Jembatan Segera Dibangun, Dandim 1407/Bone Turun Tangan Usai Video Petani Seberangi Sungai Viral

Sejumlah petani di Dusun Sompobia, Desa Tadang Palie, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, nekat menyeberangi sungai dengan memikul karung gabah di tengah arus air yang cukup deras, sementara warga dan aparat menyaksikan dari tepi sungai. Aksi berisiko ini dilakukan karena tidak adanya jembatan penghubung, terutama saat musim panen.

Sejumlah petani di Dusun Sompobia, Desa Tadang Palie, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, nekat menyeberangi sungai dengan memikul karung gabah di tengah arus air yang cukup deras, sementara warga dan aparat menyaksikan dari tepi sungai. Aksi berisiko ini dilakukan karena tidak adanya jembatan penghubung, terutama saat musim panen.

Aksi berisiko angkut gabah di Sibulue disorot, TNI pastikan pekerjaan dimulai dalam hitungan hari

 

Bone, DNID.co.id — Selasa (21/4/2026) Komandan Kodim 1407/Bone, Laode Muhammad Idrus, memastikan pembangunan jembatan di Dusun Sompobia, Desa Tadang Palie, Kecamatan Sibulue, segera dimulai dalam beberapa hari ke depan, menyusul viralnya video petani yang harus menyeberangi sungai untuk mengangkut gabah.

“Kami bersama personel siap mendukung pembangunan jembatan. InsyaAllah dalam beberapa hari ke depan mulai dikerjakan,” tegas Laode Muhammad Idrus saat meninjau langsung lokasi, Minggu (19/4/2026).

Dandim menyebut, langkah cepat itu diambil setelah melihat langsung kondisi warga yang dinilai membutuhkan penanganan serius dan tidak bisa ditunda.

“Kami langsung bergerak setelah melihat kondisi masyarakat yang viral di media sosial. Situasi ini memang membutuhkan perhatian serius,” ujarnya.

Peninjauan tersebut dilakukan bersama Camat Sibulue, Zainal, untuk memastikan kondisi riil di lapangan sekaligus menyiapkan langkah teknis percepatan pembangunan.

Video yang beredar luas memperlihatkan warga memikul karung padi sambil berjalan perlahan melawan arus sungai yang deras.

Tanpa jembatan, petani terpaksa melintasi sungai dengan kedalaman air mencapai leher orang dewasa, dalam kondisi yang sangat berisiko.

Fakta di lapangan menunjukkan, kondisi ekstrem itu bukan kejadian sesaat. Warga Dusun Sompobia telah lama menjadikan jalur sungai sebagai satu-satunya akses, terutama saat musim panen tiba.

Setiap kali panen, petani harus mempertaruhkan keselamatan demi mengangkut hasil pertanian untuk dijual. Ancaman arus deras dan debit air yang sewaktu-waktu meningkat menjadi risiko nyata yang terus mereka hadapi.

Menurut Laode Muhammad Idrus, keberadaan jembatan nantinya akan menjadi solusi utama untuk memutus rantai risiko tersebut, sekaligus memperlancar mobilitas hasil pertanian warga.

“Ini bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat. Kami ingin ke depan tidak ada lagi warga yang menghadapi kondisi seperti ini,” tegasnya.

Langkah pembangunan jembatan ini diharapkan tidak hanya mengurangi risiko kecelakaan, tetapi juga mempercepat distribusi hasil panen serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 21 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Kingzhie

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Polres Belitung Dorong Kompetensi SDM, 16 Peserta Terima Sertifikat Pelatihan Aplikasi Perkantoran
Jelang Pembukaan Porprov Sulsel, Kasat Lantas Bone Turun Pantau Titik Rawan Macet di Stadion La Patau
Dandim 0502/JU Bersama Kapolres dan Pemkot Jakarta Utara Dampingi Lanjutan Penertiban Bangunan di Sepanjang Rel Kampung Bahari
Sudah Bayar DP, Pelanggan Kecewa Pemasangan Baru PLN di Makassar Tak Kunjung Disurvei
Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng
Dari Batam untuk Pers Indonesia, Zulkifli Hasan Lantik Pengurus DPP PJS 2026–2027
Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari
PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas
Berita ini 174 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:25 WITA

Polres Belitung Dorong Kompetensi SDM, 16 Peserta Terima Sertifikat Pelatihan Aplikasi Perkantoran

Rabu, 4 November 2026 - 22:21 WITA

Jelang Pembukaan Porprov Sulsel, Kasat Lantas Bone Turun Pantau Titik Rawan Macet di Stadion La Patau

Rabu, 4 November 2026 - 20:40 WITA

Dandim 0502/JU Bersama Kapolres dan Pemkot Jakarta Utara Dampingi Lanjutan Penertiban Bangunan di Sepanjang Rel Kampung Bahari

Rabu, 4 November 2026 - 20:15 WITA

Sudah Bayar DP, Pelanggan Kecewa Pemasangan Baru PLN di Makassar Tak Kunjung Disurvei

Rabu, 4 November 2026 - 18:44 WITA

Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng

Rabu, 4 November 2026 - 12:52 WITA

Dari Batam untuk Pers Indonesia, Zulkifli Hasan Lantik Pengurus DPP PJS 2026–2027

Selasa, 3 November 2026 - 18:24 WITA

Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari

Selasa, 3 November 2026 - 17:17 WITA

PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas

Berita Terbaru