Kasus Ventilator RSUP Diduga Terkait Jaringan Mafia Alat Kesehatan Profesional

Pangkalpinang,Dnid.co.id — Sebanyak 17 unit ventilator senilai sekitar Rp15 miliar dilaporkan hilang dari RSUP Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Polda Babel menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini, yang diduga melibatkan jaringan pencurian alat kesehatan secara terorganisir.

Ketiganya adalah Jovis (ASN P3K/analis teknik elektromedik RSUP), Riki (pegawai harian lepas gudang farmasi), dan Firman (sopir ambulans). Mereka diduga memanfaatkan akses langsung terhadap sistem logistik rumah sakit untuk menggelapkan peralatan.

Caption: Muhamad Zen Ketua LSM Topan-RI Babel

Ketua LSM TOPAN-RI DPW Babel, Muhamad Zen, menduga kuat kasus ini bukan tindakan kriminal biasa. “Ini bukan maling biasa. Ini maling besar, profesional, dan punya koneksi,” ujarnya saat dikonfirmasi usai menyerahkan laporan resmi kepada Kapolri dan Kabareskrim di Mabes Polri, Jakarta.

Penyidik menduga, ventilator diangkut menggunakan ambulans menuju tempat penyimpanan sementara di Desa Air Anyir, Bangka. Selanjutnya, alat tersebut dikirim ke Jakarta untuk dijual kembali melalui jalur pasar gelap.

“Barang dari RSUP bisa dijual kembali ke klinik di luar negeri setelah diganti casing dan labelnya,” jelas Zen. Ia menilai, praktik ini merupakan bagian dari jaringan internasional yang kerap merekondisi alat medis bekas untuk dijual ulang.

Kasus mencuat setelah Gubernur Babel Hidayat Arsani melaporkan kehilangan alkes hibah pemerintah pusat. Hasil audit BPK mengungkap kejanggalan dalam pencatatan aset, yang berujung pada pencopotan Direktur RSUP, dr. Ira Ajeng Astried.

Zen mendesak agar Mabes Polri turun langsung menangani kasus ini. “Kalau tidak diusut tuntas, praktik mafia alkes akan terus menghantui sistem kesehatan kita,” tegasnya.

Simpan Gambar:

Selasa, 15 Juli 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ALE

Editor: REDAKSI DNID.CO.ID BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Poles-Poles Citra, Pemprov Sulsel Guyur Dana Miliaran ke Konten Kreator, DPRD Sebut Hasilnya ‘B Aja’
Nasabah Dipidana Saat Tagih Hak: Skandal ‘Kriminalisasi’ Prudential Pecah di Depan Mahkamah Konstitusi
Andi Akmal Turun Tangan, Gaji 4 Bulan Petugas Kebersihan Bone Tak Dibayar, Utang Menjerat
Police Goes to School, Satlantas Polres Poso Edukasi Pelajar Tertib Berlalu Lintas
Laporan Kosmetik HNK Menguap, Publik Curiga
Diduga Abaikan Pasien hingga Terlantar, RSUD Syekh Yusuf Gowa Dikecam The Legend 120 Makassar
Aktivitas PT TSM di Gowa Memakan Korban, Pemda Didesak Tutup Operasi Pabrik
Unit 1 Satresnarkoba Polrestabes Makassar dan Keluarga Terduga Bantah Adanya Praktik Pemberian Uang
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 19:16 WITA

Poles-Poles Citra, Pemprov Sulsel Guyur Dana Miliaran ke Konten Kreator, DPRD Sebut Hasilnya ‘B Aja’

Kamis, 16 April 2026 - 09:57 WITA

Nasabah Dipidana Saat Tagih Hak: Skandal ‘Kriminalisasi’ Prudential Pecah di Depan Mahkamah Konstitusi

Kamis, 16 April 2026 - 08:56 WITA

Andi Akmal Turun Tangan, Gaji 4 Bulan Petugas Kebersihan Bone Tak Dibayar, Utang Menjerat

Rabu, 15 April 2026 - 21:19 WITA

Police Goes to School, Satlantas Polres Poso Edukasi Pelajar Tertib Berlalu Lintas

Rabu, 15 April 2026 - 21:03 WITA

Laporan Kosmetik HNK Menguap, Publik Curiga

Rabu, 15 April 2026 - 19:43 WITA

Aktivitas PT TSM di Gowa Memakan Korban, Pemda Didesak Tutup Operasi Pabrik

Rabu, 15 April 2026 - 19:08 WITA

Unit 1 Satresnarkoba Polrestabes Makassar dan Keluarga Terduga Bantah Adanya Praktik Pemberian Uang

Rabu, 15 April 2026 - 19:00 WITA

Andi Akmal Sidak Proyek Sekolah Rakyat, Debu dan Lumpur Jadi Ancaman Serius Warga

Berita Terbaru

Peristiwa

Laporan Kosmetik HNK Menguap, Publik Curiga

Rabu, 15 Apr 2026 - 21:03 WITA