Malam Kedua Ramadan 1447 H, Masjid-Masjid di Bone Penuh Saat Tarawih
Jamaah memadati saf-saf salat tarawih malam kedua Ramadan 1447 H di Masjid Nurut Tijarah, Kamis (19/2/2026) malam. Antusiasme warga terlihat dengan penuhnya ruang utama masjid saat pelaksanaan ibadah setelah salat Isya.
Keutamaan ampunan dosa bagi diri dan orang tua di malam kedua menjadi magnet jamaah memadati Masjid Al Markaz Al Ma’arif dan Masjid Nurut Tijarah
BONE, DNID.CO.ID — Umat Islam memasuki malam kedua Ramadan 1447 Hijriah dengan kembali menunaikan salat tarawih pada Kamis (19/2/2026) malam, setelah salat Isya. Sementara puasa hari kedua jatuh pada Jumat (20/2/2026).
Meski hukumnya sunnah muakad, salat tarawih menjadi ibadah yang sangat dianjurkan dan hanya dilaksanakan selama bulan Ramadan. Karena itu, dinilai merugi bagi mereka yang meninggalkannya tanpa alasan syar’i. Setiap malam tarawih memiliki keutamaan tersendiri, termasuk pada malam kedua.
Dalam kitab Durratun Nashihin dijelaskan, orang yang melaksanakan salat tarawih pada malam kedua Ramadan akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya, selama keduanya beriman.
Artinya: Pada malam kedua, orang yang shalat tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.
Keutamaan ini mempertegas ajaran Islam yang sangat menekankan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua. Selain melalui sikap dan perilaku, bentuk bakti juga diwujudkan dengan doa dan ibadah yang diharapkan memberi keberkahan bagi mereka.
Dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 23–24, Allah SWT memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada ibu dan bapaknya:
“..Hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia,” (ayat 23).
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’,” (ayat 24).
Pantauan DNID.CO.ID pada Kamis (19/2/2026) malam, masyarakat memadati sejumlah masjid di Kabupaten Bone untuk melaksanakan tarawih malam pertama Ramadan 2026. Di antaranya di Masjid Al Markaz Al Ma’arif dan Masjid Nurut Tijarah jalan KF. Tendean. Kelurahan Macege.
Antusiasme tersebut diperkirakan berlanjut pada malam ketiga hingga ke 15, seiring harapan umat Islam meraih limpahan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
Adapun niat salat tarawih berjamaah sebagai makmum (dua rakaat) sebagai berikut:
Artinya: “Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Malam Kedua Ramadan 1447 H, Masjid-Masjid di Bone Penuh Saat Tarawih
KAMIS, 19 FEBRUARI 2026
Keutamaan ampunan dosa bagi diri dan orang tua di malam kedua menjadi magnet jamaah memadati Masjid Al Markaz Al Ma’arif dan Masjid Nurut Tijarah
BONE, DNID.CO.ID — Umat Islam memasuki malam kedua Ramadan 1447 Hijriah dengan kembali menunaikan salat tarawih pada Kamis (19/2/2026) malam, setelah salat Isya. Sementara puasa hari kedua jatuh pada Jumat (20/2/2026).
Meski hukumnya sunnah muakad, salat tarawih menjadi ibadah yang sangat dianjurkan dan hanya dilaksanakan selama bulan Ramadan. Karena itu, dinilai merugi bagi mereka yang meninggalkannya tanpa alasan syar’i. Setiap malam tarawih memiliki keutamaan tersendiri, termasuk pada malam kedua.
Dalam kitab Durratun Nashihin dijelaskan, orang yang melaksanakan salat tarawih pada malam kedua Ramadan akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya, selama keduanya beriman.
Artinya: Pada malam kedua, orang yang shalat tarawih akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.
Keutamaan ini mempertegas ajaran Islam yang sangat menekankan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua. Selain melalui sikap dan perilaku, bentuk bakti juga diwujudkan dengan doa dan ibadah yang diharapkan memberi keberkahan bagi mereka.
Dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 23–24, Allah SWT memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada ibu dan bapaknya:
“..Hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia,” (ayat 23).
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’,” (ayat 24).
Pantauan DNID.CO.ID pada Kamis (19/2/2026) malam, masyarakat memadati sejumlah masjid di Kabupaten Bone untuk melaksanakan tarawih malam pertama Ramadan 2026. Di antaranya di Masjid Al Markaz Al Ma’arif dan Masjid Nurut Tijarah jalan KF. Tendean. Kelurahan Macege.
Antusiasme tersebut diperkirakan berlanjut pada malam ketiga hingga ke 15, seiring harapan umat Islam meraih limpahan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.
Adapun niat salat tarawih berjamaah sebagai makmum (dua rakaat) sebagai berikut: