Kejari Seret Oknum Dosen Ke Rutan Bantaeng Usai Palsukan Tanda Tangan Sekdes

Dnid.co.id, Bantaeng – Kasus pemalsuan tanda tangan Sekretaris Desa (Sekdes) Bontolojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berlanjut.

Setelah ditangani Polres Bantaeng, perkara tersebut sudah masuk tahap penuntutan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng.

Kasi Pidsus Kejari Bantaeng, Andri Zulfikar, mengungkapkan perkara tersebut tinggal menunggu pelimpahan ke Pengadilan Negeri (PN) Bantaeng.

“Informasi dari jaksa yang menangani perkara ini sudah siap dilimpahkan, sisa menunggu administrasi. Inshaa Allah satu sampai dua hari ke depan sudah masuk tahap penuntutan untuk agenda pembuktian di persidangan,” kata Zulfikar di kantornya, Jl Andi Mannappiang, Kecamatan Bantaeng, Kamis (11/9/2025).

Tersangka dalam kasus ini adalah Alif Mualim, seorang dosen di Kabupaten Jeneponto.

Alif dilaporkan oleh Sekdes Bontolojong, Muhammad Aris, sejak 12 November 2024.

Dalam prosesnya, penyidik menemukan dugaan pemalsuan tanda tangan Sekdes yang dilakukan untuk kepentingan pribadi di pengadilan.

Meski status hukum tersangka sudah jelas, Kejari Bantaeng tidak menahannya di rumah tahanan.

Zulfikar menjelaskan, pihaknya menetapkan penahanan kota terhadap Alif.

“Jadi tersangka tetap berada di daerah tempat tinggalnya (Kabupaten Bantaeng) tapi wajib lapor secara berkala dan tidak boleh meninggalkan kota tanpa izin. Kalau masih di kejaksaan izin harus dari jaksa, kalau sudah di pengadilan izin dari hakim,” bebernya.

Ia menegaskan, penahanan jenis kota adalah salah satu alternatif yang lebih manusiawi.

Bahkan, masa penahanan ini bisa dikurangi hingga 1/5 dari total hukuman.

Zulfikar memastikan, tidak ada Restorative Justice (RJ) alias damai dalam perkara ini.

“RJ kami tidak lakukan karena salah satu syaratnya ada perdamaian tidak tercapai,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Geram dengan kelakuan nakal oknum dosen, Sekretaris Desa Bontolojong, Muhammad Aris melapor ke SPKT Polres Bantaeng, Selasa (12/11/2024)

Muhammad Aris melapor lantaran oknum dosen di Jeneponto diduga memalsukan tanda tangan yang mencatut nama pribadi dan jabatannya.

“Saya melaporkan (Alif Mualim) dengan adanya pemalsuan keterangan ahli waris dan keterangan kematian,” kata Muhammad Aris di Mapolres Bantaeng.

Ia menjelaskan, dokumen palsu itu dibuat Alif Mualim tertanggal 27 Oktober 2023 untuk disetor ke Kantor Pengadilan Agama (PA) Bantaeng.

Hal ini baru diketahui Muhammad Aris saat pihak PA Bantaeng datang melakukan konfirmasi.

“Belum lama ini orang Pengadilan Agama datang ke saya dan menanyakan apakah betul saya membuat surat itu jadi saya bilang tidak,” ucapnya.

Dalam keterangan surat kematian palsu yang dibuat Alif, terdapat kesalahan NIP dan stempel.

Surat ahli waris dan kematian tersebut diduga dibuat untuk mengelabui PA Bantaeng dan saudara-saudara Alif demi mendapat ahli waris almarhum ayahnya.

Olehnya itu, Aris melaporkan Alif atas dugaan pemalsuan dokumen.

“Saya melapor di Polres Bantaeng dengan harapan dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” pintanya.

Aris menyebutkan, kejadian seperti ini merupakan yang pertama kali sejak 20 tahun lebih menjabat sekdes.

Ia bahkan tak menyangka bahwa warga desanya itu melakukan hal tak terpuji.

“Itu salah satu warga saya, saya dengar mengajar disalah satu perguruan tinggi (dosen) di Jeneponto,” pungkasnya.

Sementara itu, Alif Mualim yang dikonfirmasi terkait laporan Muhammad Aris di Mapolres Bantaeng belum menyampaikan keterangannya.

Berbeda halnya saat Dnid.co.id mengunjungi Rutan Bantaeng, Pihak loket Umum mengatakan bahwa saat ini Alif Muallim sudah ditahan.

“Sudah ditahan pak, dari semalam sudah ditahan didalam,” tutup bagian loket umum Rutan Bantaeng. (12/09/2025).

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 12 September 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ITS

Editor: Admin

Sumber Berita: Narasumber

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Masuk Tahap Verifikasi Lapangan PUG, Darmawangsyah Muin Harap Gowa kembali Raih APE 2026
Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar
KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation
4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk
Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Cegah Sejak Dini, Sosialisasi Bahaya Narkoba Sasar Pelajar SMP Wujudkan Generasi Bersih Narkoba
Berita ini 270 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:39 WITA

Masuk Tahap Verifikasi Lapangan PUG, Darmawangsyah Muin Harap Gowa kembali Raih APE 2026

Selasa, 3 November 2026 - 08:28 WITA

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Selasa, 3 November 2026 - 01:33 WITA

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Senin, 2 November 2026 - 19:14 WITA

Cegah Sejak Dini, Sosialisasi Bahaya Narkoba Sasar Pelajar SMP Wujudkan Generasi Bersih Narkoba

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:28 WITA

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA