Kemarau Melanda, Penyuluh Agama Islam Bersama Baznas Salurkan Air Bersih Bagi Warga Makale
Tana Toraja,DNID.co.id — Di tengah kemarau panjang yang menyebabkan sebagian warga kesulitan mendapatkan air bersih, kepedulian sosial kembali diwujudkan melalui kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tana Toraja dan Penyuluh Agama Islam KUA Makale.
Penyaluran bantuan ini merefleksikan peran substantif Penyuluh Agama Islam yang tidak sekadar menjalankan fungsi bimbingan keagamaan di atas mimbar, tetapi juga hadir secara nyata merespons persoalan mendasar di tengah umat. Hal ini sejalan dengan komitmen pelayanan Kementerian Agama untuk menghadirkan birokrasi dan aparatur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada Senin (5/10/2026) di tiga titik strategis, yakni depan TK Aisyiyah Busthanul Athfal Makale, depan KUD Makale, dan di depan Masjid Raya Makale. Penyaluran kemudian dilanjutkan pada Rabu (7/10/2026) di kawasan belakang KUD Makale, yang diserahkan kepada warga terdampak, termasuk para pedagang kecil.
Krisis air bersih ini dirasakan warga akibat penurunan debit air sumur serta terbatasnya pasokan dari PDAM selama beberapa bulan terakhir.
Kondisi tersebut memaksa sebagian warga untuk memutar otak dan mengeluarkan biaya ekstra demi membeli air untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.
Bagi warga yang terdampak, kehadiran pasokan air bersih ini memberikan dampak nyata yang sangat dirasakan secara langsung dalam meringankan beban ekonomi dan operasional rumah tangga mereka.
Satu tandon air bersih yang disalurkan berarti jaminan ketersediaan air untuk beberapa hari ke depan, membebaskan mereka sementara dari beban pembelian air di tengah himpitan kesulitan.
Pak Winda, salah satu penerima bantuan, menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam atas pasokan air gratis tersebut. Ungkapan senada disampaikan Mama Arif, yang mengaku sangat terbantu setelah dalam dua bulan terakhir harus berjuang membeli air akibat sumur yang menipis dan pasokan PDAM yang terbatas.
Penyuluh Agama Islam KUA Makale Selatan, Hasan Paewang, yang turut hadir dalam kegiatan kolaboratif tersebut, menyampaikan bahwa keikutsertaan penyuluh merupakan bentuk panggilan moral ASN Kemenag untuk turun langsung, mendengar, dan membersamai masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Dalam proses penyediaannya, tim kolaborasi harus terlebih dahulu mendatangi wilayah Kilometer 5, Kecamatan Mengkendek, yang dinilai masih memiliki sumber air yang baik dengan harga relatif terjangkau.
Di sana, tim ikut mengantre bersama para pengantre lainnya selama kurang lebih 30 menit demi mendapatkan giliran pengisian air sebelum akhirnya diangkut dan disalurkan kepada warga yang membutuhkan di Makale.
Melalui kerja sama antara Baznas dan Penyuluh Agama Islam ini, kehadiran aparatur negara tidak hanya dirasakan melalui pesan-pesan moral, tetapi benar-benar bermanifestasi menjadi solusi nyata yang meringankan beban hidup serta menjawab kebutuhan esensial warga di lapangan.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Kemarau Melanda, Penyuluh Agama Islam Bersama Baznas Salurkan Air Bersih Bagi Warga Makale
KAMIS, 8 OKTOBER 2026
Tana Toraja,DNID.co.id — Di tengah kemarau panjang yang menyebabkan sebagian warga kesulitan mendapatkan air bersih, kepedulian sosial kembali diwujudkan melalui kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tana Toraja dan Penyuluh Agama Islam KUA Makale.
Penyaluran bantuan ini merefleksikan peran substantif Penyuluh Agama Islam yang tidak sekadar menjalankan fungsi bimbingan keagamaan di atas mimbar, tetapi juga hadir secara nyata merespons persoalan mendasar di tengah umat. Hal ini sejalan dengan komitmen pelayanan Kementerian Agama untuk menghadirkan birokrasi dan aparatur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan pada Senin (5/10/2026) di tiga titik strategis, yakni depan TK Aisyiyah Busthanul Athfal Makale, depan KUD Makale, dan di depan Masjid Raya Makale. Penyaluran kemudian dilanjutkan pada Rabu (7/10/2026) di kawasan belakang KUD Makale, yang diserahkan kepada warga terdampak, termasuk para pedagang kecil.
Krisis air bersih ini dirasakan warga akibat penurunan debit air sumur serta terbatasnya pasokan dari PDAM selama beberapa bulan terakhir.
Kondisi tersebut memaksa sebagian warga untuk memutar otak dan mengeluarkan biaya ekstra demi membeli air untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari.
Bagi warga yang terdampak, kehadiran pasokan air bersih ini memberikan dampak nyata yang sangat dirasakan secara langsung dalam meringankan beban ekonomi dan operasional rumah tangga mereka.
Satu tandon air bersih yang disalurkan berarti jaminan ketersediaan air untuk beberapa hari ke depan, membebaskan mereka sementara dari beban pembelian air di tengah himpitan kesulitan.
Pak Winda, salah satu penerima bantuan, menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam atas pasokan air gratis tersebut. Ungkapan senada disampaikan Mama Arif, yang mengaku sangat terbantu setelah dalam dua bulan terakhir harus berjuang membeli air akibat sumur yang menipis dan pasokan PDAM yang terbatas.
Penyuluh Agama Islam KUA Makale Selatan, Hasan Paewang, yang turut hadir dalam kegiatan kolaboratif tersebut, menyampaikan bahwa keikutsertaan penyuluh merupakan bentuk panggilan moral ASN Kemenag untuk turun langsung, mendengar, dan membersamai masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.
Dalam proses penyediaannya, tim kolaborasi harus terlebih dahulu mendatangi wilayah Kilometer 5, Kecamatan Mengkendek, yang dinilai masih memiliki sumber air yang baik dengan harga relatif terjangkau.
Di sana, tim ikut mengantre bersama para pengantre lainnya selama kurang lebih 30 menit demi mendapatkan giliran pengisian air sebelum akhirnya diangkut dan disalurkan kepada warga yang membutuhkan di Makale.
Melalui kerja sama antara Baznas dan Penyuluh Agama Islam ini, kehadiran aparatur negara tidak hanya dirasakan melalui pesan-pesan moral, tetapi benar-benar bermanifestasi menjadi solusi nyata yang meringankan beban hidup serta menjawab kebutuhan esensial warga di lapangan.