KKN UIN Walisongo Edukasi Anti-Bullying kepada Siswa SD Babat 1

DEMAK — Mahasiswa KKN Sambadha Seva Posko 147 UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi anti-bullying bagi siswa SD Babat 1, Desa Babat, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran kepada siswa tentang pentingnya saling menghargai serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Sosialisasi berlangsung secara santai dan interaktif. Mahasiswa menyampaikan materi menggunakan bahasa yang mudah dipahami anak-anak dengan mengenalkan berbagai bentuk perundungan, mulai dari mengejek, memanggil teman dengan sebutan yang tidak disukai, mengucilkan, hingga melakukan tindakan fisik yang dapat menyakiti orang lain.

Mahasiswa juga menjelaskan bahwa tidak semua candaan dapat dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Candaan yang membuat seseorang merasa sedih, malu, takut, atau sakit hati, terlebih jika dilakukan berulang kali, perlu dihindari karena dapat menjadi bentuk perundungan.

Anggota Divisi Sosialisasi Lingkungan KKN Sambadha Seva Posko 147, Viki, mengatakan edukasi tersebut penting agar siswa memahami batas antara bercanda dan tindakan yang dapat menyakiti perasaan teman.

“Kadang anak-anak suka bercanda dengan temannya, tetapi belum tentu temannya merasa senang. Jadi, kita kasih tahu kalau bercanda juga harus melihat perasaan teman. Kalau membuat teman sakit hati, lebih baik jangan dilakukan,” ujar Viki.

Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diberi kesempatan menjawab pertanyaan dan menceritakan pengalaman mereka dalam berinteraksi dengan teman. Suasana sosialisasi berlangsung interaktif dengan antusiasme siswa yang terlihat dari keaktifan mereka menjawab pertanyaan dan mengikuti diskusi.

Salah seorang siswa SD Babat 1, Azriel, mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai dampak perundungan setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Seru, tadi jadi tahu kalau mengejek teman terus-terusan itu tidak baik. Kalau ada teman yang sedih, sebaiknya ditolong, bukan malah ikut mengejek,” ujar Azriel.

Selain mengenali bentuk-bentuk bullying, siswa juga mendapatkan pemahaman mengenai langkah yang dapat dilakukan ketika mengalami atau menyaksikan perundungan. Mahasiswa mengajak siswa berani mengatakan “tidak” terhadap bullying dan tidak ikut melakukan atau membiarkan tindakan tersebut.

Siswa juga diarahkan untuk segera bercerita kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami perundungan atau menghadapi persoalan yang membuat mereka merasa tidak aman.

Melalui kegiatan ini, KKN Sambadha Seva Posko 147 UIN Walisongo Semarang berharap siswa SD Babat 1 terbiasa saling menghargai, menjaga perkataan dan tindakan, serta berani membantu teman yang mengalami perundungan.

Edukasi tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN dalam menanamkan karakter positif sejak dini. Dengan pemahaman yang diberikan, siswa diharapkan tidak hanya berani berbuat baik, tetapi juga berani menghentikan bullying, sehingga lingkungan SD Babat 1 semakin aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Kamis, 27 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Nihlatul Maola

Editor: Arya Krida

Sumber Berita: Tim Mahasiswa KKN Sambadha Seva Posko 147 UIN Walisongo Semarang

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak
Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab
Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang
Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri
Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading
Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026
Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah
BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:13 WITA

Sulsel Jadi Provinsi Luar Jawa dengan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terbanyak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:03 WITA

Upacara Sumpah Pemuda di Athirah, Siswa Belajar Kepemimpinan dan Tanggung Jawab

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:31 WITA

Menelusuri Jejak Lintas Laut, Alumni FIB Unhas Bedah Hubungan Bugis Makassar–Melayu Pahang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Pimpin Upacara Hari Santri 2026, Munafri: Santri Punya Peran Strategis Bangun Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:29 WITA

Semarak Hari Santri 2026, Siswa MA YMPI Rappang Tuangkan Kreativitas Lewat Mading

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:51 WITA

Santri MAN 2 Parepare Gelar Lomba Pidato dan Cerdas Cermat Fikih, Semarakkan Hari Santri Nasional 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Cegah Tawuran Anak Muda, Disdik Makassar Berikan Beasiswa untuk Siswa Lanjut Sekolah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:23 WITA

BPK Bongkar Rp2,7 Miliar KIP-Kuliah Disalurkan kepada 320 Mahasiswa yang Telah Meninggal

Berita Terbaru