Makassar, DNID.co.id–Yayasan Pilar Nusantara ( Pinus) Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bantaeng menggelar kegiatan Focus Group Discusion ( FGD) tentang finalisasi penyusunan Policy Brief Indeks Kinerja ekologi kabupaten Bantaeng yang dilaksanakan pada kamis ( 29/10/2026) bertempat di ruang pola kantor Bupati bantaeng.
Direktur Pinus sulsel, Drs. Syamsuddin Awing mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan FGD ini adalah Memvalidasi substansi, data, dan argumentasi kebijakan dalam dokumen policy brief Indeks Kinerja Ekologi.
Selain itu untuk menyempurnakan indikator dan aspek penilaian kinerja ekologi yang relevan dengan kondisi dan prioritas pembangunan Kabupaten Bantaeng.
Merumuskan rekomendasi kebijakan yang realistis, terukur, dan dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan serta penganggaran daerah.
Membangun kesepahaman antara pemerintah daerah, tim penyusun, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Menyepakati langkah tindak lanjut untuk mendorong adopsi rekomendasi policy brief dalam kebijakan pemerintah daerah.
Syamsuddin Awing sangat merespon dukungan pemda khususnya tim penyusun policy brief yang hasilnya menjadi komprehensif termasuk kondisi hulu hilir, tutupan hutan, lahan kritis, sampah & kondisi fiscal daerah yg lg kurang baik saat ini.
Efisiensi transfer fiscal dari pusat kedaerah yg semakin mengecil sehingga daerah merasa sangat kewalahan utk pelaksanaan pembangunan didaerah.
“Namun demikian, Bantaeng tetap bersemangat utk mengadopsi skema TAKE krn menganggap bahwa komitmen perlindungan lingkungan menjadi wajib utk kita kerja bersama dan memberikan reward kepada desa yg berkinerja baik tentang ekologi” ungkap Syamsuddin Awing.
Acara FGD dibuka oleh Pj Sekda Bantaeng Dr. H. Muhammad Tafsir P., MAP, mewakili Bupati Bantaeng.
Pj Sekda Bantaeng, Dr.H.Muhammad Tafsir sangat mendukung Indeks Kinerja Ekologi (IKE) yang dilaksanakan oleh Pilar Nusantara (PINUS) Sulawesi Selatan.
Menurutnya program ini mendorong perbaikan ekologi yg akan dimulai dari tingkat desa yg menjadi garda terdepan pembangunan daerah.
Kegiatan FGD yang difasilitasi oleh Asisten 1 Sekda Kabupaten Bantaeng, Asruddin, S.IP, M.Si dihadiri beberapa stake holder kabupaten Bantaeng yaitu :
1. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah
2. Kepala Bapperida
3. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak
4. Kepala Dinas Lingkungan Hidup
5. Kepala Dinas Pertanian
6. Kepala Dinas PU dan Tata Ruang
7. Kepala Inspektorat Daerah
8. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah
9. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah
10. Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah
11. Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah
12. Camat se Kabupaten Bantaeng
13. Kepala Bidang Pemerintahan Desa
14. Ketua APDESI Kabupaten Bantaeng
15. Wakil Ketua APDESI
16. Sekretaris APDESI
17. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa
18. Tim Penyusun Policy Brief
19. Pinus Sulawesi Selatan
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.























