1 Mei Bajoe Ditutup, Fakta yang Selama Ini Tak Terlihat Mulai Terungkap

Dermaga tua, beban berat, dan risiko keselamatan jadi alasan utama penutupan total, sementara Operasional dialihkan ke Siwa

 

Bone, DNID.co.id — Aktivitas Penyeberangan di Pelabuhan Bajoe akan dihentikan total mulai 1 Mei 2026. Seluruh operasional dialihkan sementara ke Pelabuhan Siwa selama proses pembongkaran dan perbaikan menyeluruh dermaga berlangsung.

Keputusan ini diambil PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebagai langkah darurat untuk menjamin keselamatan pelayaran, menyusul kondisi dermaga yang telah berusia lebih dari dua dekade dan mengalami penurunan daya tahan.

“Ketika kita lakukan pembongkaran total, operasional memang harus dialihkan sementara ke Siwa. Ini langkah yang harus diambil demi keselamatan,” ujar Eksekutif Direktur Pelabuhan Regional 4 ASDP, Samsuddin, Selasa (28/4/2026).

ASDP menargetkan pekerjaan rampung dalam waktu sekitar satu bulan. Bahkan, percepatan pengerjaan menjadi prioritas agar gangguan terhadap arus logistik dan mobilitas penumpang tidak berlangsung lama.

“Target kami satu bulan sudah rampung dan kami harap bisa selesai sebelum satu bulan,” katanya.

Penutupan ini diperkirakan berdampak langsung terhadap distribusi barang dan pergerakan masyarakat di wilayah Bone dan sekitarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ASDP memastikan skema layanan di Pelabuhan Siwa telah disiapkan.

“Kami sudah menyiapkan skema pelayanan di Siwa agar aktivitas penyeberangan tetap lancar. Kami mohon pengertian masyarakat atas pengalihan ini,” ujar General Manager ASDP Bajoe, Anom Sedayu.

Di balik keputusan penutupan total ini, kondisi struktur dermaga menjadi faktor utama. Usia yang telah melampaui 20 tahun dinilai tidak lagi mampu menahan tekanan operasional yang terus meningkat.

“Ini untuk keselamatan pelayaran. Dermaga kita usianya sudah lebih dari 20 tahun, sehingga daya tahannya sudah berkurang,” kata Samsuddin.

Dia menjelaskan, beban kendaraan yang masuk ke kapal saat ini berkisar antara 25 hingga 30 ton, jauh lebih besar dibandingkan saat awal pembangunan dermaga.

“Dengan beban seperti itu, kita tidak bisa ambil risiko. Pembenahan harus dilakukan agar operasional tetap aman dan lancar,” tegasnya.

ASDP memastikan, setelah perbaikan selesai, kapasitas dan kualitas layanan di Pelabuhan Bajoe akan meningkat signifikan, baik dari sisi keamanan maupun efisiensi.

“Ini adalah investasi jangka panjang. Setelah selesai, kami optimistis operasional akan jauh lebih aman, nyaman, dan efisien,” kata Anom.

Selama masa penutupan, ASDP juga menyiapkan langkah mitigasi dampak sosial. Sebanyak 500 paket sembako akan disalurkan kepada buruh pelabuhan, sopir, pedagang asongan, dan warga terdampak lainnya.

Selain itu, program pemberdayaan juga digelar melalui seminar dan pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat sekitar pelabuhan.

Tak hanya bantuan, ASDP turut melibatkan 25 tenaga kerja lokal Bajoe dalam proyek perbaikan dermaga sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi masyarakat setempat.

“Keselamatan pengguna jasa adalah prioritas utama kami. Perbaikan ini tidak bisa ditunda karena menyangkut standar keselamatan pelayaran,” tutup Anom.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 28 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Kingzhie

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Jelang Pembukaan Porprov Sulsel, Kasat Lantas Bone Turun Pantau Titik Rawan Macet di Stadion La Patau
Dandim 0502/JU Bersama Kapolres dan Pemkot Jakarta Utara Dampingi Lanjutan Penertiban Bangunan di Sepanjang Rel Kampung Bahari
Sudah Bayar DP, Pelanggan Kecewa Pemasangan Baru PLN di Makassar Tak Kunjung Disurvei
Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng
Dari Batam untuk Pers Indonesia, Zulkifli Hasan Lantik Pengurus DPP PJS 2026–2027
Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari
PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas
Operasi Patuh Pallawa 2026, Satlantas Polrestabes Makassar Edukasi Pelajar SMA
Berita ini 271 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 22:21 WITA

Jelang Pembukaan Porprov Sulsel, Kasat Lantas Bone Turun Pantau Titik Rawan Macet di Stadion La Patau

Rabu, 4 November 2026 - 20:40 WITA

Dandim 0502/JU Bersama Kapolres dan Pemkot Jakarta Utara Dampingi Lanjutan Penertiban Bangunan di Sepanjang Rel Kampung Bahari

Rabu, 4 November 2026 - 18:44 WITA

Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng

Rabu, 4 November 2026 - 12:52 WITA

Dari Batam untuk Pers Indonesia, Zulkifli Hasan Lantik Pengurus DPP PJS 2026–2027

Selasa, 3 November 2026 - 18:24 WITA

Dandim 0502/JU Bersama Forkopimko Jakarta Utara Dampingi Kapolda Metro Jaya Tinjau Lokasi Pasca Penertiban di Kampung Bahari

Selasa, 3 November 2026 - 17:17 WITA

PT. Mutiara Gunung Agung Klarifikasi Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng: Hanya Plesteran Karena Panas

Selasa, 3 November 2026 - 15:55 WITA

Operasi Patuh Pallawa 2026, Satlantas Polrestabes Makassar Edukasi Pelajar SMA

Selasa, 3 November 2026 - 11:30 WITA

Pasca RSUD La Palaloi Disorot, Chaidir Syam Minta Pelayanan Diperbaiki: ASN Itu Pelayan, Bukan Bos

Berita Terbaru