Jeneponto, DNID.co.id – Ketua Pergerakan Aktivis dan Mahasiswa (PAM) Sulsel, Yudistira, melontarkan desakan keras kepada Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, agar segera mengambil langkah diskresi untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Bosalia yang telah lama terbengkalai.
Desakan tersebut muncul di tengah kondisi arus lalu lintas yang semakin padat di jalur utama Jeneponto, khususnya di kawasan Jembatan Belokallong. Kemacetan parah disebut rutin terjadi setiap tahun, terutama saat musim mudik, bagi pengguna jalan dari arah Makassar menuju wilayah selatan seperti Bantaeng, Bulukumba, Sinjai hingga Selayar.
Yudistira menegaskan bahwa keberadaan Jembatan Bosalia bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan solusi krusial untuk mengurai kemacetan yang kian tak terkendali.
“Jembatan Belokallong sudah overkapasitas. Masyarakat Jeneponto dan para pelintas butuh jalan alternatif. Pembangunan Jembatan Bosalia adalah kunci agar akses transportasi tidak lagi lumpuh setiap musim mudik atau libur panjang,” ujar Yudistira, Selasa (24/3/2026).

Diketahui, proyek Jembatan Bosalia sebelumnya terhenti akibat tersandung kasus korupsi. Namun, PAM Sulsel menilai persoalan hukum tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan infrastruktur itu mangkrak tanpa kejelasan.
“Kasus korupsinya harus dituntaskan secara hukum, tapi pembangunannya harus tetap jalan. Jangan biarkan anggaran negara yang sudah masuk menjadi sia-sia dan hanya menjadi semak belukar. Bupati Paris Yasir harus berani melakukan pemutihan dan audit ulang demi kepentingan publik,” tegasnya.
Yudistira menyoroti juga dampak langsung kemacetan terhadap masyarakat, terutama dalam hal meningkatnya biaya logistik serta terganggunya aktivitas ekonomi warga.
Menurutnya, jika Jembatan Bosalia dapat difungsikan, jalur alternatif tersebut berpotensi membuka akses baru sekaligus menghidupkan kawasan ekonomi di wilayah pesisir Jeneponto.
PAM Sulsel pun mendorong Pemerintah Kabupaten Jeneponto untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi hingga pusat guna mencari solusi pembiayaan baru agar proyek tersebut bisa kembali dilanjutkan.
“Kami menantang keberanian politik Bupati Paris Yasir. Rakyat butuh bukti nyata bahwa pemerintah hadir memberikan solusi, bukan sekadar membiarkan jembatan mangkrak menjadi monumen kegagalan,” tutup Yudistira.

























Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.