Diduga Oknum Polisi Aniaya Warga, Kepala Diinjak, Kemaluan Ditarik Hingga Masuk Rumah Sakit

Makassar Dnid.co.id – Dugaan tindak kekerasan yang melibatkan seorang oknum anggota kepolisian di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menuai sorotan. Seorang pemuda berusia 25 tahun bernama Saharuddin dilaporkan mengalami dugaan penganiayaan yang disebut terjadi di lingkungan Mapolsek Makassar pada malam tanggal 22.

Akibat kejadian tersebut, Saharuddin kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Pihak keluarga menduga korban mengalami sejumlah tindakan kekerasan fisik dan meminta persoalan tersebut ditangani secara serius oleh institusi kepolisian, termasuk melalui mekanisme pengawasan internal oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam).

Dugaan penganiayaan itu diungkapkan Wati (43), ibu korban yang mengaku sangat terpukul atas kejadian yang menimpa anaknya. Ia menyebut seorang anggota polisi yang dikenal dengan nama Rampa sebagai pihak yang diduga melakukan kekerasan terhadap Saharuddin.

Menurut penuturan Wati, peristiwa tersebut bermula dari keributan yang melibatkan anaknya dengan oknum polisi yang disebut merupakan tetangga mereka.

Situasi yang awalnya disebut berkaitan dengan keributan tersebut kemudian berujung pada dibawanya Saharuddin ke Mapolsek Makassar.

Namun, menurut keterangan ibu korban, justru di tempat itulah anaknya diduga mengalami tindakan kekerasan.

Dengan nada kecewa dan penuh kesedihan, Wati mengungkapkan sejumlah tindakan yang menurut pengakuannya dialami oleh Saharuddin.

Ia menuturkan, anaknya diduga dicekik, diludahi pada bagian mulut, ditarik alat kelaminnya, hingga kepalanya diinjak.

“Anak saya dicekik, diludahi mulutnya, kemudian ditarik kelaminnya dan diinjak kepalanya,” ungkap Wati saat menceritakan dugaan kekerasan yang dialami anaknya.

Wati menyebut dugaan penganiayaan itu terjadi pada malam tanggal 22. Ia menegaskan bahwa berdasarkan informasi yang diketahuinya, tindakan tersebut berlangsung di lingkungan Mapolsek Makassar setelah Saharuddin dibawa ke kantor polisi.

“Saat anak saya menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar menjadi perhatian keluarga,” ungkapnya.

Wati mengatakan anaknya masuk rumah sakit pada malam sebelum ia menyampaikan keterangannya. Ia mengaku khawatir terhadap kondisi kesehatan Saharuddin setelah peristiwa yang diduga dialaminya.

Menurut Wati, dokter telah melakukan pemeriksaan terhadap anaknya dan mengeluarkan diagnosis medis. Namun, rincian diagnosis tersebut belum disampaikan secara jelas dalam keterangan yang tersedia.

“Polisi yang pegang laporan doker. Tidak diberikan kepada kami pihak keluarga,” terangnya.

Bagi keluarga, perawatan di rumah sakit bukan sekadar persoalan pemulihan fisik, tetapi juga berkaitan dengan harapan agar dugaan kekerasan yang menimpa Saharuddin memperoleh penanganan yang adil. Dalam keterangannya, Wati juga menyebut adanya pembicaraan mengenai tanggung jawab biaya pengobatan korban.

Ia mengatakan pihak yang disebutnya sebagai Rampa menyatakan akan menanggung biaya perawatan Saharuddin sampai selesai.

Meski demikian, menurut Wati, persoalan biaya pengobatan bukan satu-satunya hal yang ingin ia perjuangkan. Ia juga menginginkan adanya kejelasan mengenai dugaan kekerasan yang dialami anaknya.

Wati menyampaikan bahwa dirinya ingin melaporkan kejadian tersebut dan berharap laporan maupun pengaduannya dapat ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Ia juga menyebut telah memikirkan untuk menyampaikan persoalan tersebut kepada Propam agar dugaan tindakan yang melibatkan anggota kepolisian dapat diperiksa melalui mekanisme yang berlaku.

Bagi keluarga, tanggung jawab terhadap biaya perawatan dan pertanggungjawaban atas dugaan perbuatan yang terjadi merupakan dua persoalan berbeda yang perlu ditangani secara jelas.

Apabila dugaan kekerasan terbukti, penanganannya harus dilakukan sesuai ketentuan hukum dan peraturan disiplin maupun kode etik yang berlaku bagi anggota Polri.

Wati mengaku tidak dapat menerima apabila anaknya harus mengalami penderitaan seperti yang ia ceritakan tanpa adanya penjelasan dan penanganan yang jelas.

Ia mempertanyakan tindakan yang diduga dilakukan terhadap Saharuddin, terlebih karena pihak yang disebut dalam keterangannya merupakan seorang anggota kepolisian.

“Kasihan sekali anak saya. Saya takut anak saya kenapa-kenapa. Saya ingin persoalan ini diperiksa dan ada kejelasan,” demikian inti keluhan Wati mengenai kondisi anaknya.

Ia berharap pihak kepolisian tidak hanya memperhatikan persoalan biaya pengobatan, tetapi juga memberikan ruang bagi keluarga untuk mencari keadilan melalui jalur resmi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Menurut keluarga, pemeriksaan yang transparan diperlukan agar persoalan tersebut tidak berhenti pada keterangan sepihak dan seluruh fakta dapat diketahui.

Wati juga berharap ada penjelasan mengenai tindakan yang dilakukan terhadap anaknya sejak dibawa ke Mapolsek hingga akhirnya menjalani perawatan di rumah sakit.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 28 Oktober 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sidang Kematian Aldo Memanas, Kapasitas Saksi MUI Dipersoalkan
Sidang Gugatan Kematian Aldo Memanas! Saksi Ahli MUI Babel Dicecar soal Medis, Hakim Tegur Penggugat
Pengeroyokan di Perintis Kemerdekaan, Polsek Biringkanaya Amankan Terduga Pelaku
Cegah Perang Kelompok, Polsek Tallo Perketat Patroli di Borta–Sapiria
Ponton Tambang Ilegal di Tembelok Ditarik, Pemilik Diminta Menghadap Polisi
Penganiayaan Lukai Anggota TNI AU Terungkap, Polrestabes Makassar Selidiki Kasusnya
Mahasiswa Pelayaran Asal Bone Tewas Ditikam OTK di Boulevard Makassar, Polisi Buru Pelaku
Usai Diamuk Massa dan Motor Dibakar, Terduga Geng Motor di Tanjung Bunga Diamankan Polisi
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:15 WITA

Diduga Oknum Polisi Aniaya Warga, Kepala Diinjak, Kemaluan Ditarik Hingga Masuk Rumah Sakit

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:47 WITA

Sidang Kematian Aldo Memanas, Kapasitas Saksi MUI Dipersoalkan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:17 WITA

Pengeroyokan di Perintis Kemerdekaan, Polsek Biringkanaya Amankan Terduga Pelaku

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:48 WITA

Cegah Perang Kelompok, Polsek Tallo Perketat Patroli di Borta–Sapiria

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:26 WITA

Ponton Tambang Ilegal di Tembelok Ditarik, Pemilik Diminta Menghadap Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:55 WITA

Penganiayaan Lukai Anggota TNI AU Terungkap, Polrestabes Makassar Selidiki Kasusnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:13 WITA

Mahasiswa Pelayaran Asal Bone Tewas Ditikam OTK di Boulevard Makassar, Polisi Buru Pelaku

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:00 WITA

Usai Diamuk Massa dan Motor Dibakar, Terduga Geng Motor di Tanjung Bunga Diamankan Polisi

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Sidang Kematian Aldo Memanas, Kapasitas Saksi MUI Dipersoalkan

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:47 WITA