Warga Lontong Pancur Keluhkan Pekerjaan Jalan Yang Belum Selesai 

Oplus_131072

Oplus_131072

Pangkalpinang, DNID.co.id — Pekerjaan proyek rekonstruksi, peningkatan, dan pemeliharaan Jalan Kerisi yang dikerjakan oleh CV Tridana Salimar berlokasi di Kelurahan Lontong Pancur, Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang menuai keluhan warga.

Pekerjaan Proyek yang telah dimulai kurang lebih satu bulan lalu, namun hingga saat ini kondisi jalan dibiarkan begitu saja, mengakibatkan debu yang mengganggu warga yang melintasi jalan tersebut.

Salah satu warga setempat Rafi (43), Kepada media ini mengeluhkan akan kondisi jalan tersebut.

 “Kami minta tolong agar jalan ini segera diaspal karena kami tidak tahan makan debu setiap hari. Kami ingin tahu apa masalahnya hingga jalan ini belum juga diaspal. Jika dananya belum tersedia, sebaiknya proyeknya ditunda terlebih dahulu, agar kami sebagai masyarakat tidak terus – menerus terkena dampak debu.”Ungkapnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Gita (35), seorang ibu yang juga merupakan warga setempat.

 “Debu di jalan ini sangat tebal, membuat kami batuk-batuk. Kami sering melintasi jalan ini untuk antar-jemput anak sekolah atau ke pasar. Kami berharap pemerintah Kota Pangkalpinang segera menangani masalah ini agar jalan ini tidak berdebu lagi.”Harapnya.

Masyarakat setempat berharap pemerintah Kota Pangkalpinang dan pihak terkait dapat segera mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki situasi ini. Mereka meminta agar proyek ini segera dilanjutkan dan diselesaikan sesuai jadwal agar dampak negatif debu tidak terus mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Upaya dari pihak berwenang diharapkan dapat mengatasi keluhan warga dan meningkatkan kualitas jalan yang sedang diperbaiki.

Hingga berita ini ditayangkan Kepala Dinas PUPR Kota Pangkalpinang maupun Penyedia Jasa CV Tridana Salimar masih diupayakan untuk dikonfirmasi.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 3 September 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Zen/Tim

Editor: Redaksi Babel

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot
Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut
Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang, SPBU Kurau Disorot Warga
Nama RN Kampak Mencuat, Ross Mild Clik Diduga Beredar dengan Pita Cukai Tak Sesuai
Peredaran Rokok Layer Clik Melon Disorot, Jalur Pasokan dan Pita Cukai Dipertanyakan
Rokok Ross Mild Clik Beredar di Pangkalpinang, Dugaan Pita Cukai Tak Sesuai Disorot
Polisi Buru Koordinator Lapangan Setelah Delapan Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan
Lima Bulan Mengalami Kekeringan, Warga Makassar Kesulitan Mendapatkan Air Bersih
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:16 WITA

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot

Senin, 21 September 2026 - 22:01 WITA

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut

Senin, 21 September 2026 - 21:53 WITA

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang, SPBU Kurau Disorot Warga

Senin, 21 September 2026 - 20:50 WITA

Nama RN Kampak Mencuat, Ross Mild Clik Diduga Beredar dengan Pita Cukai Tak Sesuai

Senin, 21 September 2026 - 20:06 WITA

Peredaran Rokok Layer Clik Melon Disorot, Jalur Pasokan dan Pita Cukai Dipertanyakan

Senin, 21 September 2026 - 18:51 WITA

Rokok Ross Mild Clik Beredar di Pangkalpinang, Dugaan Pita Cukai Tak Sesuai Disorot

Minggu, 20 September 2026 - 11:56 WITA

Polisi Buru Koordinator Lapangan Setelah Delapan Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan

Minggu, 20 September 2026 - 04:27 WITA

Lima Bulan Mengalami Kekeringan, Warga Makassar Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

Berita Terbaru

Ekonomi Bisnis

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot

Senin, 21 Sep 2026 - 22:16 WITA

Ekonomi Bisnis

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut

Senin, 21 Sep 2026 - 22:01 WITA

Ekonomi Bisnis

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang, SPBU Kurau Disorot Warga

Senin, 21 Sep 2026 - 21:53 WITA