NPC Bone Resmi Dikukuhkan, Target Pepaprov Makassar Jadi Ujian Awal
Pengurus di bawah komando Andi Takdir langsung menyiapkan seleksi atlet menuju Pepaprov Makassar, sekaligus menghidupkan kembali kejayaan Bone yang pernah juara Porcada Sulsel pada 2006.
Bone, DNID.co.id – Pengurus National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Kabupaten Bone resmi dikukuhkan, Jumat (23/10/2026).
Kepengurusan di bawah pimpinan Andi Takdir kini bersiap menghidupkan kembali pembinaan atlet disabilitas untuk mengejar prestasi di tingkat provinsi.
Pengukuhan berlangsung di Aula Latea Riduni, Rumah Jabatan Bupati Bone, Watampone. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Bone, Edy Saputra Syam, mewakili Bupati Bone dalam prosesi tersebut.
Usai pengukuhan, Edy menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung perkembangan olahraga disabilitas. Menurutnya, keterbatasan anggaran yang kerap menjadi tantangan dalam kegiatan olahraga tidak boleh mematikan kreativitas dan semangat pembinaan atlet.
“Pemkab Bone mendukung NPC dan olahraga disabilitas. Silakan berkreasi, Pemda Bone siap membackup,” kata Edy.
Dukungan pemerintah daerah dinilai penting agar atlet disabilitas memperoleh ruang pembinaan dan kesempatan berkompetisi secara layak.
Terlebih, olahraga disabilitas tidak hanya menjadi wadah pengembangan bakat, tetapi juga membuka peluang bagi atlet untuk mengharumkan nama daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua NPC Provinsi Sulawesi Selatan mengingatkan bahwa NPC merupakan organisasi yang menaungi olahraga prestasi bagi penyandang disabilitas, dengan fungsi yang sejalan dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian yang setara kepada NPC dan KONI, terutama dalam mendukung pembinaan atlet, penyediaan fasilitas, serta kebutuhan mengikuti kompetisi.
Sementara itu, Ketua NPC Bone, Andi Takdir, menyatakan pihaknya tidak ingin berhenti pada pelantikan dan pengukuhan pengurus.
Langkah berikutnya adalah mempersiapkan seleksi atlet untuk menghadapi Pekan Paralympic Provinsi (Pepaprov) yang dijadwalkan berlangsung di Makassar tahun ini.
Andi Takdir juga mengingatkan bahwa Bone pernah mencatatkan prestasi membanggakan di ajang olahraga disabilitas tingkat Sulawesi Selatan. Pada 2006, ketika kompetisi tersebut masih bernama Porcada, Bone disebut berhasil meraih posisi juara pertama.
“Pada tahun 2006 Bone pernah juara satu se-Sulsel. Kami mulai lagi untuk pembinaan olahraga disabilitas di Bone untuk meraih prestasi,” ujar Takdir.
Catatan tersebut menjadi modal semangat bagi kepengurusan baru untuk membangun kembali kekuatan atlet disabilitas Bone.
Namun, target prestasi ke depan akan membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan, proses seleksi yang terarah, serta dukungan nyata dari pemerintah daerah dan pihak terkait.
Dengan persiapan menuju Pepaprov Makassar, NPC Bone kini menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa pengukuhan pengurus bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal kebangkitan olahraga prestasi bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Bone.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
NPC Bone Resmi Dikukuhkan, Target Pepaprov Makassar Jadi Ujian Awal
JUMAT, 23 OKTOBER 2026
Pengurus di bawah komando Andi Takdir langsung menyiapkan seleksi atlet menuju Pepaprov Makassar, sekaligus menghidupkan kembali kejayaan Bone yang pernah juara Porcada Sulsel pada 2006.
Bone, DNID.co.id – Pengurus National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Kabupaten Bone resmi dikukuhkan, Jumat (23/10/2026).
Kepengurusan di bawah pimpinan Andi Takdir kini bersiap menghidupkan kembali pembinaan atlet disabilitas untuk mengejar prestasi di tingkat provinsi.
Pengukuhan berlangsung di Aula Latea Riduni, Rumah Jabatan Bupati Bone, Watampone. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Bone, Edy Saputra Syam, mewakili Bupati Bone dalam prosesi tersebut.
Usai pengukuhan, Edy menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung perkembangan olahraga disabilitas. Menurutnya, keterbatasan anggaran yang kerap menjadi tantangan dalam kegiatan olahraga tidak boleh mematikan kreativitas dan semangat pembinaan atlet.
“Pemkab Bone mendukung NPC dan olahraga disabilitas. Silakan berkreasi, Pemda Bone siap membackup,” kata Edy.
Dukungan pemerintah daerah dinilai penting agar atlet disabilitas memperoleh ruang pembinaan dan kesempatan berkompetisi secara layak.
Terlebih, olahraga disabilitas tidak hanya menjadi wadah pengembangan bakat, tetapi juga membuka peluang bagi atlet untuk mengharumkan nama daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua NPC Provinsi Sulawesi Selatan mengingatkan bahwa NPC merupakan organisasi yang menaungi olahraga prestasi bagi penyandang disabilitas, dengan fungsi yang sejalan dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian yang setara kepada NPC dan KONI, terutama dalam mendukung pembinaan atlet, penyediaan fasilitas, serta kebutuhan mengikuti kompetisi.
Sementara itu, Ketua NPC Bone, Andi Takdir, menyatakan pihaknya tidak ingin berhenti pada pelantikan dan pengukuhan pengurus.
Langkah berikutnya adalah mempersiapkan seleksi atlet untuk menghadapi Pekan Paralympic Provinsi (Pepaprov) yang dijadwalkan berlangsung di Makassar tahun ini.
Andi Takdir juga mengingatkan bahwa Bone pernah mencatatkan prestasi membanggakan di ajang olahraga disabilitas tingkat Sulawesi Selatan. Pada 2006, ketika kompetisi tersebut masih bernama Porcada, Bone disebut berhasil meraih posisi juara pertama.
“Pada tahun 2006 Bone pernah juara satu se-Sulsel. Kami mulai lagi untuk pembinaan olahraga disabilitas di Bone untuk meraih prestasi,” ujar Takdir.
Catatan tersebut menjadi modal semangat bagi kepengurusan baru untuk membangun kembali kekuatan atlet disabilitas Bone.
Namun, target prestasi ke depan akan membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan, proses seleksi yang terarah, serta dukungan nyata dari pemerintah daerah dan pihak terkait.
Dengan persiapan menuju Pepaprov Makassar, NPC Bone kini menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa pengukuhan pengurus bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal kebangkitan olahraga prestasi bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Bone.