Kapolda Babel Desak Respons Kilat, Call Center 110 Jadi Senjata Warga
BELITUNG TIMUR, DNID.co.id —Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T. Sihombing meminta masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan darurat Call Center 110 ketika membutuhkan bantuan kepolisian. Pesan itu disampaikan langsung saat meresmikan program bedah rumah di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, sebagai penegasan bahwa kehadiran polisi harus benar-benar dapat dirasakan masyarakat hingga ke tingkat desa.
Menurut Viktor, layanan 110 bukan sekadar nomor pengaduan formalitas. Sistem tersebut telah terintegrasi dengan Polres dan Polsek terdekat sehingga setiap laporan masyarakat dapat diterima dan ditindaklanjuti secara cepat.
“Kita di Polisi ada aplikasi layanan 110. Jadi siapapun masyarakat yang membutuhkan keberadaan dan bantuan dari Kepolisian tinggal tekan 110 melalui handphone,” kata Irjen Pol Viktor di hadapan warga Desa Baru, Manggar, Belitung Timur.
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa akses masyarakat terhadap bantuan kepolisian kini semakin terbuka. Namun, kemudahan akses tersebut harus dibarengi dengan kesiapsiagaan personel di lapangan agar laporan yang masuk tidak berhenti sebagai data administrasi semata.
Kapolda bahkan secara terbuka memberi tekanan kepada jajaran di wilayah untuk meningkatkan kecepatan respons terhadap laporan masyarakat.
“Polres dan Polsek yang terdekat bisa langsung menerima laporan dari masyarakat. Jadi Kapolres harus sering-sering cek ini bagaimana ketika masyarakat butuh bantuan kita bisa cepat datang,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, Viktor menargetkan peningkatan standar pelayanan. Jika selama ini respons kepolisian dinilai sudah baik, menurutnya masih ada ruang untuk mempercepat kehadiran aparat di tengah masyarakat.
“Semuanya harus berproses. Jika biasanya datang dalam lima menit, mungkin bisa dikejar targetnya empat menit datang sehingga masyarakat yang betul-betul membutuhkan bantuan, kita Polisi bisa hadir di sana,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa evaluasi terhadap kualitas pelayanan kepolisian akan terus dilakukan. Kecepatan merespons laporan warga dinilai menjadi salah satu tolok ukur utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Lebih lanjut, jenderal bintang dua itu menegaskan bahwa layanan 110 dihadirkan sebagai bentuk komitmen Polri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena itu, partisipasi aktif warga juga dibutuhkan melalui pemanfaatan layanan secara bertanggung jawab.
“Layanan 110 ini diadakan adalah bagaimana kita memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Tentunya itu semua bisa terwujud salah satunya masyarakat turut mendukung Polisi untuk melakukan itu,” pungkasnya.
Dengan sistem yang telah terhubung hingga tingkat kewilayahan, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap laporan benar-benar ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan profesional. Di tengah tingginya ekspektasi publik terhadap pelayanan aparat, Call Center 110 kini bukan hanya menjadi nomor darurat, tetapi juga ujian nyata bagi kesigapan dan kehadiran polisi di saat masyarakat membutuhkan.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Kapolda Babel Desak Respons Kilat, Call Center 110 Jadi Senjata Warga
MINGGU, 14 JUNI 2026
BELITUNG TIMUR, DNID.co.id ---Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T. Sihombing meminta masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan darurat Call Center 110 ketika membutuhkan bantuan kepolisian. Pesan itu disampaikan langsung saat meresmikan program bedah rumah di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, sebagai penegasan bahwa kehadiran polisi harus benar-benar dapat dirasakan masyarakat hingga ke tingkat desa.
Menurut Viktor, layanan 110 bukan sekadar nomor pengaduan formalitas. Sistem tersebut telah terintegrasi dengan Polres dan Polsek terdekat sehingga setiap laporan masyarakat dapat diterima dan ditindaklanjuti secara cepat.
"Kita di Polisi ada aplikasi layanan 110. Jadi siapapun masyarakat yang membutuhkan keberadaan dan bantuan dari Kepolisian tinggal tekan 110 melalui handphone," kata Irjen Pol Viktor di hadapan warga Desa Baru, Manggar, Belitung Timur.
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa akses masyarakat terhadap bantuan kepolisian kini semakin terbuka. Namun, kemudahan akses tersebut harus dibarengi dengan kesiapsiagaan personel di lapangan agar laporan yang masuk tidak berhenti sebagai data administrasi semata.
Kapolda bahkan secara terbuka memberi tekanan kepada jajaran di wilayah untuk meningkatkan kecepatan respons terhadap laporan masyarakat.
"Polres dan Polsek yang terdekat bisa langsung menerima laporan dari masyarakat. Jadi Kapolres harus sering-sering cek ini bagaimana ketika masyarakat butuh bantuan kita bisa cepat datang," ujarnya.
Tak berhenti di situ, Viktor menargetkan peningkatan standar pelayanan. Jika selama ini respons kepolisian dinilai sudah baik, menurutnya masih ada ruang untuk mempercepat kehadiran aparat di tengah masyarakat.
"Semuanya harus berproses. Jika biasanya datang dalam lima menit, mungkin bisa dikejar targetnya empat menit datang sehingga masyarakat yang betul-betul membutuhkan bantuan, kita Polisi bisa hadir di sana," tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa evaluasi terhadap kualitas pelayanan kepolisian akan terus dilakukan. Kecepatan merespons laporan warga dinilai menjadi salah satu tolok ukur utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Lebih lanjut, jenderal bintang dua itu menegaskan bahwa layanan 110 dihadirkan sebagai bentuk komitmen Polri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena itu, partisipasi aktif warga juga dibutuhkan melalui pemanfaatan layanan secara bertanggung jawab.
"Layanan 110 ini diadakan adalah bagaimana kita memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Tentunya itu semua bisa terwujud salah satunya masyarakat turut mendukung Polisi untuk melakukan itu," pungkasnya.
Dengan sistem yang telah terhubung hingga tingkat kewilayahan, tantangan berikutnya adalah memastikan setiap laporan benar-benar ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan profesional. Di tengah tingginya ekspektasi publik terhadap pelayanan aparat, Call Center 110 kini bukan hanya menjadi nomor darurat, tetapi juga ujian nyata bagi kesigapan dan kehadiran polisi di saat masyarakat membutuhkan.