Warkop Pak Long Jadi Magnet Baru di Manggar,Sajikan Panorama Dan Kopi

Belitung Timur, Dnid.co.id — Tepian Kulong Kero, Desa Padang, Kecamatan Manggar, mendadak ramai pada Jumat (15/5/2026). Ratusan warga dari berbagai kalangan memadati launching perdana Warkop Pak Long yang hadir menawarkan sensasi ngopi santai dengan panorama alam khas Belitung Timur. Tak sekadar membuka usaha kopi, pengelola langsung menggebrak dengan membagikan kopi gratis, makanan ringan, air mineral hingga nasi kotak kepada para pengunjung.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak sore hari. Pengunjung silih berganti datang untuk mencicipi racikan kopi khas Manggar yang disebut-sebut memiliki perpaduan rasa kuat namun tetap ringan dinikmati. Konsep sederhana di tepian kulong justru menjadi daya tarik utama yang membuat suasana terasa berbeda dibanding warung kopi pada umumnya.

Pengelola Warkop Pak Long, Ari, mengatakan tempat tersebut sengaja dibangun sebagai ruang berkumpul masyarakat tanpa sekat, sekaligus memperkuat budaya ngopi khas Belitung Timur.

“Yuk kawan-kawan, kita ngopi di Kopi Pak Long. Launching pada hari ini, kalau mau ngopi pergi ke sini, jangan sungkan. Satu rasa, satu tujuan. Kita sama-sama orang Belitong,” ujar Ari kepada pengunjung.

Tidak hanya mengandalkan kopi gratis saat launching, Warkop Pak Long juga mencoba memanfaatkan lokasi strategis di kawasan Kulong Kero yang selama ini dikenal memiliki panorama alam menarik, namun belum banyak dimaksimalkan sebagai ruang tongkrongan masyarakat. Kombinasi suasana alam terbuka dan kopi lokal menjadi strategi yang dinilai efektif menarik perhatian warga.

Sejumlah pengunjung mengaku puas dengan rasa kopi yang disajikan. Salah satunya, Suro Mampan Siregar, yang menyebut racikan kopi di Warkop Pak Long memiliki karakter berbeda dibanding kopi lain di kawasan Manggar.

“Kopi Pak Long mantap, adonan kopinya keren, campuran ini pas banget. Kopi Pak Long sip deh. Di sini nyaman ngopi, pemandangannya juga keren-keren lah, pokoknya kopi inspiratif banget ditambah pemandangan yang keren,” kata Suro.

Penilaian positif juga datang dari pengunjung lain seperti Hendra, Heru, Agot, Herman hingga sejumlah emak-emak yang hadir dalam launching tersebut. Mereka menilai konsep santai di tepian kulong memberikan pengalaman baru bagi pecinta kopi di Belitung Timur.

Fenomena menjamurnya warung kopi di Manggar memang bukan hal baru. Namun, kehadiran Warkop Pak Long dinilai membawa warna berbeda karena memadukan budaya ngopi dengan potensi wisata alam lokal. Kondisi itu membuat lokasi tersebut berpotensi berkembang menjadi destinasi nongkrong baru yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Di tengah ketatnya persaingan usaha kopi, keberanian menghadirkan konsep sederhana namun dekat dengan identitas lokal menjadi modal penting. Launching perdana yang dipadati pengunjung menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Belitung Timur masih haus akan ruang berkumpul yang nyaman, terbuka, dan memiliki ciri khas daerah.

Dengan sambutan yang begitu tinggi pada hari pertama pembukaan, Warkop Pak Long kini mulai disebut-sebut sebagai salah satu spot ngopi baru yang berpotensi menjadi magnet anak muda hingga keluarga di Manggar.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 15 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: NINING

Editor: REDAKSI BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot
Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut
Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang, SPBU Kurau Disorot Warga
Nama RN Kampak Mencuat, Ross Mild Clik Diduga Beredar dengan Pita Cukai Tak Sesuai
Bupati Andi Asman Sulaiman Ukir Sejarah, Bone Beramal FC Juara Piala Gubernur Sulsel 2026
Peredaran Rokok Layer Clik Melon Disorot, Jalur Pasokan dan Pita Cukai Dipertanyakan
Dua Bulan Menanti, Jenazah Warga Maros yang Meninggal di Armenia Akhirnya Tiba di Tanah Air
Kuda Jadi Kunci Penangkapan, Tiga Pelaku Curnak di Bone Diringkus Jatanras Polres Maros
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:16 WITA

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot

Senin, 21 September 2026 - 22:01 WITA

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut

Senin, 21 September 2026 - 21:53 WITA

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang, SPBU Kurau Disorot Warga

Senin, 21 September 2026 - 20:50 WITA

Nama RN Kampak Mencuat, Ross Mild Clik Diduga Beredar dengan Pita Cukai Tak Sesuai

Senin, 21 September 2026 - 20:06 WITA

Peredaran Rokok Layer Clik Melon Disorot, Jalur Pasokan dan Pita Cukai Dipertanyakan

Senin, 21 September 2026 - 20:06 WITA

Dua Bulan Menanti, Jenazah Warga Maros yang Meninggal di Armenia Akhirnya Tiba di Tanah Air

Senin, 21 September 2026 - 19:41 WITA

Kuda Jadi Kunci Penangkapan, Tiga Pelaku Curnak di Bone Diringkus Jatanras Polres Maros

Senin, 21 September 2026 - 18:51 WITA

Rokok Ross Mild Clik Beredar di Pangkalpinang, Dugaan Pita Cukai Tak Sesuai Disorot

Berita Terbaru

Ekonomi Bisnis

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot

Senin, 21 Sep 2026 - 22:16 WITA

Ekonomi Bisnis

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut

Senin, 21 Sep 2026 - 22:01 WITA

Ekonomi Bisnis

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang, SPBU Kurau Disorot Warga

Senin, 21 Sep 2026 - 21:53 WITA