Empat Menteri Kompak Titip Pesan untuk IKAJO Sulsel, A. Rio: Bukan Sekadar Seremoni
Jelang pengukuhan DPN IKAJOSulsel di Makassar, Andi Amran Sulaiman, Supratman Andi Agtas, Meutya Hafid dan Mukhtarudin menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar alumni Yogyakarta memperkuat kolaborasi dan memberi kontribusi nyata bagi daerah serta bangsa.
Makassar, DNID.co.id — Jelang pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ikatan Alumni Yogyakarta (IKAJO) Sulawesi Selatan, dukungan dari tingkat nasional mengalir.
Empat menteri menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan bagi kepengurusan baru IKAJO Sulsel yang dijadwalkan dikukuhkan di Cafe Sena, Jalan Ratulangi, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Jumat (2/10/2026).
Keempat menteri tersebut yakni Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin.
Tiga di antaranya merupakan menteri berdarah Sulawesi Selatan, yakni Andi Amran Sulaiman, Supratman Andi Agtas dan Meutya Hafid. Sementara Mukhtarudin berasal dari Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Ucapan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni dukungan. Para menteri menitipkan harapan agar IKAJO Sulsel mampu menjaga soliditas organisasi dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus yang akan dikukuhkan.
“Saya atas nama Menteri Pertanian mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus yang dikukuhkan. Semoga kepengurusan yang baru dapat solid, amanah, dan terus berkontribusi positif bagi daerah dan bangsa,” ujar Amran, Selasa (29/9/2026).
Pesan serupa disampaikan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga soliditas sekaligus memberikan kontribusi bagi organisasi, daerah dan bangsa.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin juga menyampaikan harapan agar kepengurusan IKAJO Sulsel dapat menjalankan amanah organisasi dan memberi manfaat lebih luas.
Sementara Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pentingnya kolaborasi di antara alumni.
Menurut Meutya, pengukuhan dan rapat kerja IKAJO Sulsel diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi lintas generasi dan profesi, sehingga jaringan alumni tidak berhenti pada ikatan emosional, tetapi berkembang menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Di tengah dukungan tersebut, Ketua Presidium DPN IKAJO Sulsel A. Rio Idris Padjalangi menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan bukanlah tujuan akhir.
Sekitar 300 alumni dari berbagai daerah di Indonesia dijadwalkan hadir dalam agenda tersebut.
Bagi A. Rio, momentum pengukuhan justru menjadi titik awal untuk mengonsolidasikan potensi alumni Yogyakarta yang tersebar di berbagai bidang dan wilayah.
“Kita tidak ingin pengukuhan ini berhenti sebagai seremoni. Ini adalah titik awal untuk menggerakkan seluruh potensi alumni, memperkuat jaringan, dan menghadirkan IKAJO yang semakin bermanfaat,” kata A. Rio Idris Padjalangi, Kamis (1/10/2026).
Ia menyebut perjalanan 25 tahun IKAJO merupakan modal sejarah yang tidak boleh berhenti sebagai catatan organisasi.
Perjalanan tersebut, kata dia, harus diteruskan dengan semangat baru yang tetap berpijak pada kekeluargaan, tetapi mampu menjawab kebutuhan zaman.
“25 tahun adalah perjalanan yang harus kita syukuri sekaligus kita jadikan energi untuk melangkah lebih jauh. Semangat kekeluargaan harus tetap menjadi ruh IKAJO, sementara organisasi harus mampu menjawab kebutuhan zaman,” ujarnya.
Pengukuhan dan rapat kerja IKAJO Sulsel juga mendapat perhatian sejumlah tokoh nasional, pimpinan lembaga, dan akademisi.
Dukungan antara lain datang dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Prof. Andi Muhammad Akhmar serta Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman.
Kehadiran sekitar 300 alumni dari berbagai daerah sekaligus menunjukkan bahwa momentum tersebut tidak hanya diposisikan sebagai pergantian atau pengukuhan kepengurusan.
Bagi IKAJO Sulsel, agenda itu menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat jaringan lintas profesi dan generasi, serta merumuskan kontribusi alumni bagi Sulawesi Selatan.
Dengan dukungan sejumlah tokoh dan pesan dari empat menteri, pengukuhan di Makassar tersebut kini diarahkan menjadi momentum konsolidasi baru bagi IKAJO Sulsel setelah perjalanan organisasi selama seperempat abad.
A. Rio menegaskan, tantangan berikutnya bukan sekadar bagaimana menjaga nama besar organisasi, tetapi bagaimana jaringan alumni tersebut mampu diterjemahkan menjadi gagasan, kolaborasi dan karya yang dirasakan manfaatnya masyarakat
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Empat Menteri Kompak Titip Pesan untuk IKAJO Sulsel, A. Rio: Bukan Sekadar Seremoni
KAMIS, 1 OKTOBER 2026
Jelang pengukuhan DPN IKAJO Sulsel di Makassar, Andi Amran Sulaiman, Supratman Andi Agtas, Meutya Hafid dan Mukhtarudin menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar alumni Yogyakarta memperkuat kolaborasi dan memberi kontribusi nyata bagi daerah serta bangsa.
Makassar, DNID.co.id — Jelang pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ikatan Alumni Yogyakarta (IKAJO) Sulawesi Selatan, dukungan dari tingkat nasional mengalir.
Empat menteri menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan bagi kepengurusan baru IKAJO Sulsel yang dijadwalkan dikukuhkan di Cafe Sena, Jalan Ratulangi, Kecamatan Mariso, Kota Makassar, Jumat (2/10/2026).
Keempat menteri tersebut yakni Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin.
Tiga di antaranya merupakan menteri berdarah Sulawesi Selatan, yakni Andi Amran Sulaiman, Supratman Andi Agtas dan Meutya Hafid. Sementara Mukhtarudin berasal dari Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Ucapan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni dukungan. Para menteri menitipkan harapan agar IKAJO Sulsel mampu menjaga soliditas organisasi dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus yang akan dikukuhkan.
“Saya atas nama Menteri Pertanian mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus yang dikukuhkan. Semoga kepengurusan yang baru dapat solid, amanah, dan terus berkontribusi positif bagi daerah dan bangsa,” ujar Amran, Selasa (29/9/2026).
Pesan serupa disampaikan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjaga soliditas sekaligus memberikan kontribusi bagi organisasi, daerah dan bangsa.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin juga menyampaikan harapan agar kepengurusan IKAJO Sulsel dapat menjalankan amanah organisasi dan memberi manfaat lebih luas.
Sementara Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pentingnya kolaborasi di antara alumni.
Menurut Meutya, pengukuhan dan rapat kerja IKAJO Sulsel diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi lintas generasi dan profesi, sehingga jaringan alumni tidak berhenti pada ikatan emosional, tetapi berkembang menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Di tengah dukungan tersebut, Ketua Presidium DPN IKAJO Sulsel A. Rio Idris Padjalangi menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan bukanlah tujuan akhir.
Sekitar 300 alumni dari berbagai daerah di Indonesia dijadwalkan hadir dalam agenda tersebut.
Bagi A. Rio, momentum pengukuhan justru menjadi titik awal untuk mengonsolidasikan potensi alumni Yogyakarta yang tersebar di berbagai bidang dan wilayah.
“Kita tidak ingin pengukuhan ini berhenti sebagai seremoni. Ini adalah titik awal untuk menggerakkan seluruh potensi alumni, memperkuat jaringan, dan menghadirkan IKAJO yang semakin bermanfaat,” kata A. Rio Idris Padjalangi, Kamis (1/10/2026).
Ia menyebut perjalanan 25 tahun IKAJO merupakan modal sejarah yang tidak boleh berhenti sebagai catatan organisasi.
Perjalanan tersebut, kata dia, harus diteruskan dengan semangat baru yang tetap berpijak pada kekeluargaan, tetapi mampu menjawab kebutuhan zaman.
“25 tahun adalah perjalanan yang harus kita syukuri sekaligus kita jadikan energi untuk melangkah lebih jauh. Semangat kekeluargaan harus tetap menjadi ruh IKAJO, sementara organisasi harus mampu menjawab kebutuhan zaman,” ujarnya.
Pengukuhan dan rapat kerja IKAJO Sulsel juga mendapat perhatian sejumlah tokoh nasional, pimpinan lembaga, dan akademisi.
Dukungan antara lain datang dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin Prof. Andi Muhammad Akhmar serta Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman.
Kehadiran sekitar 300 alumni dari berbagai daerah sekaligus menunjukkan bahwa momentum tersebut tidak hanya diposisikan sebagai pergantian atau pengukuhan kepengurusan.
Bagi IKAJO Sulsel, agenda itu menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat jaringan lintas profesi dan generasi, serta merumuskan kontribusi alumni bagi Sulawesi Selatan.
Dengan dukungan sejumlah tokoh dan pesan dari empat menteri, pengukuhan di Makassar tersebut kini diarahkan menjadi momentum konsolidasi baru bagi IKAJO Sulsel setelah perjalanan organisasi selama seperempat abad.
A. Rio menegaskan, tantangan berikutnya bukan sekadar bagaimana menjaga nama besar organisasi, tetapi bagaimana jaringan alumni tersebut mampu diterjemahkan menjadi gagasan, kolaborasi dan karya yang dirasakan manfaatnya masyarakat