Polisi Sebut Gantung Diri, Kematian Pemuda di Bulukumba Diduga Dipaksa Mengaku Mencuri dan Dianiaya
BULUKUMBA, DNID.co.id- Kematian seorang pemuda berinisial AN di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menyisakan duka dan tanda tanya.
Peristiwa ini menjadi sorotan setelah muncul dugaan pemaksaan pengakuan terkait pencurian telepon genggam (HP) serta dugaan penganiayaan sebelum korban meninggal dunia.
Informasi yang diterima redaksi dari pihak yang disebut sebagai teman sepupu korban menyebutkan bahwa AN diduga mengalami penganiayaan saat berada dalam penanganan oknum polisi di Bulukumba.
Pihak tersebut juga menyampaikan dugaan bahwa korban dipaksa mengakui kepemilikan atau pencurian HP yang dipersoalkan.
Sementara itu, berdasarkan keterangan kepolisian yang dikutip dalam bahan pemberitaan sebelumnya, AN diduga meninggal akibat gantung diri menggunakan tali berwarna hijau tua.
Motif dan kronologi lengkap kejadian tersebut masih memerlukan pendalaman.
Kapolsek menyampaikan bahwa tim gabungan dari Polres Bulukumba dan Polsek Kajang telah melakukan pendalaman, termasuk mengumpulkan keterangan dari saksi pertama dan petugas evakuasi.
Jenazah AN kemudian dibawa ke RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Majikan AN Sebut Korban Sabar dan Rajin
Reza, warga Turungan Beru, Kecamatan Herlang, yang merupakan majikan tempat AN bekerja dan tinggal, mengaku terkejut atas kabar kematian tersebut.
Menurut Reza, AN telah bekerja dengannya selama kurang lebih dua tahun sebagai anak buah kapal (ABK).
Selama bekerja, korban dikenal sebagai sosok yang sabar, rajin, dan tidak pernah bermasalah.
Reza menjelaskan bahwa pihaknya mulai mengetahui dugaan tindak pidana setelah menemukan kartu perdana dan voucher di dalam tas korban yang berada di kapal.
Ia mengaku kemudian melakukan konfirmasi ke Polsek sekitar pukul 10.00 WITA. Menurut penuturannya, AN mengakui perbuatannya setelah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian.
Muncul Informasi Dugaan Pemukulan dan Bekas Luka
Dalam informasi tambahan yang diterima redaksi, terdapat dugaan bahwa AN mengalami pemukulan setelah dituduh terlibat dalam kasus pencurian HP. Informasi tersebut juga menyebut adanya foto yang memperlihatkan bekas luka pada bagian leher korban.
Meski demikian, asal-usul luka dan kaitannya dengan dugaan penganiayaan belum dapat dipastikan hanya berdasarkan foto.
Diperlukan pemeriksaan medis, keterangan saksi yang melihat langsung, serta bukti pendukung lainnya untuk mengetahui penyebab dan waktu terjadinya luka tersebut.
Menunggu Kejelasan Penyebab Kematian
Hingga berita ini disusun, informasi yang tersedia belum cukup untuk memastikan penyebab pasti kematian AN maupun kebenaran dugaan pemaksaan pengakuan dan penganiayaan.
Hasil pemeriksaan medis, keterangan saksi langsung, dokumentasi yang terverifikasi, serta penjelasan resmi kepolisian menjadi unsur penting untuk mengungkap peristiwa tersebut secara menyeluruh.
Redaksi DNID.co.id mendorong penanganan kasus ini secara profesional, transparan, dan akuntabel agar keluarga korban memperoleh kejelasan dan masyarakat mendapatkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Polisi Sebut Gantung Diri, Kematian Pemuda di Bulukumba Diduga Dipaksa Mengaku Mencuri dan Dianiaya
KAMIS, 15 OKTOBER 2026
BULUKUMBA, DNID.co.id- Kematian seorang pemuda berinisial AN di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menyisakan duka dan tanda tanya.
Peristiwa ini menjadi sorotan setelah muncul dugaan pemaksaan pengakuan terkait pencurian telepon genggam (HP) serta dugaan penganiayaan sebelum korban meninggal dunia.
Informasi yang diterima redaksi dari pihak yang disebut sebagai teman sepupu korban menyebutkan bahwa AN diduga mengalami penganiayaan saat berada dalam penanganan oknum polisi di Bulukumba.
Pihak tersebut juga menyampaikan dugaan bahwa korban dipaksa mengakui kepemilikan atau pencurian HP yang dipersoalkan.
Sementara itu, berdasarkan keterangan kepolisian yang dikutip dalam bahan pemberitaan sebelumnya, AN diduga meninggal akibat gantung diri menggunakan tali berwarna hijau tua.
Motif dan kronologi lengkap kejadian tersebut masih memerlukan pendalaman.
Kapolsek menyampaikan bahwa tim gabungan dari Polres Bulukumba dan Polsek Kajang telah melakukan pendalaman, termasuk mengumpulkan keterangan dari saksi pertama dan petugas evakuasi.
Jenazah AN kemudian dibawa ke RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Majikan AN Sebut Korban Sabar dan Rajin
Reza, warga Turungan Beru, Kecamatan Herlang, yang merupakan majikan tempat AN bekerja dan tinggal, mengaku terkejut atas kabar kematian tersebut.
Menurut Reza, AN telah bekerja dengannya selama kurang lebih dua tahun sebagai anak buah kapal (ABK).
Selama bekerja, korban dikenal sebagai sosok yang sabar, rajin, dan tidak pernah bermasalah.
Reza menjelaskan bahwa pihaknya mulai mengetahui dugaan tindak pidana setelah menemukan kartu perdana dan voucher di dalam tas korban yang berada di kapal.
Ia mengaku kemudian melakukan konfirmasi ke Polsek sekitar pukul 10.00 WITA. Menurut penuturannya, AN mengakui perbuatannya setelah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian.
Muncul Informasi Dugaan Pemukulan dan Bekas Luka
Dalam informasi tambahan yang diterima redaksi, terdapat dugaan bahwa AN mengalami pemukulan setelah dituduh terlibat dalam kasus pencurian HP. Informasi tersebut juga menyebut adanya foto yang memperlihatkan bekas luka pada bagian leher korban.
Meski demikian, asal-usul luka dan kaitannya dengan dugaan penganiayaan belum dapat dipastikan hanya berdasarkan foto.
Diperlukan pemeriksaan medis, keterangan saksi yang melihat langsung, serta bukti pendukung lainnya untuk mengetahui penyebab dan waktu terjadinya luka tersebut.
Menunggu Kejelasan Penyebab Kematian
Hingga berita ini disusun, informasi yang tersedia belum cukup untuk memastikan penyebab pasti kematian AN maupun kebenaran dugaan pemaksaan pengakuan dan penganiayaan.
Hasil pemeriksaan medis, keterangan saksi langsung, dokumentasi yang terverifikasi, serta penjelasan resmi kepolisian menjadi unsur penting untuk mengungkap peristiwa tersebut secara menyeluruh.
Redaksi DNID.co.id mendorong penanganan kasus ini secara profesional, transparan, dan akuntabel agar keluarga korban memperoleh kejelasan dan masyarakat mendapatkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.