Nelson Pomalingo Siap Bongkar Potensi Kelapa di Rakernas III PJS
JAKARTA, DNID.co.id —Ketua Umum Koalisi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK), Prof. Nelson Pomalingo, memastikan kehadirannya sebagai narasumber dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jurnalismedia Siber (PJS) di Asrama Haji Batam, Kepulauan Riau, pada 4–5 November 2026. Nelson akan berbagi pandangan mengenai pengembangan potensi kelapa dan peran daerah penghasil dalam mendorong ekonomi nasional.
Kepastian tersebut disampaikan Nelson saat bertemu dengan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PJS, Mahmud Marhaba, di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Ketua Umum DPP PJS, Ady Indra Pawennari, serta Sekretaris Jenderal KOPEK, Alias Wello.
Kehadiran pimpinan KOPEK dalam forum nasional tersebut membawa isu pengembangan kelapa ke ruang diskusi insan pers. Komoditas ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat perkebunan, tetapi juga berpotensi dikembangkan melalui industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi.
Namun, naskah penyelenggara belum memuat rincian mengenai agenda khusus, target kebijakan, maupun langkah konkret yang akan dibahas Nelson dalam Rakernas tersebut. Karena itu, kontribusi forum terhadap pengembangan industri kelapa masih perlu dilihat dari substansi diskusi dan tindak lanjut setelah kegiatan berlangsung.
Nelson bukan orang baru dalam pemerintahan daerah. Ia pernah menjabat Bupati Gorontalo selama dua periode, yakni 2016–2021 dan 2021–2025. Pengalaman tersebut menjadi salah satu latar belakang yang diharapkan dapat memperkaya pembahasan mengenai pembangunan daerah dan pengelolaan potensi sumber daya lokal.
Alias Wello, yang akan mendampingi Nelson, juga memiliki pengalaman memimpin pemerintahan daerah. Ia pernah menjabat Bupati Lingga, Kepulauan Riau, pada 2016–2021.
Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba, mengapresiasi kesediaan Nelson menjadi narasumber dalam agenda nasional tersebut. Menurut Mahmud, pengalaman Nelson di bidang pemerintahan, pendidikan, dan organisasi dapat memberikan perspektif bagi peserta Rakernas.
“Atas nama Dewan Pimpinan Pusat PJS, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kesediaan Prof. Nelson Pomalingo hadir sebagai narasumber pada Rakernas III PJS di Batam,” kata Mahmud.
“Pengalaman beliau relevan untuk memperkaya pembahasan mengenai pembangunan daerah, penguatan ekonomi masyarakat, serta pengelolaan potensi sumber daya lokal,” ujarnya.
Mahmud menegaskan, pers memiliki peran lebih luas daripada sekadar menyampaikan informasi. Media juga dapat memperkenalkan potensi daerah, mengangkat persoalan masyarakat, serta menyebarluaskan gagasan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan publik.
Rakernas III PJS dijadwalkan diikuti sekitar 250 peserta dari 26 provinsi di Indonesia. Selain menjadi forum konsolidasi organisasi, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat profesionalisme wartawan media siber, meningkatkan kualitas pemberitaan, dan memperluas komunikasi antara insan pers dengan para pemangku kepentingan.
Pembahasan mengenai kelapa di forum tersebut menjadi salah satu peluang untuk mempertemukan kepentingan daerah penghasil, pengembangan ekonomi masyarakat, dan peran media dalam menyebarkan informasi. Ukuran pentingnya bukan semata kehadiran tokoh, melainkan sejauh mana gagasan yang disampaikan dapat mendorong perhatian publik dan menghasilkan langkah nyata bagi daerah penghasil kelapa.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Nelson Pomalingo Siap Bongkar Potensi Kelapa di Rakernas III PJS
JUMAT, 30 OKTOBER 2026
JAKARTA, DNID.co.id —Ketua Umum Koalisi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK), Prof. Nelson Pomalingo, memastikan kehadirannya sebagai narasumber dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jurnalismedia Siber (PJS) di Asrama Haji Batam, Kepulauan Riau, pada 4–5 November 2026. Nelson akan berbagi pandangan mengenai pengembangan potensi kelapa dan peran daerah penghasil dalam mendorong ekonomi nasional.
Kepastian tersebut disampaikan Nelson saat bertemu dengan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PJS, Mahmud Marhaba, di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Ketua Umum DPP PJS, Ady Indra Pawennari, serta Sekretaris Jenderal KOPEK, Alias Wello.
“Insya Allah, saya hadir bersama Sekretaris Jenderal KOPEK, Bapak Alias Wello,” ujar Nelson.
Kehadiran pimpinan KOPEK dalam forum nasional tersebut membawa isu pengembangan kelapa ke ruang diskusi insan pers. Komoditas ini tidak hanya memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat perkebunan, tetapi juga berpotensi dikembangkan melalui industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi.
Namun, naskah penyelenggara belum memuat rincian mengenai agenda khusus, target kebijakan, maupun langkah konkret yang akan dibahas Nelson dalam Rakernas tersebut. Karena itu, kontribusi forum terhadap pengembangan industri kelapa masih perlu dilihat dari substansi diskusi dan tindak lanjut setelah kegiatan berlangsung.
Nelson bukan orang baru dalam pemerintahan daerah. Ia pernah menjabat Bupati Gorontalo selama dua periode, yakni 2016–2021 dan 2021–2025. Pengalaman tersebut menjadi salah satu latar belakang yang diharapkan dapat memperkaya pembahasan mengenai pembangunan daerah dan pengelolaan potensi sumber daya lokal.
Alias Wello, yang akan mendampingi Nelson, juga memiliki pengalaman memimpin pemerintahan daerah. Ia pernah menjabat Bupati Lingga, Kepulauan Riau, pada 2016–2021.
Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba, mengapresiasi kesediaan Nelson menjadi narasumber dalam agenda nasional tersebut. Menurut Mahmud, pengalaman Nelson di bidang pemerintahan, pendidikan, dan organisasi dapat memberikan perspektif bagi peserta Rakernas.
“Atas nama Dewan Pimpinan Pusat PJS, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kesediaan Prof. Nelson Pomalingo hadir sebagai narasumber pada Rakernas III PJS di Batam,” kata Mahmud.
“Pengalaman beliau relevan untuk memperkaya pembahasan mengenai pembangunan daerah, penguatan ekonomi masyarakat, serta pengelolaan potensi sumber daya lokal,” ujarnya.
Mahmud menegaskan, pers memiliki peran lebih luas daripada sekadar menyampaikan informasi. Media juga dapat memperkenalkan potensi daerah, mengangkat persoalan masyarakat, serta menyebarluaskan gagasan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan publik.
Rakernas III PJS dijadwalkan diikuti sekitar 250 peserta dari 26 provinsi di Indonesia. Selain menjadi forum konsolidasi organisasi, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat profesionalisme wartawan media siber, meningkatkan kualitas pemberitaan, dan memperluas komunikasi antara insan pers dengan para pemangku kepentingan.
Pembahasan mengenai kelapa di forum tersebut menjadi salah satu peluang untuk mempertemukan kepentingan daerah penghasil, pengembangan ekonomi masyarakat, dan peran media dalam menyebarkan informasi. Ukuran pentingnya bukan semata kehadiran tokoh, melainkan sejauh mana gagasan yang disampaikan dapat mendorong perhatian publik dan menghasilkan langkah nyata bagi daerah penghasil kelapa.