Breaking News

Radio Player

Loading...

Berzakat: Kerennya Gak Ada Obat, Pahala Melimpah di Ramadan

Jumat, 21 Februari 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Oleh: Pandu H Satrio
Alumni Program Pendidikan (Etos ID) Dompet Dhuafa,
Pimpinan Cabang DD Sulsel
Sekretaris FOZ SulSel 2024-2027.

Makassar, DNID.co.id- Pernah terbayangkah oleh kita, seberapa besar dampak zakat yang dikelola dengan baik, profesional dan modern? Bagaimana kalau selama ini zakat yang anda bayarkan bisa meluluskan ribuan sarjana dari kampus terbaik di Indonesia.

Bagaimana jika zakat yang anda bayarkan selama ini ternyata berhasil membuat dhuafa bisa merasakan berobat gratis dan rumah sakit yang kokoh berhasil berdiri dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.

ads

Pernah terpikir kah, bahwa Berzakat Kerennya Gak Ada Obat! Bagaimana tidak, ternyata zakat yang hanya 2,5% itu dampaknya terasa dan mengalir di setiap darah insan yang menerimanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai contoh, zakat berhasil membuat banyak sarjana berhasil memutus rantai kemiskinan berhenti pada dirinya.

Lewat Program Etos ID, Dompet Dhuafa memberi kuliah gratis bagi para dhuafa, membuat mereka bisa kerja lebih layak.

Kerja yang layak itu membuatnya memiliki penghasilan yang mumpuni untuk menghidupi dirinya.

Hingga akhirnya kemiskinan yang turun temurun itu berhenti pada dirinya.

Bagaimana zakat, infaq, sedekah, wakaf (ZISWAF) berhasil membuat dhuafa merasakan berobat gratis memang bukan isu/masalah lagi belakangan ini. BPJS dengan segala kelebihan dan kekurangannya berhasil melakukan itu beberapa waktu terakhir.

Tapi terbayang kah bagaimana pengelolaan ZISWAF yang optimal mampu mendirikan 7 Rumah Sakit berjalan dengan baik? Dompet Dhuafa lewat pengelolaan ZISWAF modern mampu melakukannya.

Masih banyak lagi manfaat zakat yang tidak bisa tersebut di dalam tulisan singkat ini.
Berzakat memang sebuah kewajiban bagi setiap muslim/muslimah yang sudah masuk nishabnya (standar).

Tapi, berzakat itu bukan hanya wajib, melainkan juga Solusi Sosial. Maka, kesadaran para muzaki untuk menunaikan kewajiban tersebut adalah kesyukuran. Sementara, jika terbesit keraguan akan berkurangnya harta pasca ditunaikannya zakat, semoga tulisan ini bisa memberi penguatan, dengan izin-Nya.

Ramadan adalah bulan dimana pahala melimpah ruah. Nabi SAW mengatakan, Ramadan Ibarat bulan memanen, maka sejatinya sebelum panen perlu disiapkan bibit untuk kemudian disirami dengan air dan diberikan pupuk.

Sayangnya, Ramadan sudah ada di depan mata, maka perlu sekali bergegas menyiapkan diri dan sumberdaya agar panen yang dimaksud Nabi SAW, adalah panen yang menghadirkan keridaan dan keberkahan Allah SWT.

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) hadir di tengah masyarakat untuk memudahkan proses berzakat. Berzakat di DD Sulsel bahkan bisa diakses kapanpun, dimanapun, dan oleh siapapun.

Bayangkan, dengan berniat zakat dari rumah, kita sudah bisa membayarkan zakat lewat transfer ke nomor rekening layanan zakat DD Sulsel. Lebih mudah lagi, donator/mitra bahkan bisa scan QRIS jika tidak ingin ribet memasukkan nomor rekeningnya. DD Sulsel juga menawarkan Solusi lainnya, jika ingin lebih terasa transaksi dan ingin menitipkan harapan serta doa, mitra/donatur bisa mengakses pembayaran zakat,infak dan sedekah lewat kanal digital yang dimiliki DD Sulsel yakni sulsel.dompetdhuafa.org/donasi.

Berzakat Kerennya Memang Gak Ada Obat! Program-program yang ditawarkan DD Sulsel kepada para muzaki/mitra di bulan ramadan juga tidak kalah keren. DD Sulsel menawarkan pengalaman tersendiri untuk para mitra/donatur merasakan pengalaman ramadan yang berbeda dari sebelumnya. Mulai dari berbuka bersama yatim/dhuafa, membagikan zakatnya sampai ke pelosok Sulawesi Selatan, lebih dari itu para mitra/donatur juga bisa membantu para dhuafa/yatim ikut merasakan bahagia di lebaran lewat program Belanja Bareng Yatim.

Salah satu yang menarik untuk diikuti mitra/donatur adalah Ekspedisi Ramadan. Program ini mengajak para mitra/donatur untuk terlibat dalam program membagikan paket sembako/zakat fitrah hingga pelosok Sulawesi Selatan. Mitra/donatur akan menginap dan merasakan makan sahur hingga berbuka bersama dengan para penerima manfaat. Selain menjadi pengalaman baru dan menarik, rasa syukur pastinya akan meningkat mengingat betapa seringnya ramadan dijadikan (secara tidak sengaja) ajang mubazir/boros makanan dan minuman.

Teringat pengalaman di ramadan tahun 1445 H (2024) saat kami sedang membagikan beras zakat fitra para donatur hingga ke Pulau Sakuala, Pulau Sapuli dan Pulau Bangko-bangkoan, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Tidak banyak yang bisa kami berikan tapi senyum dan rasa syukur mereka sungguh membuat kami jauh lebih bersyukur.
“Kami berterima kasih kepada DD dan para donatur yang masih mengingat kami meski ada di pelosok jauh dari mana-mana.” Kata salah satu ibu penerima manfaat Tebar Zakat Fitra DD Sulsel.

Zakat arti bahasanya adalah suci, bersih, dan menumbuhkan. Kalau bisa dianalogikan dalam konteks yang sebisanya. Itulah yang akhirnya membuat para muzaki menjadi tenang hatinya.

Mustahik pun rida menerimanya. Bahkan akhirnya membuat para mustahik bertumbuh menjadi muzaki di masa yang akan datang.

Mari tanamkan tekad yang kuat agar bisa memanen banyak kebaikan di bulan Ramadan. Apalagi memanfaatkan peluang kemudahan berzakat di Dompet Dhuafa.

Berzakat di Dompet Dhuafa itu gampang, transparan, dan penuh berkah.

Simpan Gambar:

Penulis : Mursalim Tahir

Editor : Admin

Sumber Berita : Pandu H Satrio

Berita Terkait

Kepala KUA Sekarang Boleh Diisi Penyuluh Agama Islam, Ini Alasannya
Kemenag Percepat Rehabilitasi Madrasah, Pesantren, dan Rumah Ibadah Terdampak Banjir
Polres Bulukumba Gelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H
Dukung Program Kampung Haji Indonesia Wahdah Islamiyah Siap Berkontribusi
Diduga Remas Alat Vital Santriwati, Oknum Guru Mengaji di Jeneponto Diringkus Polisi
Menyongsong Tahun Baru 2026, Polres Poso Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Kolaborasi BMM Sulsel dan Procerus Gelar khitanan Massal Edisi liburan Sekolah di Makassar dan Gowa
Perayaan Natal 2025 di Makassar Kondusif, Wali Kota: Makassar Aman karena Toleransi dan Kebersamaan
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:01 WITA

Kepala KUA Sekarang Boleh Diisi Penyuluh Agama Islam, Ini Alasannya

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:48 WITA

Kemenag Percepat Rehabilitasi Madrasah, Pesantren, dan Rumah Ibadah Terdampak Banjir

Jumat, 16 Januari 2026 - 01:02 WITA

Polres Bulukumba Gelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H

Jumat, 2 Januari 2026 - 19:42 WITA

Dukung Program Kampung Haji Indonesia Wahdah Islamiyah Siap Berkontribusi

Jumat, 2 Januari 2026 - 15:48 WITA

Diduga Remas Alat Vital Santriwati, Oknum Guru Mengaji di Jeneponto Diringkus Polisi

Sabtu, 27 Desember 2025 - 19:27 WITA

Menyongsong Tahun Baru 2026, Polres Poso Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Sabtu, 27 Desember 2025 - 18:24 WITA

Kolaborasi BMM Sulsel dan Procerus Gelar khitanan Massal Edisi liburan Sekolah di Makassar dan Gowa

Jumat, 26 Desember 2025 - 14:19 WITA

Perayaan Natal 2025 di Makassar Kondusif, Wali Kota: Makassar Aman karena Toleransi dan Kebersamaan

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Gerak Cepat Resmob Polres Luwu,Tiga Pelaku Curat Akhirnya Diringkus

Selasa, 27 Jan 2026 - 19:20 WITA