Perwakilan Nelayan Menilai Proyek Strategis Mempercepat Distribusi, Investasi, Serta Pertumbuhan Ekonomi Daerah Berkelanjutan.
BELITUNG TIMUR ,DNID.co.id –Rencana Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melakukan pendalaman alur Sungai Manggar kembali mendapat dorongan kuat dari kalangan nelayan. Perwakilan suara nelayan Belitung Timur, Muhammad Noor Masese, menegaskan proyek tersebut bukan sekadar pekerjaan infrastruktur, melainkan langkah strategis yang dinilai mampu mengakhiri hambatan distribusi hasil perikanan, memperlancar jalur pelayaran, sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Masese, yang akrab disapa M Nur, mengatakan pendangkalan alur Sungai Manggar selama bertahun-tahun telah menjadi persoalan serius yang menghambat aktivitas kapal nelayan maupun distribusi berbagai komoditas dari Belitung Timur. Kondisi itu, menurutnya, membuat biaya logistik tetap tinggi dan potensi ekonomi daerah belum berkembang secara maksimal.
“Kalau terkait pengerukan alur Sungai Manggar, intinya kami sebagai perwakilan suara nelayan Belitung Timur sangat mendukung. Ini adalah mimpi yang sudah sangat lama. Kami ingin alur Sungai Manggar, bahkan sampai Gantung, bisa didalami sehingga tidak lagi terjadi pendangkalan,” kata M Nur, Kamis (9/7/2026).
Ia menilai pendalaman alur sungai bukan hanya akan menguntungkan nelayan, tetapi juga menciptakan efek berantai terhadap aktivitas perdagangan, pelaku UMKM, hingga distribusi hasil sumber daya alam. Dengan alur pelayaran yang lebih dalam, kapal berkapasitas besar diyakini dapat keluar masuk tanpa hambatan sehingga biaya pengangkutan menjadi lebih efisien.
“Ketika jalur ini terhubung, dampaknya akan sangat besar. Hasil sumber daya alam dari Belitung Timur bisa dibawa keluar daerah dengan biaya yang lebih murah. Kalau muara sudah bagus dan kapal-kapal besar bisa bersandar, tentu distribusi barang menjadi lebih efisien,” ujarnya.
Menurut M Nur, konektivitas laut yang lebih baik juga akan membuka peluang perdagangan menuju Bangka, Kalimantan hingga Pulau Jawa. Bahkan, sektor perikanan Belitung Timur dinilai berpeluang memperluas pasar apabila didukung akses pelayaran yang memadai.
“Sekarang ada kurang lebih 5.000 kepala keluarga di Belitung Timur. Kalau alur sungai sudah baik, hasil nelayan bisa dibawa keluar daerah dengan lebih mudah. Bahkan ke depan bukan tidak mungkin Belitung Timur bisa mengekspor ikan secara langsung,” tegasnya.
Ia juga menyoroti sejumlah fasilitas perikanan yang telah dibangun pemerintah, seperti cold storage dan tempat pelelangan ikan, yang dinilai belum dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa didukung jalur transportasi laut yang memadai. Karena itu, pembangunan infrastruktur perikanan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas produksi hingga akses distribusi.
M Nur mengingatkan agar rencana pendalaman alur Sungai Manggar tidak kembali berhenti sebagai wacana. Menurutnya, proyek tersebut telah dijanjikan selama bertahun-tahun, tetapi belum juga terealisasi meski telah beberapa kali terjadi pergantian kepala daerah maupun pemerintahan pusat.
“Sudah beberapa kali berganti bupati, berganti gubernur, bahkan berganti presiden, tetapi ini masih menjadi mimpi. Mudah-mudahan sekarang benar-benar bisa diwujudkan,” katanya.
Ia pun mengajak pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat mengawal realisasi proyek tersebut agar tidak kembali tertunda.
“Untuk pemerintah daerah, tolong lebih serius mengurus rakyat. Kami tidak butuh sekadar wacana, tetapi butuh kenyataan. Mari kita dukung bersama karena ini peluang besar membuka potensi Belitung Timur. Jangan sampai kita tertinggal hanya karena terlalu banyak memperdebatkan pembangunan yang justru dibutuhkan masyarakat,” pungkas Muhammad Noor Masese.
Pendalaman alur Sungai Manggar dinilai menjadi salah satu proyek strategis yang berpotensi memperkuat konektivitas transportasi laut Belitung Timur. Apabila terealisasi, proyek ini diyakini mampu memperlancar arus barang, mengoptimalkan sektor perikanan, meningkatkan efisiensi logistik, serta membuka peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Perwakilan Nelayan Menilai Proyek Strategis Mempercepat Distribusi, Investasi, Serta Pertumbuhan Ekonomi Daerah Berkelanjutan.
KAMIS, 9 JULI 2026
BELITUNG TIMUR ,DNID.co.id –Rencana Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melakukan pendalaman alur Sungai Manggar kembali mendapat dorongan kuat dari kalangan nelayan. Perwakilan suara nelayan Belitung Timur, Muhammad Noor Masese, menegaskan proyek tersebut bukan sekadar pekerjaan infrastruktur, melainkan langkah strategis yang dinilai mampu mengakhiri hambatan distribusi hasil perikanan, memperlancar jalur pelayaran, sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Masese, yang akrab disapa M Nur, mengatakan pendangkalan alur Sungai Manggar selama bertahun-tahun telah menjadi persoalan serius yang menghambat aktivitas kapal nelayan maupun distribusi berbagai komoditas dari Belitung Timur. Kondisi itu, menurutnya, membuat biaya logistik tetap tinggi dan potensi ekonomi daerah belum berkembang secara maksimal.
"Kalau terkait pengerukan alur Sungai Manggar, intinya kami sebagai perwakilan suara nelayan Belitung Timur sangat mendukung. Ini adalah mimpi yang sudah sangat lama. Kami ingin alur Sungai Manggar, bahkan sampai Gantung, bisa didalami sehingga tidak lagi terjadi pendangkalan," kata M Nur, Kamis (9/7/2026).
Ia menilai pendalaman alur sungai bukan hanya akan menguntungkan nelayan, tetapi juga menciptakan efek berantai terhadap aktivitas perdagangan, pelaku UMKM, hingga distribusi hasil sumber daya alam. Dengan alur pelayaran yang lebih dalam, kapal berkapasitas besar diyakini dapat keluar masuk tanpa hambatan sehingga biaya pengangkutan menjadi lebih efisien.
"Ketika jalur ini terhubung, dampaknya akan sangat besar. Hasil sumber daya alam dari Belitung Timur bisa dibawa keluar daerah dengan biaya yang lebih murah. Kalau muara sudah bagus dan kapal-kapal besar bisa bersandar, tentu distribusi barang menjadi lebih efisien," ujarnya.
Menurut M Nur, konektivitas laut yang lebih baik juga akan membuka peluang perdagangan menuju Bangka, Kalimantan hingga Pulau Jawa. Bahkan, sektor perikanan Belitung Timur dinilai berpeluang memperluas pasar apabila didukung akses pelayaran yang memadai.
"Sekarang ada kurang lebih 5.000 kepala keluarga di Belitung Timur. Kalau alur sungai sudah baik, hasil nelayan bisa dibawa keluar daerah dengan lebih mudah. Bahkan ke depan bukan tidak mungkin Belitung Timur bisa mengekspor ikan secara langsung," tegasnya.
Ia juga menyoroti sejumlah fasilitas perikanan yang telah dibangun pemerintah, seperti cold storage dan tempat pelelangan ikan, yang dinilai belum dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa didukung jalur transportasi laut yang memadai. Karena itu, pembangunan infrastruktur perikanan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas produksi hingga akses distribusi.
M Nur mengingatkan agar rencana pendalaman alur Sungai Manggar tidak kembali berhenti sebagai wacana. Menurutnya, proyek tersebut telah dijanjikan selama bertahun-tahun, tetapi belum juga terealisasi meski telah beberapa kali terjadi pergantian kepala daerah maupun pemerintahan pusat.
"Sudah beberapa kali berganti bupati, berganti gubernur, bahkan berganti presiden, tetapi ini masih menjadi mimpi. Mudah-mudahan sekarang benar-benar bisa diwujudkan," katanya.
Ia pun mengajak pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat mengawal realisasi proyek tersebut agar tidak kembali tertunda.
"Untuk pemerintah daerah, tolong lebih serius mengurus rakyat. Kami tidak butuh sekadar wacana, tetapi butuh kenyataan. Mari kita dukung bersama karena ini peluang besar membuka potensi Belitung Timur. Jangan sampai kita tertinggal hanya karena terlalu banyak memperdebatkan pembangunan yang justru dibutuhkan masyarakat," pungkas Muhammad Noor Masese.
Pendalaman alur Sungai Manggar dinilai menjadi salah satu proyek strategis yang berpotensi memperkuat konektivitas transportasi laut Belitung Timur. Apabila terealisasi, proyek ini diyakini mampu memperlancar arus barang, mengoptimalkan sektor perikanan, meningkatkan efisiensi logistik, serta membuka peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.