Dana Infak Pengadaan Mobil Operasional Disalahgunakan? Ini Penjelasan Ketua Baznas Maros
Maros,DNID.co.id– Baznas Kabupaten Maros dituding melakukan dugaan penyalahgunaan Dana Infak pengadaan mobil operasional Layanan Dhuafa dan tanggap bencana.
Terkait hal tersebut, Sekertaris Ikatan Wartawan Online (IWO<span) Kabupaten Maros, Abd Azis dalam keterangannya mengatakan dugaan itu mencuat seiring dengan belum terealisasinya kendaraan operasional hingga tahun 2026 ini.
“Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar, khususnya para donatur dan masyarakat yang telah berinfak. Apalagi penggalangan dana untuk pengadaan mobil operasional dilakukan sejak 2021, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” kata Azis.
Lanjut,Azis menjelaskan berdasarkan hasil penelusuran, pihaknya mendapatkan informasi bahwa donasi yang telah terkumpul untuk pengadaan mobil operasional tersebut sudah mencapai Rp 60 juta.
“Informasi kami yang didapat itu sudah Rp 60 juta yang terkumpul, termasuk sumbangan Rp 30 juta dari salah satu figur di Sulsel,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Maros, Ansar Taufiq, saat dikonfirmasi membantah adanya penyalahgunaan dana infak untuk pengadaan mobil operasional.
Ansar mengatakan dana infak sebesar Rp 60 dari para donator untuk pengadaan mobil operasional masih ada hingga saat ini.
“Jadi yang mau saya jelaskan terkait ini, bahwa untuk pengadaan mobil operasional tetap kami upayakan. Karena kondisi mobil yang ada saat ini sudah tidak layak pakai. Kalau untuk dana yang terkumpul Rp 60 juta itu masih ada. Makanya kami berhadap dana ini bisa bertambah, karena untuk pengadaan mobil operasional ini masih jauh dari kata cukup,” ujarnya, Sabtu (31/1/2026).
Lebih lanjut, Ansar menjelaskan bahwa rencana pengadaan mobil operasional sudah dilakukan sebelum dirinya menjadi Ketua Baznas Maros.
“Penggalangan dana untuk pengadaan mobil operasional ini sudah ada sebelum saya jadi Ketua Baznas Maros. Karena memang ini menjadi kebutuhan, apalagi mobil yang ada saat ini sudah tidak layak pakai, tetap harus diupayakan. Doakan saja yang terbaik, mudah-mudahan banyak donator yang memberi bantuan agar dananya mencukupi,” tuturnya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Dana Infak Pengadaan Mobil Operasional Disalahgunakan? Ini Penjelasan Ketua Baznas Maros
SABTU, 31 JANUARI 2026
Maros,DNID.co.id– Baznas Kabupaten Maros dituding melakukan dugaan penyalahgunaan dana infak pengadaan mobil operasional layanan dhuafa dan tanggap bencana.
Terkait hal tersebut, Sekertaris Ikatan Wartawan Online (IWO<span) Kabupaten Maros, Abd Azis dalam keterangannya mengatakan dugaan itu mencuat seiring dengan belum terealisasinya kendaraan operasional hingga tahun 2026 ini.
“Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar, khususnya para donatur dan masyarakat yang telah berinfak. Apalagi penggalangan dana untuk pengadaan mobil operasional dilakukan sejak 2021, tapi sampai sekarang belum terealisasi,” kata Azis.
Lanjut,Azis menjelaskan berdasarkan hasil penelusuran, pihaknya mendapatkan informasi bahwa donasi yang telah terkumpul untuk pengadaan mobil operasional tersebut sudah mencapai Rp 60 juta.
“Informasi kami yang didapat itu sudah Rp 60 juta yang terkumpul, termasuk sumbangan Rp 30 juta dari salah satu figur di Sulsel,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Maros, Ansar Taufiq, saat dikonfirmasi membantah adanya penyalahgunaan dana infak untuk pengadaan mobil operasional.
Ansar mengatakan dana infak sebesar Rp 60 dari para donator untuk pengadaan mobil operasional masih ada hingga saat ini.
“Jadi yang mau saya jelaskan terkait ini, bahwa untuk pengadaan mobil operasional tetap kami upayakan. Karena kondisi mobil yang ada saat ini sudah tidak layak pakai. Kalau untuk dana yang terkumpul Rp 60 juta itu masih ada. Makanya kami berhadap dana ini bisa bertambah, karena untuk pengadaan mobil operasional ini masih jauh dari kata cukup,” ujarnya, Sabtu (31/1/2026).
Lebih lanjut, Ansar menjelaskan bahwa rencana pengadaan mobil operasional sudah dilakukan sebelum dirinya menjadi Ketua Baznas Maros.
“Penggalangan dana untuk pengadaan mobil operasional ini sudah ada sebelum saya jadi Ketua Baznas Maros. Karena memang ini menjadi kebutuhan, apalagi mobil yang ada saat ini sudah tidak layak pakai, tetap harus diupayakan. Doakan saja yang terbaik, mudah-mudahan banyak donator yang memberi bantuan agar dananya mencukupi,” tuturnya.