Rangkasbitung – Penderitaan warga Kampung Pasir Ampo, Desa Bojong, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, seolah tak berujung. Hingga Selasa (27/1/2026), genangan banjir yang merendam permukiman mereka selama 16 hari berturut-turut belum juga menunjukkan tanda-tanda akan surut.
Kondisi ini mengakibatkan aktivitas ekonomi dan sosial warga lumpuh total. Dengan ketinggian air yang masih bervariasi di area rumah tinggal, akses mobilitas masyarakat terhambat, menjadikan distribusi logistik sebagai tantangan berat setiap harinya.
Di tengah situasi yang kian memprihatinkan, warga mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Hingga memasuki pekan ketiga, masyarakat mengaku belum menerima bantuan resmi dari pihak provinsi.
”Belum ada bantuan dari Pemprov Banten sejak awal banjir. Selama 16 hari ini, kami hanya mengandalkan swadaya masyarakat dan uluran tangan para relawan lokal,” ujar salah satu warga di lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain bantuan logistik, warga juga menyoroti absennya pimpinan daerah di lokasi bencana. Hingga saat ini, Gubernur Banten Andra Soni belum terlihat meninjau langsung titik banjir di Pasir Ampo. Kehadiran pimpinan daerah sangat diharapkan warga sebagai bentuk dukungan moril dan percepatan penanganan darurat.
Lama terendam air, lingkungan Kampung Pasir Ampo mulai menimbulkan aroma tidak sedap. Kondisi air yang statis dikhawatirkan akan memicu wabah penyakit kulit hingga ISPA, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia yang masih bertahan di pengungsian mandiri.
Saat ini, warga hanya bisa berharap ada respons cepat dari otoritas terkait sebelum kondisi kesehatan dan ekonomi masyarakat semakin memburuk.
Penulis : Nur






























