Muscab HNSI Bone Segera Digelar, Wabup Dorong Aspirasi Nelayan Tak Berhenti di Forum Organisasi
Muscab HNSI Kabupaten Bone diharapkan memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membuka ruang penyampaian aspirasi masyarakat pesisir kepada pemerintah daerah.
Bone, DNID.co.id — Rencana Musyawarah Cabang (Muscab) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bone mulai dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Bone.
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, mendorong agar forum organisasi tersebut tidak hanya menjadi agenda internal, tetapi juga memperkuat penyampaian aspirasi nelayan.
Hal itu disampaikan Andi Akmal saat menerima jajaran HNSI Kabupaten Bone di ruang kerjanya, Rabu (9/9/2026).
Audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan Muscab HNSI Kabupaten Bone. Forum ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus momentum untuk menentukan arah kepengurusan HNSI ke depan.
Menurut Andi Akmal, keberadaan organisasi nelayan penting karena dapat menjadi penghubung antara persoalan masyarakat pesisir dengan pemerintah daerah.
“Organisasi nelayan memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat pesisir. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan HNSI perlu terus diperkuat,” ujar Andi Akmal.
Dia menilai komunikasi antara pemerintah dan organisasi nelayan perlu berjalan dua arah. Aspirasi yang muncul dari masyarakat pesisir, kata dia, perlu disampaikan melalui komunikasi yang terbuka sehingga dapat menjadi bahan pemerintah dalam melihat persoalan sektor kelautan dan perikanan.
Karena itu, Andi Akmal berharap Muscab HNSI tidak berhenti pada pembentukan kepengurusan baru. Pengurus yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjalankan fungsi organisasi dan memperjuangkan kepentingan nelayan.
“Pemerintah daerah tentu mendukung kegiatan organisasi yang bertujuan memperkuat silaturahmi, konsolidasi, serta memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat nelayan,” katanya.
Menurutnya, kepengurusan yang solid akan memudahkan koordinasi antara HNSI dengan pemerintah daerah, terutama dalam menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir.
Andi Akmal juga meminta proses Muscab berjalan sesuai mekanisme organisasi dan menghasilkan kepengurusan yang dapat bekerja secara aktif.
“Semoga Muscab nantinya menghasilkan kepengurusan yang mampu bekerja dengan baik, membangun kebersamaan, dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Rencana Muscab HNSI Kabupaten Bone selanjutnya menjadi bagian dari agenda konsolidasi organisasi nelayan di daerah. Pemerintah daerah menyatakan tetap membuka ruang komunikasi dengan HNSI dalam membahas persoalan dan kepentingan masyarakat pesisir.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Muscab HNSI Bone Segera Digelar, Wabup Dorong Aspirasi Nelayan Tak Berhenti di Forum Organisasi
RABU, 9 SEPTEMBER 2026
Muscab HNSI Kabupaten Bone diharapkan memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membuka ruang penyampaian aspirasi masyarakat pesisir kepada pemerintah daerah.
Bone, DNID.co.id — Rencana Musyawarah Cabang (Muscab) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bone mulai dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Bone.
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, mendorong agar forum organisasi tersebut tidak hanya menjadi agenda internal, tetapi juga memperkuat penyampaian aspirasi nelayan.
Hal itu disampaikan Andi Akmal saat menerima jajaran HNSI Kabupaten Bone di ruang kerjanya, Rabu (9/9/2026).
Audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan Muscab HNSI Kabupaten Bone. Forum ini menjadi bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus momentum untuk menentukan arah kepengurusan HNSI ke depan.
Menurut Andi Akmal, keberadaan organisasi nelayan penting karena dapat menjadi penghubung antara persoalan masyarakat pesisir dengan pemerintah daerah.
“Organisasi nelayan memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat pesisir. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan HNSI perlu terus diperkuat,” ujar Andi Akmal.
Dia menilai komunikasi antara pemerintah dan organisasi nelayan perlu berjalan dua arah. Aspirasi yang muncul dari masyarakat pesisir, kata dia, perlu disampaikan melalui komunikasi yang terbuka sehingga dapat menjadi bahan pemerintah dalam melihat persoalan sektor kelautan dan perikanan.
Karena itu, Andi Akmal berharap Muscab HNSI tidak berhenti pada pembentukan kepengurusan baru. Pengurus yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjalankan fungsi organisasi dan memperjuangkan kepentingan nelayan.
“Pemerintah daerah tentu mendukung kegiatan organisasi yang bertujuan memperkuat silaturahmi, konsolidasi, serta memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat nelayan,” katanya.
Menurutnya, kepengurusan yang solid akan memudahkan koordinasi antara HNSI dengan pemerintah daerah, terutama dalam menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir.
Andi Akmal juga meminta proses Muscab berjalan sesuai mekanisme organisasi dan menghasilkan kepengurusan yang dapat bekerja secara aktif.
“Semoga Muscab nantinya menghasilkan kepengurusan yang mampu bekerja dengan baik, membangun kebersamaan, dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Rencana Muscab HNSI Kabupaten Bone selanjutnya menjadi bagian dari agenda konsolidasi organisasi nelayan di daerah. Pemerintah daerah menyatakan tetap membuka ruang komunikasi dengan HNSI dalam membahas persoalan dan kepentingan masyarakat pesisir.