Breaking News

Radio Player

Loading...

Penyebab Alergi Dingin dan Cara Mengatasinya

Senin, 23 Desember 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Berita Harian, DNID.co.id – Tidak semua orang bisa tetap merasa nyaman saat menghadapi udara dingin. Beberapa orang mungkin mengalami masalah alergi dingin, atau dalam istilah medis disebut urtikaria dingin.

Alergi dingin yang dialami oleh setiap orang dapat menimbulkan reaksi yang berbeda-beda, mulai dari ringan hingga parah.

Kondisi ringan biasanya ditandai dengan munculnya gatal dan kemerahan dalam beberapa menit setelah seseorang terpapar dingin.

ads

Sedangkan pada kondisi parah, pengidap bisa mengalami penurunan tekanan darah, bahkan sampai kehilangan kesadaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gangguan ini paling sering terjadi pada remaja dan dapat menghilang sepenuhnya setelah beberapa tahun. Selain itu, langkah pencegahan sangat penting agar masalah ini tidak kambuh.

Penyebab Alergi Dingin

Alergi dapat muncul saat kulit berada dalam cuaca dingin, berangin, dan lembap.

Penelitian menemukan bahwa, kondisi ini disebabkan oleh pelepasan histamin dan zat kimia dalam aliran darah yang dipicu oleh udara dingin.

Orang yang mengidapnya akan mengalami ruam atau gatal-gatal di kulit setelah:

  • Makan atau minum sesuatu yang dingin.
  • Menempatkan es ke kulit.
  • Berenang atau berendam di air dingin.
  • Berjalan di luar ruangan dalam cuaca dingin.

Jenis Alergi Dingin

Ada tiga jenis alergi dingin yang paling umum, yaitu:

  • Alergi dingin esensial. Jenis ini terjadi pada orang yang tidak memiliki riwayat penyakit dalam keluarga. Gejala dapat muncul beberapa menit setelah terpapar dingin. Kemudian, gejala mereda dalam satu atau dua jam.
  • Alergi dingin familial atau herediter. Jenis ini diturunkan dalam keluarga. Gejala membutuhkan waktu lama untuk muncul, biasanya 30 menit hingga 48 jam setelah paparan. Namun, gejalanya dapat bertahan selama satu hingga dua hari.
  • Autoimun. Jenis ini terjadi ketika tubuh melepaskan histamin sebagai reaksi terhadap dingin. Perlu diketahui, histamin adalah bahan kimia yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh sebagai respons terhadap alergi. Namun, alasan pelepasan histamin tidak diketahui.

Faktor Risiko Alergi Dingin

Gangguan yang disebut urtikaria dingin ini paling sering terjadi pada remaja. Sekitar setengah dari pengidapnya dapat menjadi lebih baik atau pun tidak setelah 6 tahun kemudian.

Faktor risikonya bisa berupa kondisi atau situasi yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami reaksi alergi. Misalnya saja ketika terpapar suhu dingin atau mengalami perubahan suhu yang ekstrem.

Berikut adalah beberapa faktor risiko yang perlu kamu waspadai:

  • Riwayat alergi. Seseorang yang memiliki riwayat alergi terhadap bahan tertentu, seperti serbuk sari, bulu binatang, atau makanan tertentu, lebih rentan mengalami kondisi ini.
  • Asma. Orang yang mengidap asma atau alergi lainnya, seperti rinitis alergi atau dermatitis atopik (eksim), memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.
  • Usia. Anak-anak dan remaja cenderung lebih rentan mengalaminya ketimbang orang dewasa.
  • Riwayat keluarga. Jika ada riwayat keluarga dengan kondisi ini atau riwayat alergi lainnya, kamu mungkin juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini.
  • Paparan lingkungan. Orang yang tinggal atau bekerja di lingkungan yang cenderung dingin atau terpapar suhu dingin secara berkepanjangan, dapat memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.
  • Aktivitas di luar ruangan. Beraktivitas dalam suhu dingin atau perubahan suhu yang ekstrem dapat meningkatkan risiko alergi dingin.
  • Kelembapan rendah. Lingkungan dengan kelembaban udara rendah terutama pada musim dingin juga bisa memicu alergi dingin.
  • Aktivitas fisik. Beberapa orang mengalami alergi dingin terutama saat melakukan aktivitas fisik, seperti berlari atau berolahraga di suhu dingin.
  • Reaksi urtikaria kolinergik. Beberapa orang mengidap reaksi alergi yang disebut urtikaria kolinergik ketika tubuh mengalami kenaikan suhu akibat aktivitas fisik, stres, atau suhu panas.

Gejala Alergi Dingin

Ketika seseorang mengalami alergi dingin, gejala yang muncul bisa beragam. Mulai dari gejala yang ringan hingga parah.

Gejala alergi dingin ringan seperti:

  • Bintik-bintik kemerahan sementara diserta bilur yang gatal pada area kulit yang terkena dingin.
  • Reaksi kulit yang buruk saat rasa dingin menghilang.
  • Alami pembengkakan pada tangan saat memegang benda yang dingin.
  • Adanya pembengkakan pada bibir karena mengonsumsi makanan atau minuman dingin.

Gejala alergi dingin parah seperti:

  • Mengalami anafilaksis yang dapat menyebabkan pingsan, jantung berdebar, pembengkakan badan, dan syok.
  • Pembengkakan pada lidah dan tenggorokan yang menyulitkan untuk bernapas.
  • Palpitasi jantung.
  • Penurunan tekanan darah.
  • Pingsan.

Gejala urtikaria ini dimulai segera saat kulit alami penurunan suhu udara atau air dingin secara tiba-tiba. Setiap episode yang terjadi dapat bertahan sampai sekitar dua jam.

Masalah yang paling parah terjadi yaitu saat alami paparan dingin di seluruh tubuh, seperti berenang di air dingin. Jika tidak segera diatasi, pengidapnya dapat hilang kesadaran dan tenggelam.

 

Mengutip dari studi yang dirilis oleh jurnal Allergy, urtikaria dingin (ColdU) atau alergi dingin merupakan suatu kondisi umum, di mana kulit mengalami gatal, bentol, atau pembengkakan setelah terpapar dingin.

Penyebabnya adalah tubuh bereaksi terhadap dingin dengan menghasilkan zat yang memicu peradangan di kulit.

Ditemukan dua jenis alergi dingin: yang biasa dan yang lebih jarang. Biasanya, biduran muncul setelah tubuh terkena dingin dan hilang setelah beberapa saat saat tubuh kembali hangat.

Pada beberapa kasus, reaksi parah bisa terjadi, seperti anafilaksis (reaksi alergi berat). Diagnosis kondisi ini sendiri dapat dilakukan dengan memeriksa riwayat pasien dan uji dingin.

Pengobatan utama meliputi menghindari dingin, minum antihistamin yang tidak menyebabkan kantuk, dan terkadang menggunakan obat lain seperti omalizumab.

 

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya gejala urtikaria dingin, yaitu:

  • Kenakan pakaian pelindung saat cuaca sedang dingin, seperti jaket, topi, sarung tangan, hingga syal. Pastikan semua bagian kulit tertutupi.
  • Periksa suhu air sebelum berendam dan pastikan menghindari air dingin. Jika kamu suka berenang, pastikan memilih kolam dengan pemanas dan cuaca yang hangat.
  • Mandi dengan air hangat.
  • Tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang dingin.
  • Minum antihistamin sebelum terpapar dingin.
  • Jika dokter meresepkan autoinjektor epinefrin, selalu bawa kemanapun untuk mencegah reaksi serius.
  • Jika kamu perlu menjalani operasi tertentu, bicarakan dengan dokter spesialis bedah bahwa kamu memiliki alergi dingin. Tim operasi dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegah gejala di ruang operasi.

 

Alergi dingin terjadi ketika kulit terpapar udara dingin, berangin, atau lembap, yang memicu pelepasan histamin dan zat kimia lain dalam tubuh.

Ini bisa terjadi setelah terpapar makanan atau minuman dingin, berenang di air dingin, atau hanya berada di luar ruangan dalam cuaca dingin.

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena alergi dingin, meliputi:

  • Memiliki riwayat alergi
  • Pengidap asma
  • Faktor usia (lebih sering pada remaja)
  • Paparan terhadap suhu dingin atau perubahan suhu yang ekstrem.

 

Tidak ada pengobatan alami yang secara spesifik diakui untuk alergi dingin dalam teks tersebut.

Namun, untuk mencegah reaksi, kamu bisa melakukan beberapa langkah pencegahan, seperti:

  • Mengenakan pakaian pelindung saat cuaca dingin
  • Hindari air dingin saat berendam
  • Menggunakan hotpack atau kompres panas
  • Konsumsi antihistamin sebelum terpapar suhu dingin

Untuk pengobatan yang lebih efektif, kamu bisa menggunakan desensitisasi, atau suntikan epinefrin.

Pastikan penggunaan obat-obatan tersebut berada di bawah pengawasan dokter.

Simpan Gambar:

Editor : Abdi M Said

Sumber Berita : Redaksi

Berita Terkait

Tim Gabungan Bongkar Pesta Sabu di Bangka Selatan
Viral Oknum ASN Bergaya Mewah di Makassar, Ternyata Ayahnya Terpidana Korupsi di Kemenag Sulsel
Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Diidentifikasi, Kapolda Sulsel Sampaikan Duka Mendalam
Kapolres Jeneponto Sidak Perdana ke Polsek Tamalatea, Pastikan Pelayanan Berjalan Optimal
Seluruh Penumpang Ditemukan, Tujuh Jenazah Korban Pesawat ATR Diserahkan Basarnas ke DVI Polri
Lakukan Reorganisasi, Luna Vidya-Rachim Kallo Resmi Nakhodai LAPAKKSS Periode 2026-2030
Operasi SAR Pesawat ATR 42-500: 10 Korban Akhirnya Telah Ditemukan
Korban Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi Pakai Helikopter Basarnas Jika Cuaca Mendukung
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 19:01 WITA

Tim Gabungan Bongkar Pesta Sabu di Bangka Selatan

Senin, 26 Januari 2026 - 11:10 WITA

Viral Oknum ASN Bergaya Mewah di Makassar, Ternyata Ayahnya Terpidana Korupsi di Kemenag Sulsel

Sabtu, 24 Januari 2026 - 14:35 WITA

Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Diidentifikasi, Kapolda Sulsel Sampaikan Duka Mendalam

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:17 WITA

Kapolres Jeneponto Sidak Perdana ke Polsek Tamalatea, Pastikan Pelayanan Berjalan Optimal

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:56 WITA

Seluruh Penumpang Ditemukan, Tujuh Jenazah Korban Pesawat ATR Diserahkan Basarnas ke DVI Polri

Sabtu, 24 Januari 2026 - 09:39 WITA

Lakukan Reorganisasi, Luna Vidya-Rachim Kallo Resmi Nakhodai LAPAKKSS Periode 2026-2030

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:33 WITA

Operasi SAR Pesawat ATR 42-500: 10 Korban Akhirnya Telah Ditemukan

Jumat, 23 Januari 2026 - 14:10 WITA

Korban Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi Pakai Helikopter Basarnas Jika Cuaca Mendukung

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Bupati Takalar Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan Publik

Senin, 26 Jan 2026 - 20:41 WITA