Ortu Korban Soroti Dugaan “Tangkap Lepas” Pelaku Pembusuran, Polisi Berdalih Anak di Bawah Umur

Makassar, dnid.co.id — Keluarga korban pembusuran terhadap anak di bawah umur menyoroti penanganan kasus yang ditangani Polrestabes Makassar, menyusul dugaan terduga pelaku sempat bebas berkeliaran dan kembali beraksi meski sebelumnya telah diamankan aparat kepolisian.

Seorang pria berinisial A (41) mengungkapkan kekecewaannya atas proses hukum kasus pembusuran yang menimpa anaknya, AAP (14). Peristiwa tersebut terjadi pada 21 November lalu di Jalan Singa, Makassar, sekitar pukul 22.30 Wita.

Menurut A, saat itu anaknya baru keluar dari sekolah dan diduga telah diikuti oleh pelaku. Tak lama berselang, pelaku mendekat dan melepaskan anak panah busur yang mengenai bagian dada korban.

“Anak saya datang ke sekolah, terus pelaku mengikuti dan menunggu. Pada saat keluar sekolah, pelaku kemudian mendekat dan membusur anak saya,” ujar A.

Ia menyebut terdapat dua orang pelaku, salah satunya berinisial W (16), sementara satu pelaku lainnya belum diketahui identitasnya.

Pasca kejadian, keluarga korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polrestabes Makassar. A menyebut bahwa keesokan harinya terduga pelaku sempat diamankan oleh anggota Polres Gowa sekitar pukul 09.00 Wita dan kemudian diserahkan ke Unit Jatanras Polrestabes Makassar.

Namun, sejak laporan dibuat, pihak keluarga mengaku tidak pernah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari penyidik. Selain itu, keluarga juga menduga terduga pelaku sempat bebas berkeliaran.

“Sekitar satu minggu yang lalu, teman anak saya melihat terduga pelaku bermain bola di depan rumahnya,” ungkap A.

Tak hanya itu, terduga pelaku bahkan diduga kembali melakukan aksi pembusuran. Pada 25 November malam, kata A, beredar sebuah video yang merekam aksi penyerangan menggunakan busur di Jalan Veteran, Makassar, yang diduga dilakukan oleh orang yang sama.

“Pada tanggal 25 malam dia melakukan aksi pembusuran lagi di Jalan Veteran. Ada video yang memperlihatkan itu,” katanya.

Atas kondisi tersebut, keluarga korban mempertanyakan keseriusan penanganan perkara dan menyebut adanya dugaan praktik “tangkap lepas”.

“Kami tidak terima kalau pelaku bisa bebas berkeliaran, apalagi sampai kembali beraksi,” tegas A.

Menanggapi hal tersebut, Kanit Jatanras Polrestabes Makassar AKP Hamka memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa perkara pembusuran tersebut masih berada pada tahap P-19 dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Sekarang perkaranya masih P-19 dari JPU. Kami akan melengkapi petunjuk jaksa, setelah itu dikirim kembali. Jika sudah dinyatakan P-21, maka tersangka dan barang bukti akan diserahkan ke kejaksaan,” jelas AKP Hamka.

Ia menegaskan bahwa terduga pelaku bukan dibebaskan karena perkara tidak dilanjutkan, melainkan karena masa penahanan telah berakhir, sehingga dilakukan penangguhan penahanan.

“Jadi bukan bebas karena perkaranya tidak lanjut, tetapi memang masa penahanannya sudah habis sehingga ditangguhkan,” ujarnya.

Terkait keberadaan terduga pelaku, AKP Hamka menyebut yang bersangkutan saat ini menitipkan diri di Polrestabes Makassar.

“Sekarang terduga pelaku menitipkan diri di Polrestabes Makassar. Itu tidak bisa kami hentikan,” katanya.

Sementara itu, pihak keluarga korban menegaskan akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat bertindak profesional dan transparan, mengingat korban merupakan anak di bawah umur.

A juga menyatakan, jika penanganan perkara ini dinilai tidak berjalan sesuai prosedur, pihak keluarga siap menempuh langkah lanjutan dengan melaporkan kasus tersebut ke Mabes Polri, Polda Sulawesi Selatan, Polrestabes Makassar, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak guna memastikan perlindungan hukum terhadap korban yang masih di bawah umur.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 27 Desember 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Dito

Editor: Admin

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia
Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.
Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng
Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar
Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Berita ini 198 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 00:08 WITA

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia

Rabu, 4 November 2026 - 20:06 WITA

Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.

Rabu, 4 November 2026 - 18:44 WITA

Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng

Selasa, 3 November 2026 - 20:20 WITA

Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:28 WITA

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Berita Terbaru