Pangan sebagai Senjata Diplomasi: Mengulas Strategi Geopolitik Negara Kepulauan

JAKARTA,DNID.co.id – Pemuda saat ini merupakan penerus tongkat estafet kepemimpinan di masa yang akan datang, peran organisasi pemuda dan pemuda sangat lah penting , ikut sertaanya dalam perkembangan teknologi, ide-ide kreatif bahkan kritik dan saran yang membangun.

Bertempat di Kedai Kopi bilangan Jakarta Utara, Madi Ramadhan dari Departemen Kaderisasi PW IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) DKI Jakarta memberikan pandangan mendalam mengenai relevansi geopolitik dan ketahanan pangan di Indonesia. Ia menekankan bahwa posisi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lahan subur yang luas menuntut strategi pangan yang lebih dari sekadar pemenuhan stok nasional.

Bukan Sekadar Swasembada ,Madi menjelaskan perbedaan mendasar antara swasembada pangan dan ketahanan pangan. Jika swasembada lebih berfokus pada ketersediaan stok untuk kebutuhan domestik, ketahanan pangan dipandang sebagai instrumen kekuatan suatu negara.

“Ketahanan pangan ini berbicara sebagai kekuatan dari suatu negara untuk menciptakan stabilitas, baik itu politik, ekonomi, maupun sosial,” ujarnya.Sabtu (24/01/2026)

Hal yang paling menarik dari paparannya adalah konsep “Food as Weapon” atau pangan sebagai senjata.Menurutnya, ketahanan pangan memiliki peran yang setara dengan diplomasi internasional.

Dengan sejarah Indonesia yang pernah mencapai swasembada pangan, Mahdi berharap pemerintah dan masyarakat dapat melihat potensi besar lahan subur Indonesia sebagai aset strategis untuk memperkuat posisi tawar negara di mata dunia.

Madi pun menyoroti beberapa negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina yang memiliki posisi tawar tinggi dalam kancah internasional. Hal ini tidak terlepas dari status mereka sebagai eksportir pangan terbesar di dunia.

” Negara-negara ini mampu mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri secara mandiri.Selain kebutuhan domestik, mereka juga menyuplai kebutuhan pangan global, yang memberikan mereka kekuatan untuk memengaruhi kebijakan antarnegara.” Jelas Madi

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ketahanan pangan adalah indikator utama stabilitas suatu negara. Dengan sistem pangan yang kuat, sebuah negara tidak hanya mampu menjaga kestabilan politik dan ekonomi, tetapi juga menciptakan kesejahteraan bagi masyarakatnya secara berkelanjutan.

“Ketahanan pangan ini identik dengan bagaimana kita menunjukkan stabilitas dan kemampuan suatu negara untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Madi pun menjelaskan bahwa terdapat perbedaan fundamental antara Swasembada swasembada pangan dan ketahanan pangan Jika swasembada fokus pada ketersediaan stok domestik, ketahanan pangan jauh lebih luas, mencakup kemampuan negara menciptakan stabilitas politik, ekonomi, dan sosial.

“Ketahanan pangan ini berbicara sebagai kekuatan dari suatu negara. Kita bisa katakan ini adalah ‘food as weapon’—pangan sebagai senjata diplomasi,” jelasnya

Belajar dari Eksportir Global Pengaruh besar negara-negara seperti Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina dalam kebijakan global menjadi bukti nyata betapa krusialnya penguasaan sektor pangan.

” Negara-negara ini memiliki posisi tawar yang tinggi karena mampu mencukupi kebutuhan nasional secara mandiri,menyuplai kebutuhan internasional, yang secara otomatis memberikan mereka kekuatan untuk memengaruhi kebijakan dunia.”jelas Madi

Madi mengatakan IPNU siap menjadi fasilitator,siap mengedukasi warga-warga ,siap memanfaatkan IT untuk menjangkau tanaman-tanaman yang subur dengan metode yang bisa dilakukan oleh warga agar menjadi produktif tidak hanya konsumtif.

“IPNU sudah jelas adalah organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan dan keterpelajaran maka selama itu memberikan manfaat kami pasti akan selalu berpartisipasi dan oleh karena itulah untuk mencapai Indonesia emas di 2045 ,dikatakan ketahanan pangan adalah satu hal yang tidak bisa kita lepaskan dari selain lapangan pekerjaan atau industrisasi ataupun industri terbaruan,”

“Kami sebagai IPNU siap untuk kemudian bergandengan tangan apapun itu programnya, mari kita jalankan bersama-sama.” Tutup nya

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 24 Januari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Nur

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Total Harta 3 Legislator Gowa yang Bertemu Bupati Husniah Capai Rp11,27 Miliar, Ini Rinciannya
Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit
46 Anggota DPRD Makassar Terseret Lebih Bayar Tunjangan Rp1,4 M, Rp339 Juta Belum Dikembalikan
Dugaan Calo Berkedok Travel Marak di Imigrasi Makassar, Urus Paspor Kilat Bayar Jutaan
Dalih Operasional MBG, Satreskrim Polresta Gowa Bongkar Dugaan Penggelapan 19 Mobil Rental Lintas Daerah
Partai Gerakan Perubahan Resmi Daftar Sebagai Calon Peserta Pemilu 2029
Antrean BBM Mengular di SPBU Bulo-Bulo, Kapolsek Arungkeke Turun Tangan Bagikan Air Mineral Gratis
PN Jeneponto Kabulkan Eksepsi Tergugat, Gugatan Penggugat Kandas
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:40 WITA

Total Harta 3 Legislator Gowa yang Bertemu Bupati Husniah Capai Rp11,27 Miliar, Ini Rinciannya

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WITA

Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit

Kamis, 17 September 2026 - 18:50 WITA

46 Anggota DPRD Makassar Terseret Lebih Bayar Tunjangan Rp1,4 M, Rp339 Juta Belum Dikembalikan

Kamis, 17 September 2026 - 14:39 WITA

Dugaan Calo Berkedok Travel Marak di Imigrasi Makassar, Urus Paspor Kilat Bayar Jutaan

Rabu, 16 September 2026 - 18:32 WITA

Dalih Operasional MBG, Satreskrim Polresta Gowa Bongkar Dugaan Penggelapan 19 Mobil Rental Lintas Daerah

Rabu, 16 September 2026 - 09:04 WITA

Partai Gerakan Perubahan Resmi Daftar Sebagai Calon Peserta Pemilu 2029

Senin, 14 September 2026 - 13:29 WITA

Antrean BBM Mengular di SPBU Bulo-Bulo, Kapolsek Arungkeke Turun Tangan Bagikan Air Mineral Gratis

Senin, 14 September 2026 - 12:09 WITA

PN Jeneponto Kabulkan Eksepsi Tergugat, Gugatan Penggugat Kandas

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA