Apakah Panitia atau Amil Berhak Mendapatkan Zakat Fitri?
DNID.co.id- Setiap menjelang Idul Fitri, umat Islam disibukkan dengan kewajiban menunaikan zakat fitri. Sebagai salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh mereka yang mampu, zakat fitri memiliki tujuan mulia: menyucikan jiwa sekaligus membantu meringankan beban saudara sesama muslim yang kurang beruntung.
Namun, di tengah proses pengumpulan dan pendistribusian zakat fitri, muncul pertanyaan: apakah panitia atau amil berhak mendapatkan bagian dari zakat ini?
Untuk menjawabnya, kita perlu merujuk pada sabda Rasulullah SAW yang termaktub dalam hadis riwayat Ibn Abbas:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: “فَرَضَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ اْلفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ”. [رواه أبو داود]
“Diriwayatkan dari Ibn Abbas, ia berkata: “Rasulullah saw mewajibkan zakat fitri untuk mensucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan porno dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin”. (HR. Abu Dawud).
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Apakah Panitia atau Amil Berhak Mendapatkan Zakat Fitri?
SELASA, 25 MARET 2025
DNID.co.id- Setiap menjelang Idul Fitri, umat Islam disibukkan dengan kewajiban menunaikan zakat fitri. Sebagai salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh mereka yang mampu, zakat fitri memiliki tujuan mulia: menyucikan jiwa sekaligus membantu meringankan beban saudara sesama muslim yang kurang beruntung.
Namun, di tengah proses pengumpulan dan pendistribusian zakat fitri, muncul pertanyaan: apakah panitia atau amil berhak mendapatkan bagian dari zakat ini?
Untuk menjawabnya, kita perlu merujuk pada sabda Rasulullah SAW yang termaktub dalam hadis riwayat Ibn Abbas:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: “فَرَضَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ اْلفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ”. [رواه أبو داود]
“Diriwayatkan dari Ibn Abbas, ia berkata: “Rasulullah saw mewajibkan zakat fitri untuk mensucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan porno dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin”. (HR. Abu Dawud).