Terbaru Korban MBG, Dua Siswa SDN 7 Rumbia Terpaksa Dirujuk ke RSUD

Jeneponto,dnid.co.id – Dua siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Rumbia, Kelurahan Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dilaporkan harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dalam kondisi darurat, Kamis (23/4/2026).

Kedua siswa tersebut sebelumnya sempat mendapatkan penanganan awal di puskesmas, sebelum akhirnya dirujuk menggunakan ambulans ke RSUD untuk perawatan lebih lanjut.

Kedua siswa tersebut bernama Iffa dan Wahyu. Informasi itu dibenarkan oleh salah seorang pegawai puskesmas setempat saat dikonfirmasi.

“Iya benar, ada dua orang siswa yang dirujuk ke RSUD,” ujarnya singkat.

Namun, pihak puskesmas belum memberikan keterangan rinci terkait kondisi medis maupun diagnosa sementara terhadap kedua siswa tersebut.

Puluhan Siswa Alami Gejala Serupa

Sebelumnya, puluhan siswa di SDN 7 Rumbia dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Peristiwa itu terjadi tak lama setelah para siswa menyantap makan siang yang diduga berupa ikan. Secara tiba-tiba, sejumlah siswa mengeluhkan gatal-gatal hebat di seluruh tubuh, disertai pembengkakan pada beberapa bagian tubuh.

Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah bersama warga langsung mengambil tindakan cepat dengan membawa para siswa ke puskesmas terdekat guna mendapatkan penanganan medis.

Dugaan Ikan Tidak Layak Konsumsi

Sejumlah pihak menduga gejala yang dialami para siswa dipicu oleh ikan yang sudah tidak segar atau tidak layak konsumsi.

“Anak-anak langsung gatal-gatal setelah makan. Diduga ikan yang disajikan sudah tidak segar,” ungkap salah seorang warga.

Hal serupa juga disampaikan oleh seorang guru yang mendampingi siswa saat kejadian. Ia menyebutkan bahwa beberapa siswa mengalami reaksi yang cukup serius.

“Ada yang bengkak dan gatal-gatal. Kemungkinan besar dari makanan yang dikonsumsi, diduga ikan yang disajikan tidak layak,” jelasnya.

Dalam video yang beredar luas di masyarakat, terlihat para siswa menangis histeris sambil terus menggaruk tubuh mereka akibat rasa gatal yang tidak tertahankan. Situasi tersebut sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah.

DPRD Minta Pengawasan Diperketat

Menanggapi kejadian ini, Anggota DPRD Kabupaten Jeneponto, Saharuddin Tompo, meminta agar pengawasan terhadap dapur penyedia MBG diperketat. Ia menekankan pentingnya kontrol kualitas bahan makanan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.

“Pengawas dapur harus lebih proaktif. Jika ditemukan makanan tidak memenuhi standar, operasional dapur sebaiknya dihentikan sementara. Ini demi keselamatan siswa,” tegasnya.

Perlu Investigasi Menyeluruh

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia MBG maupun pengelola SPPG terkait insiden tersebut. Masyarakat pun berharap adanya investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kejadian ini.

Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat program MBG sejatinya bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan siswa. Namun, insiden ini justru memunculkan kekhawatiran baru terkait keamanan pangan di lingkungan sekolah.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan, distribusi, serta pengawasan makanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Simpan Gambar:

Kamis, 23 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Abhu

Editor: Redaksi

Sumber Berita: Wawancara narasumber

Penanggung Jawab: Redaksi

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Terbaru, Tujuh Siswa SDN 7 Rumbia Dirujuk ke RSUD Usai Konsumsi MBG
BNN RI Soroti Jalur Rawan Narkoba dan Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Daerah
Penjaga Pondok Nekat Mencuri, Polisi Ungkap Setelah Penyelidikan Intensif Panjang
Pencurian Motor Terungkap Cepat, Pelaku Gadai Hasil Curian Demi Membeli Sabu
Siswa SDN 7 Rumbia Dilarikan ke Puskesmas Usai Konsumsi MBG, Diduga Ikan Tak Layak Konsumsi
Pengungkapan Beruntun Mengungkap Pola Transaksi Narkoba Lapangan Semakin Fleksibel dan Berbahaya
Tim Ulat Bulu Bongkar Modus Baru Peredaran Sabu di Tempilang
DPRD Kabupaten Bantaeng Tetapkan Rekomendasi atas LKPJ Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 17:34 WITA

Terbaru, Tujuh Siswa SDN 7 Rumbia Dirujuk ke RSUD Usai Konsumsi MBG

Kamis, 23 April 2026 - 17:02 WITA

BNN RI Soroti Jalur Rawan Narkoba dan Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Daerah

Kamis, 23 April 2026 - 15:54 WITA

Terbaru Korban MBG, Dua Siswa SDN 7 Rumbia Terpaksa Dirujuk ke RSUD

Kamis, 23 April 2026 - 15:48 WITA

Penjaga Pondok Nekat Mencuri, Polisi Ungkap Setelah Penyelidikan Intensif Panjang

Kamis, 23 April 2026 - 15:34 WITA

Pencurian Motor Terungkap Cepat, Pelaku Gadai Hasil Curian Demi Membeli Sabu

Kamis, 23 April 2026 - 12:18 WITA

Pengungkapan Beruntun Mengungkap Pola Transaksi Narkoba Lapangan Semakin Fleksibel dan Berbahaya

Kamis, 23 April 2026 - 11:58 WITA

Tim Ulat Bulu Bongkar Modus Baru Peredaran Sabu di Tempilang

Rabu, 22 April 2026 - 14:59 WITA

DPRD Kabupaten Bantaeng Tetapkan Rekomendasi atas LKPJ Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025

Berita Terbaru