Mudik Lebaran Menggeliat, Polisi Waspadai Rumah Kosong
MENTOK, DNID.co.id — Gelombang mudik Idul Fitri mulai terasa di berbagai sudut Bangka Barat. Terminal kecil, pelabuhan penyeberangan, hingga jalan antar-kecamatan perlahan dipadati kendaraan yang membawa satu tujuan sama: pulang kampung. Namun di balik euforia perjalanan menuju kampung halaman, ada satu ancaman yang kerap luput dari perhatian—rumah kosong yang rentan menjadi sasaran kejahatan.
Polres Bangka Barat mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah meninggalkan rumah tanpa persiapan keamanan yang matang menjelang mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Iptu Yos Sudarso menegaskan, keamanan rumah menjadi salah satu titik rawan yang sering muncul setiap musim mudik.
“Menjelang mudik Lebaran, Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar memastikan rumah yang ditinggalkan dalam kondisi aman. Matikan aliran listrik yang tidak diperlukan, lepaskan regulator gas, serta pastikan pintu dan jendela rumah terkunci dengan baik,” ujar Yos Sudarso kepada wartawan, Senin (9/3/2026).
Peringatan itu bukan tanpa alasan. Berdasarkan pola yang kerap terjadi setiap tahun, rumah kosong selama libur panjang sering memancing aksi pencurian, kebakaran akibat kelalaian listrik, hingga gangguan keamanan lingkungan.
Situasi ini, menurut Yos, bisa dicegah sejak awal apabila warga memiliki kesadaran kolektif menjaga lingkungan.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak meninggalkan rumah begitu saja tanpa memberi tahu orang sekitar. Koordinasi dengan tetangga, pengurus RT, hingga aparat lingkungan menjadi langkah sederhana namun efektif untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan.
“Jika warga berencana mudik dalam waktu lama, sebaiknya memberi tahu tetangga atau pengurus RT dan RW. Dengan begitu, lingkungan bisa ikut mengawasi dan memantau rumah yang ditinggalkan,” kata dia.
Langkah itu, lanjutnya, merupakan bagian dari strategi pencegahan yang selama ini diterapkan kepolisian untuk menjaga situasi tetap kondusif saat arus mudik meningkat.
Di sisi lain, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Lonjakan mobilitas saat mudik kerap dibarengi peningkatan risiko kecelakaan lalu lintas.
Karena itu, masyarakat diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat, mematuhi rambu lalu lintas, serta tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah.
“Keselamatan selama perjalanan juga harus menjadi prioritas. Periksa kendaraan sebelum berangkat, patuhi aturan lalu lintas, dan beristirahat jika merasa lelah di perjalanan,” ujar Yos.
Polres Bangka Barat juga mendorong warga untuk saling menjaga keamanan lingkungan selama perayaan Idul Fitri berlangsung. Semangat kebersamaan dinilai menjadi benteng pertama dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan.
Di tengah tradisi tahunan mudik yang selalu membawa cerita haru dan rindu kampung halaman, kepolisian berharap masyarakat tetap waspada dan tidak lengah terhadap risiko yang bisa muncul.
“Harapan kami masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan bersama keluarga,” kata Yos.
Di Bangka Barat, mudik bukan sekadar perjalanan pulang. Ia adalah tradisi, perayaan, dan pertemuan kembali dengan akar keluarga. Namun tanpa kewaspadaan, rumah yang ditinggalkan bisa menjadi celah bagi kejahatan.
Karena itu, sebelum pintu rumah ditutup dan kendaraan mulai melaju menuju kampung halaman, satu hal penting perlu dipastikan: keamanan rumah telah benar-benar dijaga.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Mudik Lebaran Menggeliat, Polisi Waspadai Rumah Kosong
SENIN, 9 MARET 2026
MENTOK, DNID.co.id — Gelombang mudik Idul Fitri mulai terasa di berbagai sudut Bangka Barat. Terminal kecil, pelabuhan penyeberangan, hingga jalan antar-kecamatan perlahan dipadati kendaraan yang membawa satu tujuan sama: pulang kampung. Namun di balik euforia perjalanan menuju kampung halaman, ada satu ancaman yang kerap luput dari perhatian—rumah kosong yang rentan menjadi sasaran kejahatan.
Polres Bangka Barat mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah meninggalkan rumah tanpa persiapan keamanan yang matang menjelang mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Iptu Yos Sudarso menegaskan, keamanan rumah menjadi salah satu titik rawan yang sering muncul setiap musim mudik.
“Menjelang mudik Lebaran, Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar memastikan rumah yang ditinggalkan dalam kondisi aman. Matikan aliran listrik yang tidak diperlukan, lepaskan regulator gas, serta pastikan pintu dan jendela rumah terkunci dengan baik,” ujar Yos Sudarso kepada wartawan, Senin (9/3/2026).
Peringatan itu bukan tanpa alasan. Berdasarkan pola yang kerap terjadi setiap tahun, rumah kosong selama libur panjang sering memancing aksi pencurian, kebakaran akibat kelalaian listrik, hingga gangguan keamanan lingkungan.
Situasi ini, menurut Yos, bisa dicegah sejak awal apabila warga memiliki kesadaran kolektif menjaga lingkungan.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak meninggalkan rumah begitu saja tanpa memberi tahu orang sekitar. Koordinasi dengan tetangga, pengurus RT, hingga aparat lingkungan menjadi langkah sederhana namun efektif untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan.
“Jika warga berencana mudik dalam waktu lama, sebaiknya memberi tahu tetangga atau pengurus RT dan RW. Dengan begitu, lingkungan bisa ikut mengawasi dan memantau rumah yang ditinggalkan,” kata dia.
Langkah itu, lanjutnya, merupakan bagian dari strategi pencegahan yang selama ini diterapkan kepolisian untuk menjaga situasi tetap kondusif saat arus mudik meningkat.
Di sisi lain, kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Lonjakan mobilitas saat mudik kerap dibarengi peningkatan risiko kecelakaan lalu lintas.
Karena itu, masyarakat diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat, mematuhi rambu lalu lintas, serta tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah.
“Keselamatan selama perjalanan juga harus menjadi prioritas. Periksa kendaraan sebelum berangkat, patuhi aturan lalu lintas, dan beristirahat jika merasa lelah di perjalanan,” ujar Yos.
Polres Bangka Barat juga mendorong warga untuk saling menjaga keamanan lingkungan selama perayaan Idul Fitri berlangsung. Semangat kebersamaan dinilai menjadi benteng pertama dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan.
Di tengah tradisi tahunan mudik yang selalu membawa cerita haru dan rindu kampung halaman, kepolisian berharap masyarakat tetap waspada dan tidak lengah terhadap risiko yang bisa muncul.
“Harapan kami masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan bersama keluarga,” kata Yos.
Di Bangka Barat, mudik bukan sekadar perjalanan pulang. Ia adalah tradisi, perayaan, dan pertemuan kembali dengan akar keluarga. Namun tanpa kewaspadaan, rumah yang ditinggalkan bisa menjadi celah bagi kejahatan.
Karena itu, sebelum pintu rumah ditutup dan kendaraan mulai melaju menuju kampung halaman, satu hal penting perlu dipastikan: keamanan rumah telah benar-benar dijaga.