Breaking News

Radio Player

Loading...

Tokoh Adat Batin Perwira Kusuma Serukan Perdamaian, Pasca Pilkada Pesawaran

Selasa, 16 September 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

 

 

ads

Pesawaran DNID MEDIALAMPUNG– Meskipun prosesi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pesawaran telah berakhir dan bupati serta wakil bupati terpilih sudah dilantik, dinamika politik lokal masih menyisakan gesekan di tengah masyarakat. Kondisi ini mendapat perhatian dari tokoh adat Pesawaran, Batin Perwira Kusuma, yang menyampaikan seruan perdamaian.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam keterangannya, Batin Perwira Kusuma menyebut bahwa proses Pilkada hingga tahap Penghitungan Suara Ulang (PSU) menimbulkan dampak yang cukup besar.

 

 

“Yang saya lihat, dampak Pilkada sampai ke PSU di Kabupaten Pesawaran sangatlah besar. Gesekan-gesekan itu nyata terasa,” ujarnya.

 

 

Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi situasi pasca-Pilkada.

“Menurut saya, mari kita sama-sama mawas diri, dewasa dalam berpikir, dewasa dalam mengambil keputusan, khususnya masyarakat Kabupaten Pesawaran,” katanya.

 

 

Batin Perwira Kusuma menegaskan bahwa saat ini tidak ada lagi perbedaan antara pendukung pasangan calon tertentu. Ia menyerukan agar seluruh pihak bersatu mendukung kepemimpinan yang telah dilantik.

 

 

“Mari kita bersama-sama membantu bupati dan wakil bupati untuk menjalankan visi, misi, dan program mereka, agar pembangunan di Pesawaran semakin maju,” jelasnya.

 

 

Selain itu, ia juga menyampaikan pesan kepada para pengurus organisasi masyarakat, kepemudaan, maupun lembaga lainnya.

 

 

“Kepada abang-abang saya, sahabat, dan adik-adik di organisasi, OKP, LSM, maupun ormas, mari kita menahan diri, meningkatkan mutu dan kualitas organisasi, sekaligus berkontribusi memajukan Pesawaran,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Seruan ini diharapkan dapat membantu menciptakan suasana kondusif dan mengarahkan energi masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah. (RA)

Simpan Gambar:

Berita Terkait

Energi Stabil untuk Ekonomi Rendah Karbon
Transformasi Strategis Sektor Energi Nuklir dalam Era Artificial Intelligence
Sinergi Nuklir dan EBT: Menambal Celah Intermitensi demi Kedaulatan Energi
PLTN Untuk Generasi Muda: Peluang Karier Baru yang Jarang Dibahas
Asia Tenggara Masuki Era Nuklir Jangan Sampai Indonesia Hanya Jadi Penonton
Apa yang Akan Kita Wariskan? Asap, atau Cahaya?
Pemekaran Provinsi Luwu Raya: Antara Janji Sejarah dan Legitimasi Elit Politik Sulawesi Selatan
Relevansi Energi Nuklir bagi Konservasi Alam
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:29 WITA

Energi Stabil untuk Ekonomi Rendah Karbon

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:25 WITA

Transformasi Strategis Sektor Energi Nuklir dalam Era Artificial Intelligence

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:22 WITA

Sinergi Nuklir dan EBT: Menambal Celah Intermitensi demi Kedaulatan Energi

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:15 WITA

PLTN Untuk Generasi Muda: Peluang Karier Baru yang Jarang Dibahas

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:00 WITA

Asia Tenggara Masuki Era Nuklir Jangan Sampai Indonesia Hanya Jadi Penonton

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:31 WITA

Apa yang Akan Kita Wariskan? Asap, atau Cahaya?

Senin, 5 Januari 2026 - 22:18 WITA

Pemekaran Provinsi Luwu Raya: Antara Janji Sejarah dan Legitimasi Elit Politik Sulawesi Selatan

Senin, 5 Januari 2026 - 16:36 WITA

Relevansi Energi Nuklir bagi Konservasi Alam

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Presiden Prabowo Siap Hadir di HPN 2026

Sabtu, 24 Jan 2026 - 16:05 WITA