Korban Pesawat ATR 42-500 Dievakuasi Pakai Helikopter Basarnas Jika Cuaca Mendukung

Pangkep,DNID.co.id – Tim SAR gabungan kesulitan dalam mengevakuasi korban dan puing pesawat ATR 42-500 di Kawasan Gunung Bulusaraung akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.

Namun berkat operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan BMKG Makassar, pelaksanaan evakuasi memungkinkan penggunaan helikopter.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI (Purn) Mohammad Syafii mengatakan OMC sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses evakuasi korban maupun puing pesawat. Kondisi cuaca yang sebelumnya didominasi hujan dan kabut tebal sempat menjadi kendala utama tim SAR gabungan, terutama untuk operasi udara.

“Alhamdulillah, operasi modifikasi cuaca sangat berpengaruh. Ini membantu kita mengurangi sekitar 30 persen dari prediksi kondisi cuaca sehingga helikopter bisa kita terbangkan untuk evakuasi,” ujar Syafii di kantor SAR Kelas A Makassar, Kamis (22/1/2026).

Dengan membaiknya cuaca, helikopter akhirnya dapat menjangkau lokasi pencarian yang berada di medan terjal dan sulit diakses melalui jalur darat.

Ia berharap kondisi cuaca yang lebih bersahabat juga dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh tim SAR darat.

“Mudah-mudahan SAR darat juga bisa melaksanakan operasi dengan maksimal,” tambahnya.

Pada Kamis, 22 Januari 2026, tim SAR gabungan kembali menemukan enam paket (jenazah) kecelakaan pesawat ATR 42-500 di lokasi pencarian.

Jenazah rencananya akan dievakuasi menggunakan helikopter kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Polda Sulawesi Selatan.

Lanjut kata Syafii, jika kondisi cuaca mendukung, evakuasi akan dilakukan menggunakan helikopter Basarnas pada Jumat, 23 Januari 2026.

Namun, apabila cuaca kembali memburuk, jalur darat menjadi opsi utama seperti evakuasi korban sebelumnya.

“Kalau cuaca mendukung, evakuasi menggunakan helikopter. Tapi kalau tidak, kita lakukan evakuasi darat,” jelasnya.

​

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 23 Januari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Basarnas

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Momentum Besar PJS di Batam! Menko Zulkifli Hasan Tiba, Besok Resmi Buka Rakernas III
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Aliansi Mahasiswa Pemuda Demo DLH, Dugaan Pelanggaran Lingkungan Limbah MBG Tamanroya
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung
Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:13 WITA

Momentum Besar PJS di Batam! Menko Zulkifli Hasan Tiba, Besok Resmi Buka Rakernas III

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:16 WITA

Aliansi Mahasiswa Pemuda Demo DLH, Dugaan Pelanggaran Lingkungan Limbah MBG Tamanroya

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WITA

Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung

Minggu, 1 November 2026 - 19:23 WITA

Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara

Berita Terbaru