan atau candaan yang membuat teman merasa sakit hati juga perlu diperhatikan,” kata Habibi.

Menurutnya, siswa perlu memahami batas antara candaan dan perilaku yang berpotensi menyakiti orang lain. Pemahaman tersebut diharapkan mendorong siswa lebih berhati-hati dalam berinteraksi serta berani mengambil sikap ketika melihat tindakan perundungan.

Kepala SDN 01 Lemahireng, Tiyas, menyambut baik kegiatan edukasi yang diberikan mahasiswa KKN. Menurutnya, pemahaman tentang perundungan penting untuk membantu siswa membangun sikap saling menghargai sejak dini.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena anak-anak memang perlu diberikan pemahaman sejak dini tentang bagaimana menghargai teman dan menjaga sikap dalam pergaulan,” ujar Tiyas.

Siswa Diajak Bedakan Candaan dan Perundungan

Sosialisasi berlangsung secara interaktif. Selain menerima materi, siswa diajak mengenali berbagai contoh perilaku yang termasuk perundungan serta membedakannya dengan candaan yang masih dalam batas wajar.

Salah seorang siswa, Gempar, mengaku mendapatkan pemahaman baru dari kegiatan tersebut. Ia menyadari bahwa kebiasaan mengejek teman secara berulang dapat berdampak pada perasaan korban.

“Saya jadi tahu kalau mengejek teman terus-menerus bisa membuat teman sedih. Jadi kita harus berteman dengan baik dan tidak saling mengejek,” ujar Gempar.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN MIT UIN Walisongo Semarang Posko 25 dalam memberikan edukasi kepada anak-anak di Desa Lemahireng.

Melalui edukasi anti-bullying sejak dini, mahasiswa berharap siswa mampu membangun kebiasaan saling menghormati, lebih peduli terhadap perasaan teman, serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 23 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak
Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri
Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading
Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026
Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah
BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:13 WITA

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:03 WITA

Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:31 WITA

Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:29 WITA

Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:51 WITA

Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:23 WITA

BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal

Berita Terbaru