Heboh Gathering RT/RW di Makassar, Diduga Pungli Berkedok Silaturahmi dengan Wali Kota

DNID.CO.ID-MAKASSAR- Kegiatan bertajuk Gathering RT/RW Se-Kota Makassar yang rencananya digelar di Pantai Indah Bosowa pada Minggu (8/2/2026) menuai polemik. Acara yang diklaim sebagai ajang silaturahmi RT/RW dengan Wali Kota Makassar itu diduga kuat mengandung unsur pungutan liar (Pungli), lantaran adanya setoran dana Rp100 ribu per RT/RW tanpa dasar hukum, kepanitiaan yang jelas, maupun payung resmi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Sejumlah Ketua RT/RW mengaku resah karena kegiatan tersebut mencatut nama Wali Kota Makassar, namun tidak pernah disampaikan secara resmi melalui instruksi wali kota ataupun Peraturan Wali Kota (Perwali).

“Ohh yang gathering di Bosowa itu Pak, kami disuruh kumpul dana Rp100 ribu per RT/RW, tanpa penjelasan apapun tentang penyelenggaraan kegiatan,” ungkap SR, salah satu Ketua RW di Kecamatan Tallo, Kamis (29/1/2025).

SR menegaskan hingga kini tidak ada kejelasan siapa panitia pelaksana maupun ke mana dana harus disetorkan.

“Kami juga masih bertanya-tanya siapa yang adakan ini, pihak Lurah juga tidak ada penyampaian siapa yang agendakan ini kegiatan dan dimana disetor dananya,” tambahnya.

Dugaan pungli semakin menguat setelah sejumlah RT/RW mengaku pembayaran tetap dipaksakan meski disebut sebagai “sukarela”. Salah satunya diungkapkan SF, Ketua RT di Kecamatan Tallo.

“Sudah beredar pernyataan Sekda itu hari, bahwa ini tidak ada paksaan, tidak diwajibkan, tapi ternyata pelaksanaannya di bawah dipaksakan diwajibkan,” ucap SF saat dikonfirmasi DNID.co.id, Kamis (29/1/2026).

Ia menyebut, meski tidak ikut acara, RT/RW tetap diminta menyetor uang.

“Mau tidak mau pergi atau tidak pergi tetap harus bayar,” tegasnya.

SF juga mengungkap adanya tekanan kepada lurah agar setoran tetap berjalan.

“Pak lurahku sudah mengirim pernyataan bahwa jika ada kelurahan yang tidak menyetor maka lurahnya akan di-nonjobkan,” ungkap SF heran.

Dana Ratusan Juta, Panitia Misterius
Dengan jumlah RT/RW di Makassar mencapai sekitar 6.032, total dana yang terkumpul diperkirakan bisa mencapai lebih dari Rp600 juta.

“Kalau 6.032 RT/RW kali Rp100 ribu itu kan Rp632 juta, bukan uang sedikit, dan tidak jelas kepanitiaannya,” kata SF.

Ia juga menyoroti undangan yang beredar hanya melalui WhatsApp, tanpa kop resmi dan tanpa mencantumkan susunan panitia.

“Judulnya Gathering RT/RW, seakan-akan RT/RW yang bikin acara tapi tidak ada persetujuan dari kita, itupun undangan WhatsApp yang tidak jelas,” tambahnya.

Pihak Lurah hingga Camat Beri Keterangan Berbeda
Pernyataan para lurah justru memperlihatkan adanya perbedaan versi. Lurah Lembo Kecamatan Tallo, Ali, mengaku tidak mengetahui detail kegiatan tersebut dan menegaskan bukan agenda Pemkot.

“Itu kegiatannya RT/RW jadi kami tidak ikut campur karena itu pribadi mereka,” ujar Ali saat dikonfirmasi DNID.co.id, Kamis (29/1/2026).

Ali juga membantah mengumpulkan dana.

“Bukan saya yang kumpul, itu masing-masing mereka semua ji yang kumpul, saya tidak tahu juga mereka menyetor kemana dananya,” katanya.

Namun berbeda dengan Lurah Melayu Kecamatan Wajo, Sinar, yang mengakui adanya pengumpulan dana Rp100 ribu.

“Iye ada pengumpulan dana Rp100 ribu, untuk insyaAllah tanggal 8 silaturahmi dengan pak wali iye,” ucap Sinar saat dikonfirmasi DNID.co.id, Kamis (29/1/2026).

Meski menegaskan tidak wajib, Sinar mengaku terlibat langsung mengakomodir pembayaran.

“Saya yang akomodir pengumpulan pembayaran,” katanya.

Ironisnya, Sinar mengaku lupa kepada siapa dana tersebut diserahkan.

“Dana yang terkumpul saya transfer ke pihak pelaksana, ku lupa namanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Tallo, RAHMAT, yang dikonfirmasi mengatakan bahwa pihak Kecamatan Tallo tidak mengetahui persis kegiatan itu dan mengatakan bahwa itu bukan agenda resmi Pemkot.

“Itu bukan agenda resmi tapi dia tonji (para RT/RW) yang inisiasi semua, kayak mau bikin acara iye,” ucap Rahmat, saat dikonfirmasi DNID.co.id, Kamis (29/1/2026).

Ia membantah keterlibatan pihak Camat dalam pengumpulan dana tersebut.

“Tidak ada pengumpulan, tidak ada keterlibatan Camat pengumpulan dana Rp100 ribu, Panitia pelaksananya dia tonji yang sepakat semua kami tidak campuri ji, dia tonji RT/RW,” tambah Rahmat.

Undangan Cantumkan Hadiah Umrah atas Nama Wali Kota
Hasil penelusuran awak media menemukan undangan berantai yang beredar di grup RT/RW, dengan narasi bombastis:
“HADIAH UTAMA 2 UMROH DARI BAPAK WALI KOTA MAKASSAR”.

Dalam undangan tersebut tidak dicantumkan nama panitia, hanya menyebut acara akan dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Ketua TP PKK Melinda Aksa, serta menghadirkan artis Ridwan Sau. Doorprize yang dijanjikan antara lain 2 paket umrah, sepeda listrik, voucher hotel, hingga merchandise.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak penyelenggara terkait legalitas acara, transparansi dana, maupun penggunaan nama Wali Kota Makassar dalam kegiatan tersebut.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Kamis, 29 Januari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Daeng Sunu

Editor: Kingzhee

Sumber Berita: Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran
Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel
Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan
Total Harta 3 Legislator Gowa yang Bertemu Bupati Husniah Capai Rp11,27 Miliar, Ini Rinciannya
Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik
Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla
Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit
Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara
Berita ini 1,706 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 23:06 WITA

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 September 2026 - 22:44 WITA

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel

Kamis, 17 September 2026 - 22:31 WITA

Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan

Kamis, 17 September 2026 - 21:40 WITA

Total Harta 3 Legislator Gowa yang Bertemu Bupati Husniah Capai Rp11,27 Miliar, Ini Rinciannya

Kamis, 17 September 2026 - 19:55 WITA

Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WITA

Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit

Kamis, 17 September 2026 - 19:22 WITA

Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara

Kamis, 17 September 2026 - 18:51 WITA

Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA