PATI,DNID.co.id – Memasuki pekan pertama pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati di Desa Godo, Kecamatan Winong, suasana kerja bakti kini mulai berubah menjadi ikatan kekeluargaan. Tak sekadar mengejar target fisik infrastruktur, kehadiran personel Satgas TMMD di desa tersebut telah meruntuhkan sekat antara militer dan warga.
Pantauan di lokasi pada Selasa (28/04/2026), suasana akrab tampak menyelimuti sela-sela waktu istirahat para prajurit. Di bawah naungan pohon dan teras rumah warga, tawa dan canda mengalir dalam obrolan ringan yang menghubungkan lintas generasi.
Salah satu momen menarik terlihat dari kehadiran Mbah Muinah (75), seorang tokoh sepuh Desa Godo. Meski faktor usia tak memungkinkannya ikut mengangkat cangkul atau mengaduk semen, Mbah Muinah hampir setiap hari hadir di lokasi kegiatan. Kehadirannya bukan tanpa alasan; ia merasa senang bisa berinteraksi langsung dengan para tentara.
”Kula gumun tenan, TNI niku biasane katingal tegas, lah iki kok podo pinter guyon (Saya benar-benar heran, TNI itu biasanya terlihat tegas, lha ini kok pada pintar bercanda),” ujar Mbah Muinah dengan logat Jawa yang kental.
Bagi para prajurit, kehadiran warga senior seperti Mbah Muinah menjadi penyemangat di tengah teriknya cuaca dan beratnya pekerjaan fisik. Kedekatan ini menjadi bukti bahwa keramahan prajurit mampu menciptakan rasa nyaman bagi masyarakat.
Praka Septy Setyawan, salah satu anggota Satgas TMMD Kodim 0718/Pati, menegaskan bahwa kemanunggalan ini adalah napas utama dari setiap kegiatan TMMD. Menurutnya, membantu rakyat adalah kewajiban karena dari sanalah TNI berasal.
”Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk membangun jalan atau infrastruktur lainnya, tetapi yang lebih utama adalah mempererat hubungan dengan masyarakat. Karena sejatinya, ibu kandung TNI adalah rakyat,” tegas Praka Septy.
Kegiatan TMMD Reguler ke-128 ini diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak pembangunan fisik yang awet bagi Desa Godo, tetapi juga kenangan manis tentang kerukunan dan gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
























