Proyek Jalan Rp 12,8 Miliar Jadi Sorotan! Siring Jalan Taccipi-Tokaseng Retak Tembus, PPK Malah Bungkam, Warga: Ada Apa

Pasangan batu pada dinding penahan tanah retak hingga ke bagian bawah saat pekerjaan masih berlangsung. Warga mempertanyakan kualitas konstruksi dan mendesak pemeriksaan teknis, sementara PPK belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang dilayangkan.

 

Bone, DNID.co.id – Jumat (30/10/2026). Kondisi siring pasangan batu pada Proyek Rehabilitasi Jalan Paket 02 Ruas Taccipi – Tokaseng senilai Rp 12,8 Miliar menjadi sorotan warga. Dari pantauan, yang kini masih di kerjakan pondasi siring atau dinding penahan tanah tersebut mengalami retak vertikal dari atas tembus kebawah.

Proyek yang dikerja oleh PT. Mutiara Gunung Agung, kondisinya terlihat sangat memprihatinkan, yang tadinya kegiatan ini diharapkan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu-lintas sehingga umur rencana yang ditetapkan dapat tercapai, namun kontruksi tersebut terlihat dari pondasi siring jalan yang berlubang, terdapat beberapa Retak hingga potensi patah.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan saat dimintai tanggapan terkait foto retakan tersebut mengatakan, kondisi di lapangan cukup memprihatinkan.

Di bawah cor atas itu bukan beton, tapi tumpukan batu gunung dengan adukan kering kerontang. Adonannya rontok, tidak menyatu. diduga Itu bukan pasangan batu, itu batu ditumpuk kasih semen sedikit,” ujarnya.

Ia menambahkan, retakan yang terlihat tembus dari cor atas sampai ke pasangan batu di bawahnya menjadi indikasi putusnya ikatan struktur.

“Retaknya dari atas cor sampai tembus ke pasangan batu di bawahnya. Artinya cor atas dan batu bawah sudah putus total, tidak mengikat. Ada rongga / lubang di bawah batu. Itu bukti tanahnya sudah longsor / tergerus. Kalau diisi semen saja, lubang di bawahnya tetap ada,” jelasnya.

Selain itu Pondasi yang sudah di bungkus Plesteran tetap retak. Retakan yang terlihat pada badan siring jalan ini memunculkan pertanyaan serius terhadap Pengamat mengenai kualitas pelaksanaan konstruksi.

Menurut Fahrul Jika pekerjaan tersebut masih tergolong baru, kondisi ini patut menjadi perhatian dinas terkait dan pengawas proyek. Apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, atau ada aspek konstruksi yang perlu dievaluasi?

” Kerusakan pada struktur beton tidak semestinya dipandang sebagai persoalan sepele, terlebih jika ditemukan pada pekerjaan yang baru dilaksanakan. Dinas terkait dan konsultan pengawas perlu turun memeriksa kondisi fisik, memastikan penyebab keretakan, serta menjelaskan apakah pekerjaan sudah memenuhi persyaratan teknis. Jangan sampai persoalan baru ditangani setelah kerusakan semakin meluas,” Tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut belum memberikan tanggapan padahal telah berkali-kali dilayangkan konfirmasi.

Kondisi itu yang membuat warga geram. Terlebih, Kepala Bidang BMCKTR Bone Jumran yang bertindak selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut enggan memberikan penjelasan saat dikonfirmasi.

Menurut Warga, diamnya PPK justru menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat, bahkan mereka menilai pembiaran ini berbahaya.

“Jangan tunggu jalan amblas baru mau bicara. Ini siring sudah diplester baru warna abu-abu tua, tapi kenapa bisa retak tembus. Metode tambal sisip semen yang di gunakan untuk menutupi retakan dianggap GAGAL. Cuma adukan semen. Kekuatannya nol. Ditambal seperti itu tidak akan pernah kuat,” katanya.

Warga menilai, sikap diam tersebut justru menimbulkan kecurigaan yang lebih besar daripada kerusakan siring itu sendiri.

” Kalau memang sesuai spesifikasi, jelaskan saja. Kenapa harus diam? Karena diamnya itulah kami jadi curiga. Ada apa? Mau sembunyikan apa? Takut ketahuan kalau ini diduga tidak sesui spesifikasi teknis dan RAB atau adakah yang lain ddiduga dimainkan,” tegasnya.

Menurut warga, seharusnya PPK berdiri di depan menjelaskan, bukan menghindar.

“Jabatan PPK itu bukan jabatan main-main. Dia yang tanda tangan uang negara. Kalau ada temuan retak putus seperti itu, harusnya dia yang pertama marah dan suruh bongkar. Ini malah dia yang diam. Jadi wajar kami masyarakat bertanya-tanya,” tambahnya.

Hingga berita ini kembali diterbitkan, Kabid Jumran selaku PPK proyek Jalan Paket 02 Ruas Taccipi – Tokaseng yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp pada Rabu, 28/10/2026 tidak memberikan jawaban. Pesan yang dikirim hanya dibaca tanpa dibalas.

Warga menegaskan akan terus mempertanyakan sikap bungkam tersebut hingga ada penjelasan terbuka.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 30 Oktober 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Investigasi Tim

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Gubernur Andi Sudirman Groundbreaking Revitalisasi Lapangan Sepak Bola Pallempang Luwu
Bipartit Gagal, Buruh Dantosan Bawa Kasus PHK ke Kemnaker
Kasus Motor di Polsek Panakkukang: Korban Soroti Perubahan Pasal dan Status Terlapor
Operasi Patuh Pallawa 2026 di Bone, Ini Sasaran Utama yang Diperiksa Polisi
Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi
Quick Respons Laporan Masyarakat, Polsek Ujung Bulu Gerak Cepat Datangi TKP Keributan
Buruh Epson Ancam Kepung Pabrik 20 Oktober – 9 November
Penganiayaan Maut di Boulevard Makassar, 4 Pelaku Menyerahkan Diri di Takalar
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:34 WITA

Proyek Jalan Rp 12,8 Miliar Jadi Sorotan! Siring Jalan Taccipi-Tokaseng Retak Tembus, PPK Malah Bungkam, Warga: Ada Apa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:11 WITA

Gubernur Andi Sudirman Groundbreaking Revitalisasi Lapangan Sepak Bola Pallempang Luwu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:12 WITA

Bipartit Gagal, Buruh Dantosan Bawa Kasus PHK ke Kemnaker

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:00 WITA

Kasus Motor di Polsek Panakkukang: Korban Soroti Perubahan Pasal dan Status Terlapor

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:13 WITA

Operasi Patuh Pallawa 2026 di Bone, Ini Sasaran Utama yang Diperiksa Polisi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:22 WITA

Quick Respons Laporan Masyarakat, Polsek Ujung Bulu Gerak Cepat Datangi TKP Keributan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:27 WITA

Buruh Epson Ancam Kepung Pabrik 20 Oktober – 9 November

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:54 WITA

Penganiayaan Maut di Boulevard Makassar, 4 Pelaku Menyerahkan Diri di Takalar

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Bipartit Gagal, Buruh Dantosan Bawa Kasus PHK ke Kemnaker

Kamis, 29 Okt 2026 - 22:12 WITA