Tangerang– Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan ancaman banjir yang membayangi wilayah pemukiman, Kecamatan Cisauk menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) guna memetakan arah pembangunan tahun 2027. Sebanyak 50 usulan prioritas resmi disepakati untuk diajukan ke tingkat kabupaten, Senin (26/01/2026).
Hendarto Camat Cisauk Dalam keterangannya menyampaikan permohonan maaf atas adanya kendala komunikasi yang sempat terjadi sebelumnya,pihaknya menegaskan bahwa musrembang kali berjalan kondusif dengan melibatkan seluruh stakeholder, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda untuk memastikan aspirasi warga terserap.
“Allhamdulillah,tadi oleh seluruh komponen masyarakat.Kita sudah sampai 50 usulan prioritas yang harapannya di tahun 2027 bisa terfasilitasi semuanya,” ujarnya
Meski situasi saat ini menuntut penanganan bencana yang cepat, sektor pendidikan dilaporkan masih menduduki peringkat pertama dalam daftar usulan tersebut. Namun, pihak kecamatan menegaskan bahwa masalah lingkungan hidup dan infrastruktur tidak dikesampingkan, terutama menyangkut normalisasi drainase.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Secara rangking, usulan memang masih didominasi terkait pendidikan. Namun, infrastruktur juga sangat penting karena kaitan dengan kondisi sekarang yang musim hujan. Kami berharap saluran air yang rusak segera diperbaiki agar aliran lancar dan mencegah genangan di beberapa titik,” ujar Hendarto
Hendarto mengakui bahwa realisasi penuh dari 50 usulan ini baru diproyeksikan pada tahun 2027. Sadar akan kebutuhan warga yang mendesak, Hendarto meminta awak media dan masyarakat untuk bersama-sama mengawal usulan ini agar masuk dalam skala prioritas OPD terkait.
Ke-50 usulan tersebut mencakup enam bidang program strategis, antara lain:
• Pendidikan
• Lingkungan Hidup
• Kesehatan
• Infrastruktur
• Tata Ruang
• Pemerintahan
“Mudah-mudahan tahun 2027 bisa terfasilitasi. Kalaupun tidak semua, minimal usulan yang memiliki urgensi luar biasa—seperti titik rawan banjir—bisa segera dilaksanakan oleh OPD terkait,” tambahnya.
Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir berharap agar usulan infrastruktur penanganan banjir tidak hanya menjadi catatan di atas kertas. Mengingat intensitas hujan yang tinggi belakangan ini, warga berharap ada langkah darurat dari dinas terkait tanpa harus menunggu anggaran tahun 2027 untuk titik-titik yang sudah darurat.
Pihak kecamatan berkomitmen akan terus menyambungkan usulan ini ke instansi berwenang agar permasalahan lingkungan di Cisauk, terutama terkait sanitasi dan tata ruang, dapat terselesaikan secara komprehensif.
Penulis : Nur






























