Warkop Heboh: Tak Sebut Nama Daerah, Kok Sejumlah Kadis Bone Kompak Pasang Status Konoha
Tiga varian status soal pemakzulan Bupati dan Ketua DPRD hingga isu asmara pejabat beredar bersamaan, meski tak menyebut nama daerah secara jelas, fenomena ini memancing rasa penasaran warga di warkop Bone.
Bone, DNID.co.id – Jagat WhatsApp di Kabupaten Bone mendadak heboh. Sejumlah Kepala Dinas (Kadis) di lingkup Pemkab Bone terpantau kompak memasang Story WhatsApp atau Status WA pribadi dengan gambar yang sama.
Gambar bertuliskan soal pemakzulan Bupati dan Ketua DPRD Jilid 2 di Sulsel, hingga isu asmara pejabat.
Yang bikin warga makin penasaran, di dalam tulisan itu tidak ada satupun yang menyebut nama daerah, nama Bupati yang jelas, serta nama Ketua DPRD yang jelas.
Seperti diketahui, Konoha (Konohagakure atau Desa Daun Tersembunyi) adalah desa fiksi dalam manga dan anime Naruto. Bukan daerah di Sulawesi Selatan.
Meski begitu, di dalam gambar tersebut sudah diberi stempel besar berwarna merah bertuliskan BERITA HOAX DALAM PROSES HUKUM dan tulisan Jangan Mau Percaya Hoax.
Namun, kekompakan para Kadis pasang status yang sama dalam waktu berdekatan ini justru menimbulkan rasa penasaran besar di masyarakat Bone. Topik ini bahkan ramai diperbincangkan di warkop-warkop.
Pantauan DNID.co.id, ada tiga varian gambar yang beredar di status WA para Kadis tersebut.
Gambar pertama bertuliskan “Coming soon Pemakzulan Bupati dan Ketua DPRD Jilid 2 di wilayah SulSel”
Gambar kedua bertuliskan “Ibu Ketua Konoha, menjalin asmara dengan bapak Bupati Konoha!!!”
Gambar ketiga bertuliskan “Sabar ya Netizen!!! Kami ada bukti rekaman cctv di sebuah Hotel, Hubungan Asmara Pejabat negara yang masing-masing memiliki keluarga.”
Ketiga gambar itu sama-sama sudah diberi cap HOAX DALAM PROSES HUKUM dan mengarah ke akun Instagram @lambeturah_bone.
Fenomena ini menjadi bahan diskusi hangat di warkop-warkop, Kamis (22/10/2026) Sore.
“Heran saya, kenapa harus Kadis yang pasang status begitu? Bukannya meredam, malah bikin orang tambah penasaran. Orang pasti langsung mikir dan Konoha yang dimaksud bisa ditebak, sementara tulisannya tidak sebut nama daerah,” ujar salah seorang warga di Warkop di Jl. Ahmad Yani.
Warga lainnya di Warkop Sudut Pasar Sentral lama juga ramai jadi perbincangan salah satunya Febri yang ikut jadi penasaran.
“Jujur, gara-gara lihat status-status Kadis itu, saya jadi buka Instagram lambeturah_bone. Awalnya tidak tahu, jadi tahu. Padahal tulisannya sudah dibilang hoax dalam proses hukum. Tapi kenapa pejabat yang share rame-rame? Kesannya seperti ada gerakan,” katanya.
“Yang bikin warkop rame, ada tulisan pemakzulan Bupati dan Ketua DPRD Jilid 2 di Sulsel. Orang langsung tebak-tebakan daerah. Padahal tidak ada nama Bupati Atau kepala Daerah yang jelas di situ. Cuma tertulis Konoha. Konoha kan desa fiksi Naruto,” sambungnya.
DNID.co.id mengonfirmasi persoalan tersebut kepada Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, yang juga memasang status WhatsApp serupa. Status Konoha ini inisiatif pribadi atau arahan bersama Pemkab Bone? Apakah yang dimaksud Konoha adalah Bone?”
Pj Sekda Bone menjelaskan bahwa gambar tersebut memang tidak menyebutkan Pemkab Bone secara langsung.
Namun, menurutnya, akun yang pertama kali mengunggah konten itu menggunakan nama Lambeturah Bone sehingga sejumlah akun media sosial kemudian mengaitkannya dengan pemerintah daerah.
“Sebagai pemerintah daerah kami tidak ingin ada keresahan dan kegaduhan yang terjadi di masyarakat, maka dari itu hal tersebut perlu diperjelas,” tulis Pj Sekda dalam jawabannya.
Ia juga meminta pemilik akun memperjelas informasi yang disampaikan apabila memiliki bukti yang mendukung unggahan tersebut.
“Kalau memang apa yang ditulis oleh akun tersebut bukan hoaks, silakan diperjelas supaya masyarakat tidak resah, tidak usah bersembunyi di balik Konoha,” lanjutnya.
Pj Sekda juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dalam menanggapi isu yang beredar di media sosial.
“Alangkah baiknya kita bijak dalam menanggapi. Maka dari itu, kami juga mengajak masyarakat untuk bijak bermedia sosial,” pesannya.
Karena tidak ingin ada keresahan dan kegaduhan di masyarakat Bone, para Kadis kompak memasang status klarifikasi bahwa itu adalah berita hoax dalam proses hukum.
Pj Sekda juga menantang balik pemilik akun tersebut, jika memang yang ditulis bukan hoax, silahkan diperjelas siapa Bupati dan Ketua DPRD yang dimaksud, tidak usah bersembunyi di balik istilah Konoha.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Warkop Heboh: Tak Sebut Nama Daerah, Kok Sejumlah Kadis Bone Kompak Pasang Status Konoha
JUMAT, 23 OKTOBER 2026
Tiga varian status soal pemakzulan Bupati dan Ketua DPRD hingga isu asmara pejabat beredar bersamaan, meski tak menyebut nama daerah secara jelas, fenomena ini memancing rasa penasaran warga di warkop Bone.
Bone, DNID.co.id - Jagat WhatsApp di Kabupaten Bone mendadak heboh. Sejumlah Kepala Dinas (Kadis) di lingkup Pemkab Bone terpantau kompak memasang Story WhatsApp atau Status WA pribadi dengan gambar yang sama.
Gambar bertuliskan soal pemakzulan Bupati dan Ketua DPRD Jilid 2 di Sulsel, hingga isu asmara pejabat.
Yang bikin warga makin penasaran, di dalam tulisan itu tidak ada satupun yang menyebut nama daerah, nama Bupati yang jelas, serta nama Ketua DPRD yang jelas.
Yang tertulis hanya istilah Konoha.
Seperti diketahui, Konoha (Konohagakure atau Desa Daun Tersembunyi) adalah desa fiksi dalam manga dan anime Naruto. Bukan daerah di Sulawesi Selatan.
Meski begitu, di dalam gambar tersebut sudah diberi stempel besar berwarna merah bertuliskan BERITA HOAX DALAM PROSES HUKUM dan tulisan Jangan Mau Percaya Hoax.
Namun, kekompakan para Kadis pasang status yang sama dalam waktu berdekatan ini justru menimbulkan rasa penasaran besar di masyarakat Bone. Topik ini bahkan ramai diperbincangkan di warkop-warkop.
Pantauan DNID.co.id, ada tiga varian gambar yang beredar di status WA para Kadis tersebut.
Gambar pertama bertuliskan "Coming soon Pemakzulan Bupati dan Ketua DPRD Jilid 2 di wilayah SulSel"
Gambar kedua bertuliskan "Ibu Ketua Konoha, menjalin asmara dengan bapak Bupati Konoha!!!"
Gambar ketiga bertuliskan "Sabar ya Netizen!!! Kami ada bukti rekaman cctv di sebuah Hotel, Hubungan Asmara Pejabat negara yang masing-masing memiliki keluarga."
Ketiga gambar itu sama-sama sudah diberi cap HOAX DALAM PROSES HUKUM dan mengarah ke akun Instagram @lambeturah_bone.
Fenomena ini menjadi bahan diskusi hangat di warkop-warkop, Kamis (22/10/2026) Sore.
"Heran saya, kenapa harus Kadis yang pasang status begitu? Bukannya meredam, malah bikin orang tambah penasaran. Orang pasti langsung mikir dan Konoha yang dimaksud bisa ditebak, sementara tulisannya tidak sebut nama daerah," ujar salah seorang warga di Warkop di Jl. Ahmad Yani.
Warga lainnya di Warkop Sudut Pasar Sentral lama juga ramai jadi perbincangan salah satunya Febri yang ikut jadi penasaran.
"Jujur, gara-gara lihat status-status Kadis itu, saya jadi buka Instagram lambeturah_bone. Awalnya tidak tahu, jadi tahu. Padahal tulisannya sudah dibilang hoax dalam proses hukum. Tapi kenapa pejabat yang share rame-rame? Kesannya seperti ada gerakan," katanya.
"Yang bikin warkop rame, ada tulisan pemakzulan Bupati dan Ketua DPRD Jilid 2 di Sulsel. Orang langsung tebak-tebakan daerah. Padahal tidak ada nama Bupati Atau kepala Daerah yang jelas di situ. Cuma tertulis Konoha. Konoha kan desa fiksi Naruto," sambungnya.
DNID.co.id mengonfirmasi persoalan tersebut kepada Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, yang juga memasang status WhatsApp serupa. Status Konoha ini inisiatif pribadi atau arahan bersama Pemkab Bone? Apakah yang dimaksud Konoha adalah Bone?”
Pj Sekda Bone menjelaskan bahwa gambar tersebut memang tidak menyebutkan Pemkab Bone secara langsung.
Namun, menurutnya, akun yang pertama kali mengunggah konten itu menggunakan nama Lambeturah Bone sehingga sejumlah akun media sosial kemudian mengaitkannya dengan pemerintah daerah.
“Sebagai pemerintah daerah kami tidak ingin ada keresahan dan kegaduhan yang terjadi di masyarakat, maka dari itu hal tersebut perlu diperjelas,” tulis Pj Sekda dalam jawabannya.
Ia juga meminta pemilik akun memperjelas informasi yang disampaikan apabila memiliki bukti yang mendukung unggahan tersebut.
“Kalau memang apa yang ditulis oleh akun tersebut bukan hoaks, silakan diperjelas supaya masyarakat tidak resah, tidak usah bersembunyi di balik Konoha,” lanjutnya.
Pj Sekda juga mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dalam menanggapi isu yang beredar di media sosial.
“Alangkah baiknya kita bijak dalam menanggapi. Maka dari itu, kami juga mengajak masyarakat untuk bijak bermedia sosial,” pesannya.
Karena tidak ingin ada keresahan dan kegaduhan di masyarakat Bone, para Kadis kompak memasang status klarifikasi bahwa itu adalah berita hoax dalam proses hukum.
Pj Sekda juga menantang balik pemilik akun tersebut, jika memang yang ditulis bukan hoax, silahkan diperjelas siapa Bupati dan Ketua DPRD yang dimaksud, tidak usah bersembunyi di balik istilah Konoha.